Kodam Ungkap Fakta soal Peluru Nyasar Kena Dua Warga di Padang, Identik dengan Amunisi Prajurit saat Latihan

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq

Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol menyampaikan hasil investigasi insiden peluru "nyasar" yang mengenai warga sipil di Universitas Negeri Padang (UNP) identik dengan amunisi yang digunakan personel TNI saat latihan di hari yang sama.

"Amunisi yang ditemukan di salah satu korban yaitu sembilan milimeter sangat identik dengan amunisi latihan yang dilakukan oleh Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kavaleri Taufiq di Kota Padang, Senin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut disampaikan Kapendam setelah TNI melakukan investigasi olah tempat kejadian perkara baik di (UNP) maupun di Lapangan Tembak Lapai hingga uji proyektil.

Dari investigasi itu juga, TNI atau Kodam Tuanku Imam Bonjol menyampaikan bahwa proyektil berukuran sembilan milimeter tersebut berasal dari senjata api jenis pistol G2 Combat.

Ia menyampaikan pada saat latihan berlangsung personel TNI Yonif TP 897/Singgalang menggunakan dua jenis senjata yakni laras panjang dengan amunisi kaliber 5,56 milimeter, dan senjata laras pendek jenis pistol G2 Combat.

Sebelum mengumumkan kepada publik, tim investigasi melakukan pengujian selama dua hari yang mencakup uji teori dan uji lapangan hingga akhirnya mendapatkan kesimpulan bahwa proyektil yang menancap di kaki korban identik dengan amunisi yang digunakan personel saat latihan.

Setelah kejadian itu, Kolonel Taufiq memastikan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol juga menutup Lapangan Tembak Lapai hingga batas waktu yang belum ditentukan. Bahkan, Kodam setempat juga tidak menutup kemungkinan memindahkan lokasi atau tempat latihan menembak prajurit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Namun ini tentu saja perlu koordinasi dengan instansi terkait terutama pemerintah daerah," ujarnya.

Sementara, untuk kedua korban, Kodam XX memastikan akan menanggung segala biaya pengobatan, penyembuhan hingga proses trauma healing. Hal ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab dan komitmen TNI kepada masyarakat terutama korban. (Ant)