Ferry Irwandi Turun Langsung ke Lokasi Bencana, Ungkap Kondisi Terkini Daerah yang Masih Terisolasi

Ferry Irwandi
Ferry Irwandi

 Ferry Irwandi kembali terjun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan bantuan dari masyarakat benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. Bersama tim relawan dan salah satu platform donasi online, Ferry membagikan gambaran nyata kondisi wilayah terdampak yang hingga kini masih berjuang dalam proses pemulihan.

Melalui unggahan di Instagram, Ferry Irwandi menyampaikan perkembangan terkini dari lapangan sekaligus menjelaskan tantangan yang masih dihadapi warga. Ia menegaskan bahwa misi ini bukan hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga memantau langsung situasi agar penanganan bisa dilakukan lebih tepat sasaran.

Ferry Irwandi

Dalam keterangannya, Ferry menjelaskan bahwa dirinya bersama tim relawan telah menjangkau wilayah yang masih sulit diakses. 

“Beberapa hari ini kita bersama tim @wwf_id dan @kitabisacom menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia ke dua kabupaten yang masih terisolir dari jalur logisitik darat yaitu takengon dan bener meriah,” ungkap Ferry Irwandi yang dikutip dari Instagram @irwandiferry pada Senin, 15 Desember 2025. 

Menurut Ferry, kondisi di pusat kota mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan meski belum sepenuhnya normal. Aktivitas masyarakat perlahan kembali berjalan, terutama setelah listrik mulai menyala di beberapa titik. Namun, stabilitas masih menjadi tantangan besar. 

“Di pusat kota, aktivitas masyarakat listrik mulai kembali, walaupun belum stabil, listrik mulai nyala, meski di banyak titik belum beroperasi sepenuhnya,” katanya menjelaskan. 

Selain listrik, kebutuhan dasar seperti air bersih relatif masih bisa terpenuhi. Namun, persoalan lain muncul pada jaringan komunikasi dan logistik.  Meski demikian, kondisi ini belum merata dan masih menyulitkan koordinasi di lapangan.

“Air cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, jaringan seluler masih bermasalah, tapi beberapa titik sudah terpasang starlink,” ujarnya. 

Masalah paling krusial saat ini adalah ketersediaan bahan pangan. Ferry mengungkap bahwa stok beras dan kebutuhan pokok lainnya mulai menipis akibat terputusnya jalur distribusi darat. 

“Yang masih jadi masalah adalah stock beras dan beberapa kebutuhan lain seperti telor mulai menipis dampak putusnya jalur darat, ditambah problem distribusinya ke masyarakat juga masih berjalan optimal,” jelasnya.

Kondisi yang lebih memprihatinkan justru ditemukan di wilayah desa dan kampung yang berada jauh dari pusat kota. Ferry menyebut bahwa penanganan di area ini membutuhkan perhatian ekstra. 

“Kebutuhan penanganan lebih serius akan kita temukan di desa-desa dan kampung di luar pusat kota,” katanya. 

Bahkan, akses menuju lokasi-lokasi tersebut sangat terbatas, “Beberapa hanya bisa diakses lewat udara, beberapa hanya bisa diakses lewat jalur air,” lanjut Ferry.

Tak hanya akses, fasilitas dasar di desa-desa tersebut juga masih sangat minim. 

“Listrik dan internet juga belum masuk, gas habis, dan kebutuhan lain semakin berkurang,” ujar Ferry Irwandi. 

Situasi ini membuat warga sangat bergantung pada bantuan yang datang dari luar daerah. Di sisi lain, Ferry juga menyampaikan kabar positif terkait upaya pemulihan infrastruktur. Menurutnya, perbaikan jalur darat terus dilakukan oleh berbagai pihak. “Saat ini proses pemulihan jalur darat terus berlangsung oleh pemda, pemprov dan pempus, PU, TNI dan Polri, progressnya sangat baik, beberapa jalur mulai terbuka,” jelasnya.

Ia berharap jalur distribusi bisa segera pulih sepenuhnya agar bantuan dapat mengalir lebih lancar. 

“Kita berharap secepatnya aceh tengah dan bener meriah beserta daerah lain akan segera terhubung kembali sehingga masyarakat bisa menerima bantuan lebih banyak, cepat dan tepat,” tambah Ferry.

Menutup keterangannya, Ferry Irwandi memastikan bahwa informasi dari lapangan akan terus disampaikan kepada publik. 

“Perkembangan selanjutnya akan kita update secara berkala,” pungkasnya.