Terungkap Kondisi Mengerikan Satu Keluarga Tewas di Warakas, Polisi Soroti Busa di Mulut dan Ruam Merah

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar

Polisi mengungkap kondisi mengenaskan tewasnya satu keluarga di rumah kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Selain mulut berbusa, ada ruam kemerahan di tubuh mereka.

Ketiga korban tersebut masing-masing adalah Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Abrar Jamaludin (13). Sementara satu anggota keluarga lainnya, Abdullah Syauqi Jamaludin (22), berhasil selamat dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengungkapkan kondisi para korban diketahui saat polisi melakukan penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP).

“Ketiganya ditemukan di dalam rumah kontrakan dalam kondisi meninggal dunia. Dari hasil penanganan awal di tempat kejadian perkara, terlihat adanya busa di mulut korban dan ruam berwarna kemerahan,” ujar Onkoseno dikutip Rabu, 3 Januari 2025.

Lokasi 1 keluarga tewas di Warakas

Begitu menerima laporan, aparat kepolisian langsung bergerak ke lokasi. Olah TKP dilakukan secara menyeluruh dan berlanjut hingga malam hari. Sejumlah barang dari dalam rumah turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.

“Barang bukti yang diamankan di antaranya botol, sprei, pakaian, serta beberapa benda lain yang selanjutnya akan diperiksa bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor),” kata Onkoseno.

Ketiga jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri guna menjalani pemeriksaan luar serta autopsi. Namun hingga kini, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan, termasuk dugaan keracunan yang sempat mencuat ke publik.

"Tidak ada (korban selamat tidak berbusa di mulutnya). Lalu (ruam merah) itu masih kita lakukan pengecekan dan pemeriksaan juga oleh dokter," ujar Onkoseno.

Di rumah kontrakan tersebut, polisi juga menemukan dua orang lain yang diketahui tinggal bersama para korban. Salah satunya baru pulang dari bekerja saat kejadian terungkap, sementara satu orang lainnya berada di dalam rumah. Keduanya kini dimintai keterangan oleh penyidik, dan satu di antaranya masih menjalani perawatan medis.

“Kami masih mendalami aktivitas yang bersangkutan sebelum kejadian, termasuk ke mana saja yang bersangkutan pergi sebelum kembali ke rumah,” kata Onkoseno.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi. Berdasarkan keterangan awal, salah satu anak korban yang baru pulang bekerja membuka pintu rumah dan mendapati anggota keluarganya tergeletak tak wajar dengan mulut mengeluarkan busa. Ia kemudian meminta pertolongan warga sekitar.

"keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa tiduran tapi mengeluarkan busa, kemudian yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar," kata Onkoseno.

Terkait dugaan keracunan, polisi kembali menegaskan belum dapat menarik kesimpulan. Seluruh temuan di lokasi, termasuk botol, kemasan makanan, dan telepon genggam korban, masih diperiksa secara mendalam di laboratorium.

“Secara kasat mata memang terlihat adanya ruam merah, namun apakah itu disebabkan oleh zat tertentu, kekerasan, atau faktor lain, masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” tuturnya.

Lebih jauh, polisi mengungkap latar belakang keluarga korban. Siti Solihah diketahui merupakan ibu rumah tangga sekaligus orang tua tunggal. Sementara anak-anaknya membantu memenuhi kebutuhan hidup dengan berjualan minuman. Hingga kini, belum ada pihak keluarga lain yang mendatangi lokasi kejadian maupun rumah sakit.

"Anaknya yang jualan es, anaknya yang perempuan yang meninggal sama satu lagi yang masih dalam perawatan itu," ucap Onkoseno.

Hingga kini, misteri kematian tiga anggota keluarga di Warakas masih diselidiki. Polisi menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik untuk mengungkap tabir tragedi yang mengguncang warga Jakarta Utara tersebut.