Disebut John Herdman Punya Potensi Tinggi Meski Penuh Kontroversi, Statistik Ferarri Ungkap Fakta Sebenarnya
Nama Muhammad Ferarri menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan setelah Timnas Indonesia mengumumkan skuad untuk FIFA Matchday Juni 2026. Bek milik Bhayangkara FC itu masuk dalam daftar 23 pemain pilihan pelatih John Herdman, keputusan yang langsung memicu perdebatan di kalangan pengamat maupun suporter.
Di tengah banyaknya pemain yang tampil reguler sepanjang musim, pemanggilan Ferarri justru dianggap mengejutkan. Salah satu kritik paling tajam datang dari pengamat sepak bola Tommy Welly atau Bung Towel yang mempertanyakan dasar pemilihan bek berusia 22 tahun tersebut.
Menurut Bung Towel, pemanggilan pemain ke level tim nasional senior semestinya didasarkan pada performa dan konsistensi bermain bersama klub, bukan semata-mata potensi yang dimiliki pemain.
"Dasarnya apa memanggil Muhammad Ferarri? Dia lama cedera, lalu menit bermainnya kurang, tetapi dipanggil. Bukankah untuk level senior yang dilihat adalah performa, bukan potensi?" ujar Bung Towel dalam program One Corner tvOne.
Kritik tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan publik. Sebab, sejumlah pemain yang tampil cukup konsisten di kompetisi domestik seperti Komang Teguh, Kakang Rudianto, Ricky Fajrin hingga Adam Alis justru tidak masuk dalam skuad Garuda.
Namun di tengah kritik yang terus mengalir, John Herdman memiliki pandangan berbeda.
John Herdman Melihat Potensi Besar
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
Pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa proses seleksi pemain tidak hanya didasarkan pada performa dalam beberapa pertandingan terakhir. Tim pelatih, kata dia, juga menilai perjalanan karier, karakter permainan hingga potensi perkembangan pemain di masa depan.
"Kami tidak hanya melihat tiga pertandingan terakhir atau tiga bulan terakhir. Kami melihat sejarah pemain, perjalanan mereka dalam sepak bola, dan kemudian kami melihat profil kami," kata Herdman.
Ia bahkan secara khusus menyebut Ferarri sebagai pemain yang memiliki potensi tinggi untuk berkembang menjadi bek andalan Timnas Indonesia.
Menurut Herdman, sebelum mengalami cedera, perkembangan Ferarri saat masih menjadi bagian dari proyek Shin Tae-yong menunjukkan tren yang sangat positif.
"Ferrari adalah seseorang yang kami rasa memiliki potensi tinggi," ujar Herdman.
Tak hanya itu, Ferarri juga disebut mampu menunjukkan kualitasnya saat mengikuti pemusatan latihan pada Mei lalu sehingga berhasil meyakinkan staf pelatih untuk masuk dalam skuad final.
Statistik Ferarri Ungkap Fakta Menarik
Jika melihat perdebatan yang terjadi, statistik Ferarri menjadi aspek yang paling menarik untuk dibedah.
Berdasarkan data Transfermarkt, pemain kelahiran Jakarta, 21 Juni 2003 tersebut saat ini memiliki nilai pasar sebesar Rp4,35 miliar. Nilai pasar tertingginya bahkan sempat mencapai Rp4,78 miliar pada Mei 2025.
Musim 2025/2026 menjadi babak baru dalam kariernya setelah bergabung dengan Bhayangkara FC usai meninggalkan Persija Jakarta dengan status bebas transfer.
Di level klub, statistik Ferarri musim ini sebenarnya tidak terlalu buruk untuk ukuran seorang bek tengah.
Sepanjang Super League 2025/2026, ia mencatatkan:
- 14 pertandingan
- 783 menit bermain
- 1 gol
- 3 kartu kuning
Meski jumlah penampilannya tidak sebanyak beberapa rival di posisi yang sama, Ferarri tetap menjadi bagian penting dari rotasi lini belakang Bhayangkara FC.
Gol tunggalnya musim ini juga tercipta saat Bhayangkara FC membantai PSBS Biak dengan skor telak 7-0.
Sementara jika melihat keseluruhan karier seniornya, catatan Ferarri cukup menarik:
- 90 pertandingan
- 3 gol
- 5 assist
- 6.379 menit bermain
Statistik tersebut menunjukkan bahwa Ferarri bukan pemain yang minim pengalaman. Meski masih berusia 22 tahun, ia sudah mengumpulkan hampir 100 pertandingan di level senior.
Bukan Wajah Baru di Timnas Indonesia
Alasan lain yang kemungkinan menjadi pertimbangan Herdman adalah pengalaman Ferarri bersama tim nasional. Bek dengan tinggi 181 sentimeter itu sudah lama menjadi bagian dari kelompok usia Timnas Indonesia, mulai dari U-19, U-20, U-22 hingga tim senior.
Bersama Timnas Indonesia senior, Ferarri telah mengoleksi tujuh penampilan dan dua gol. Catatan yang cukup unik mengingat dirinya berposisi sebagai bek tengah.
Ia juga pernah menjadi bagian dari skuad Indonesia U-22 yang meraih medali emas SEA Games 2023. Sebelumnya, Ferarri juga ikut merasakan gelar juara Piala Menpora 2021 bersama Persija Jakarta.
Terlepas dari perdebatan yang muncul, keputusan John Herdman kini sudah diambil. Ferarri menjadi salah satu nama yang akan memperkuat Timnas Indonesia dalam laga FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik.
Jika mampu tampil solid bersama skuad Garuda, kritik yang selama ini mengiringi pemanggilannya bisa saja berubah menjadi pembuktian bahwa John Herdman memang melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh banyak orang.