Antrean Penumpang di Stasiun Tawang, Urus Refund Setelah Perjalanan Batal Imbas Jalur KA Terendam Banjir
Puluhan penumpang mengantre di loket pembatalan tiket Stasiun Semarang Tawang, Senin (19/1/2026) siang.
Antrean terjadi setelah sejumlah perjalanan kereta api dibatalkan akibat genangan air yang merendam jalur rel di wilayah Pekalongan–Sragi.
Para penumpang datang silih berganti untuk mengurus pengembalian uang tiket yang tidak dapat digunakan.
Kondisi tersebut membuat area loket lebih padat dibanding hari biasa, sementara peron justru tampak lengang.
Antrean di loket terlihat dipenuhi penumpang yang membawa koper, ransel, hingga tas kerja.
Sebagian penumpang tampak berbincang pelan sambil menunggu giliran, berbanding terbalik dengan suasana peron yang hanya diisi segelintir orang.
Penumpang Terpaksa Batalkan Perjalanan
Salah seorang penumpang, Agung Candra Handoko, mengaku membatalkan perjalanan yang semula dijadwalkan pada Minggu (18/1/2026).
Ia berencana bepergian bersama istrinya untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar, namun rencana tersebut batal akibat banjir yang merendam jalur rel.
Agung mengatakan dirinya mengantre sekitar 20 menit di loket Stasiun Semarang Tawang untuk mengurus pembatalan tiket.
“Sebenarnya agak kecewa, tapi mau bagaimana lagi,” ujar Agung dengan wajah pasrah.
Ia pun memilih menunda perjalanan dan tetap berada di Semarang hingga situasi kembali normal.
Penumpang Pilih Cari Transportasi Alternatif ke Surabaya
Cerita berbeda disampaikan Suryani, atau Ani, penumpang yang bekerja di Semarang dan hendak pulang ke Surabaya. Ia terpaksa mencari moda transportasi lain setelah perjalanan kereta apinya dibatalkan.
Ani mengaku harus tetap kembali ke Surabaya karena suaminya sedang sakit. Ia bahkan telah membawa obat-obatan sebelum mengetahui perjalanan keretanya terganggu.
“Pakai bus bisa lebih lama dan lebih capek, tapi mau gimana lagi. Saya harus kembali ke Surabaya, suami saya sakit dan saya sudah bawa obatnya,” tuturnya.
Akibat gangguan tersebut, keberangkatan Ani harus mundur satu hari dari jadwal semula.
Meski lelah dan kecewa, ia mengaku tidak memiliki pilihan selain menggunakan bus atau travel.
Penumpang Pilih Refund Tunai
Pantauan Tribun Jateng menunjukkan sebagian besar penumpang memilih mengajukan pengembalian bea tiket secara tunai di loket stasiun. B
eberapa penumpang juga terlihat menanyakan informasi lanjutan terkait jadwal kereta api serta kondisi terkini jalur rel yang terdampak banjir.
Penjelasan KAI Daop 4 Semarang
Sementara itu, PT KAI Daop 4 Semarang menjelaskan pembatalan perjalanan dilakukan sebagai langkah pengamanan menyusul genangan air di petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa hingga Senin pagi jalur tersebut sudah dapat dilalui secara terbatas.
Meski demikian, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan dan pengawasan ketat demi keselamatan perjalanan.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Namun keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama. Normalisasi jalur terus kami lakukan secara bertahap hingga kondisi lintasan benar-benar aman,” ujar Luqman.
Ia menambahkan, pelanggan yang terdampak pembatalan perjalanan berhak mendapatkan pengembalian bea tiket sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang