Anak Usia 4 Tahun Ini Sudah Raih 12 Medali Gymnastics, Ini Cerita Orangtua Mendampinginya

Di usia yang baru menginjak 4 tahun, Partha Wardhana Darmawan sudah menorehkan berbagai prestasi di bidang gymnastics.
Atlet cilik ini bahkan mulai mengikuti kompetisi sejak usia 3 tahun dan berhasil membawa pulang belasan medali.
Pada ajang Indonesia Open 2025, Partha meraih tujuh medali emas.
Tak hanya itu, ia juga memperoleh empat medali emas dan satu medali perak dalam International Gymnastic Invitation 2025.
Di balik prestasi tersebut, ada proses latihan rutin serta pendampingan orangtua yang dilakukan sejak dini.
Sang ibu, Yossy Pramitha, bercerita bahwa ketertarikan Partha terhadap gymnastics bermula dari kebiasaannya melihat sang kakak berlatih. Saat itu, usia Partha masih sekitar 2 tahun.
“Awalnya Partha melihat dan mengikuti kakaknya yang sudah terlebih dahulu ikut gymnastics,” ujar Yossy kepada Kompas.com, beberapa waktu yang lalu.
Sebagai mantan atlet gymnastics, Yossy mengaku mulai melihat potensi anaknya dari kemampuan koordinasi gerak dan cara Partha memahami instruksi.
Menurutnya, sejak kecil Partha terlihat menikmati aktivitas fisik dan tertarik mencoba berbagai gerakan gymnastics.
Jalani Latihan Dua Kali Sehari
Kini, keseharian Partha dipenuhi berbagai aktivitas yang cukup padat untuk anak seusianya. Setelah bangun pagi dan sarapan, ia menjalani latihan gymnastics sebelum berangkat sekolah di Bimba AIUEO.
Sepulang sekolah, Partha biasanya makan siang dan beristirahat sejenak sebelum kembali mengikuti latihan pada sore hari hingga sekitar pukul 18.30.
Malam harinya, ia masih melanjutkan belajar dan les mengaji sebelum akhirnya beristirahat.
Meski memiliki jadwal yang teratur, Yossy mengatakan dirinya tetap berusaha menjaga agar proses latihan terasa menyenangkan bagi sang anak.
Partha mulai tertarik gymnastics sejak usia 2 tahun. Kini, di usia 4 tahun, ia sudah rutin latihan dua kali sehari.
Menjaga Semangat Anak tanpa Tekanan
Menurut Yossy, salah satu cara yang dilakukan keluarga untuk menjaga semangat Partha adalah dengan memberikan reward sederhana.
“Kami biasanya memberikan hadiah kecil seperti makanan atau mainan yang dia suka supaya tetap semangat,” kata Yossy.
Namun, mendampingi anak usia dini yang aktif berlatih olahraga juga memiliki tantangan tersendiri. Ada kalanya Partha merasa tidak mood atau lebih ingin bermain dibanding berlatih.
Saat kondisi itu terjadi, Yossy memilih memberikan pengertian secara perlahan daripada memaksa anak.
“Kami kasih tahu kalau latihan gymnastics itu supaya badannya tambah kuat, bisa ketemu teman-teman, dan bermain juga,” ujarnya.
Yossy menegaskan dirinya tidak ingin memberikan tekanan berlebihan pada Partha. Meski mengarahkan anak ke dunia gymnastics, ia ingin proses latihan tetap dijalani dengan nyaman dan menyenangkan.
Belajar Disiplin sejak Balita
Selain prestasi di bidang olahraga, Yossy melihat latihan gymnastics juga membantu membentuk kedisiplinan pada diri Partha.
Menurutnya, sang anak mulai memahami tanggung jawab sederhana sesuai usianya, termasuk mengenali jadwal kegiatan sehari-hari.
“Walaupun masih balita, dia sudah tahu kapan waktunya latihan, sekolah, dan kegiatan lainnya,” tutur Yossy.
Ke depan, Yossy berharap Partha dapat terus berkembang dan menikmati proses yang dijalani, baik dalam bidang gymnastics maupun kehidupan sehari-hari.
“Harapan orangtua pasti ingin anaknya lebih baik dari orangtuanya, baik soal prestasi maupun masa depannya nanti,” kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang