Kabasarnas: Tidak Ada Istilah Daerah Terisolasi Imbas Banjir Bandang Aceh-Sumatera
Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas), Mohammad Syafii mengatakan sudah tidak ada lagi daerah yang terisolasi akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.
"Ada atau tidak daerah yang terisolasi tentu dari laporan. Kita tergantung dari laporan, tapi bagi Badan SAR Nasional tidak ada kata-kata daerah terisolasi," kata Syafii kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Desember 2025.
Sejauh ini, kata dia, tim SAR masih bisa menjangkau daerah terdampak banjir dan longsor dengan berbagai moda meskipun jalur darat di sejumlah titik terputus.
"Kita bisa menjangkau entah itu dengan pesawat maupun kita dengan sarana laut. Yang terputus adalah transportasi darat, biasanya seperti itu daerah terisolasi," ucap dia.
"Sehingga kadang-kadang daerah terisolasi itu sarana darat tidak masuk, kemudian listrik padam, kemudian jaringan komunikasi terputus. Itu saja," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui jumlah data korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Bencana Banjir di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara
Dilihat dari website resmi BNPB pada Selasa, 2 Desember 2025, pada pukul 18.43 WIB, dari data yang ditampilkan terlihat 744 orang meninggal dunia, sedangkan 551 orang masih belum ditemukan.
Selanjutnya, 2.564 ribu orang terluka, 3,3 juta jiwa terdampak, 1,1 juta orang mengungsi tersebar di 50 kabupaten/kota.
Selain itu, sebanyak 3,600 rumah mengalami rusak berat, 2.100 rumah rusak sedang, 3.700 rusak ringan, 323 unit fasdik rusak dan 299 unit jembatan rusak.
Sementara, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan tim gabungan BNPB, TNI, Polri, Basarnas, kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah terus bekerja mempercepat operasi pencarian, pertolongan, penyaluran logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.
"Upaya pembukaan akses darat di sejumlah kabupaten yang masih terputus terus dilakukan pemerintah. Salah satu jalur yang mulai terbuka adalah Tarutung-Padangsidimpuan berkat dukungan Dinas Pekerjaan Umum, TNI, dan Polri," katanya.
Selain itu, katanya, pembukaan akses jalan juga dilakukan pada jalur Tarutung–Sibolga. Langkah ini berdampak signifikan bagi masyarakat serta lintas sektor kementerian dan lembaga dalam penanganan darurat.