Asap Kuning di PT Vopak Cilegon Picu Keluhan Warga, Ini Penjelasan Resmi Pemkot dan Polisi
Kepulan asap berwarna kuning yang keluar dari kawasan PT Vopak Terminal Merak, Kota Cilegon, Banten, sempat memicu kepanikan warga pada Sabtu (31/1/2026).
Bau kimia menyengat menyertai kejadian tersebut dan menyebabkan puluhan warga mengalami gangguan pernapasan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di Lingkungan Kalibiru, Kelurahan Gerem.
Warga sekitar pabrik petrokimia mengaku mencium bau tidak biasa sebelum melihat asap tebal membumbung ke udara dari dalam area pabrik.
Warga panik dan alami sesak napas
Salah satu warga, Rismone Lumban Tobing (52), mengatakan asap kuning muncul tanpa disertai suara ledakan.
Bau menyengat membuat warga menjauh dari lokasi karena khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan.
"Saya lihat asap itu, kabur saya ke belakang takut kenapa-kenapa, karena baunya enggak kuat, bau kimia gitu,” kata Rismone, dikutip dari , Minggu (1/2/2026).
Menurut Rismone, kepulan asap berlangsung sekitar setengah jam. Sejumlah warga kemudian mengeluhkan sesak napas dan langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
"Banyak warga yang ngeluh sesak, langsung dibawa ke puskesmas," ujarnya.
Reaksi Pemkot Cilegon soal dugaan kebocoran pabrik
Menindaklanjuti laporan warga, Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Hasil pemeriksaan memastikan kondisi sudah aman dan tidak ditemukan kebocoran.
"Pukul 13.30 WIB itu sudah clear, jadi tidak ada (gas keluar). Dan dipastikan itu bukan kebocoran pipa, ataupun kebocoran dari tangki yang ada. Nah, itu dipastikan," kata Robinsar melalui keterangan resmi Pemkot Cilegon.
Robinsar menjelaskan, asap kuning berasal dari reaksi sisa material produksi di area penampungan, bukan akibat kebocoran instalasi pabrik.
"Yang bercampur itu akhirnya adanya uap kuning tersebut. Nah, jadi tidak ada ledakan apapun. Tidak ada kebocoran apapun," sambung Robinsar.
Penanganan warga dan pemantauan udara
Akibat kejadian tersebut, sekitar 58 warga mengalami gangguan pernapasan.
Seluruh warga terdampak telah mendapatkan perawatan di puskesmas dan kondisinya dilaporkan membaik.
"Tidak ada korban jiwa, hanya mungkin masyarakat yang sakit nafas langsung dibawa ke puskesmas terdekat. Alhamdulillah sudah pulih dan sudah kembali ke rumah masing-masing. Ada 58 masyarakat yang dibawa ke puskesmas," kata Robinsar.
Sebagai langkah lanjutan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon memasang empat alat pemantau kualitas udara di sekitar kawasan PT Vopak Terminal Merak.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan bagi lingkungan dan kesehatan warga.
"Nanti akan kita tindak lanjuti dari hasil monitoring kita dari alat itu, memang apakah sesaat atau memang berkelanjutan," ujar Kepala DLH Kota Cilegon Sabri Mahyudin.
Perusahaan tegaskan operasional aman
Sementara itu, HRD PT Vopak Terminal Merak Ajeng Yuanita menegaskan kepulan asap kuning kecokelatan tersebut bukan berasal dari kebocoran gas.
Ia memastikan operasional perusahaan berjalan normal dan situasi sudah terkendali.
"Tidak ada kebocoran, operasional kami juga berjalan dengan normal. Tim tanggap darurat kami langsung ambil action," kata Ajeng.
Ajeng juga memastikan tidak ada karyawan yang menjadi korban dalam kejadian tersebut dan perusahaan berkomitmen mencegah peristiwa serupa terulang.
"Tidak ada kelalaian SOP kerja, dan akan kami pastikan tidak akan ada kejadian seperti ini lagi," ujarnya.
Penjelasan teknis kepolisian soal proses pembersihan pipa
Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga memberikan penjelasan teknis terkait sumber kepulan asap kuning tersebut.
"Sebenarnya bukan tangki penyimpanan atau pipa yang bocor, akan tetapi karena adanya proses reaksi kimia dari cairan asam nitrat yang dialirkan dengan cara didorong menggunakan gas nitrogen untuk membersihkan pipa ke arah scrubber," kata Martua, dikutip dari Antara, Minggu.
Ia menyebut cairan asam nitrat tersebut kemudian bercampur dengan base oil di dalam wadah penampungan.
"Setelah dibuka tutupnya, baru keluar gas bercampur asap yang berwarna oranye," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang