Banjir Bandang Terjang Balangan, BPBD Catat Ribuan Rumah di Tiga Kecamatan Terdampak

banjir, BPBD Balangan, Banjir Bandang Terjang Balangan, BPBD Catat Ribuan Rumah di Tiga Kecamatan Terdampak, Data Wilayah Terdampak Banjir di Balangan, BPBD: Warga Butuh Alat Alkon dan Logistik, Pemkab Balangan Fokus Bentuk Posko Logistik, Ribuan Rumah Terdampak, Pendataan Masih Berjalan

Banjir bandang melanda Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (27/12/2025) setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam.

Peristiwa ini berdampak pada sejumlah desa di Kecamatan Tebing Tinggi, Halong, dan Awayan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan mencatat banjir menyebabkan rumah warga terendam air dan lumpur.

Hingga Sabtu malam, petugas gabungan masih melakukan pendataan terhadap warga dan rumah terdampak untuk memastikan kebutuhan penanganan darurat.

Data Wilayah Terdampak Banjir di Balangan

BPBD Balangan menyampaikan, hingga Sabtu pukul 19.00 WITA, data sementara menunjukkan banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi berdampak paling parah di Desa Juuh, Auh, Sungsum, Tebing Tinggi, dan Mayanau.

Sementara itu, banjir di Kecamatan Awayan meliputi Desa Muara Jaya (RT 1-4), Desa Pulantan (RT 1-4), Desa Putat Basiun (RT 1-4), Desa Awayan Pasar (RT 1-4), Desa Badalungga Hilir (RT 1-3), Desa Badalungga (RT 1-5), serta Desa Awayan Hilir (RT 1-4).

Di Kecamatan Halong, wilayah terdampak mencakup Desa Mauya, Mantuyan, dan Tabuan.

Data tersebut merupakan data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Balangan melalui TRC Induk dan TRC Kecamatan di Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.

BPBD: Warga Butuh Alat Alkon dan Logistik

Dilansir dari Antara, Kepala Pelaksana BPBD Balangan Rahmi mengatakan sejumlah desa di Kecamatan Tebing Tinggi terdampak cukup parah akibat banjir bandang.

“Saat ini bantuan yang mendesak adalah alat alkon untuk membersihkan rumah warga yang terdampak lumpur, kemudian pakaian dan logistik,” ujar dia.

Rahmi menjelaskan, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi air banjir sudah berangsur surut.

Namun, lumpur yang mengendap di hampir seluruh rumah warga masih sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami langsung menyalurkan bantuan kepada posko yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi,” tuturnya.

Ia menambahkan, petugas gabungan bersama warga setempat saat ini masih melakukan pembersihan rumah-rumah yang terdampak lumpur akibat banjir bandang yang terjadi sejak pagi hari.

Terkait jumlah pasti rumah dan warga terdampak, Rahmi menyampaikan pendataan masih terus dilakukan, baik untuk banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi maupun banjir biasa di kecamatan lainnya.

Pemkab Balangan Fokus Bentuk Posko Logistik

Dilansir dari Antara, Wakil Bupati Balangan Akhmad Fauzi meminta jajaran pemerintah kabupaten segera memfokuskan pembentukan posko penyaluran logistik di wilayah terdampak.

“Pembentukan posko merupakan langkah cepat sebagai upaya penanganan untuk mempermudah penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” kata Wabup Fauzi di Balangan, Sabtu malam.

Menurut Fauzi, hingga saat ini petugas gabungan masih melakukan pendataan secara detail terhadap seluruh warga terdampak banjir.

“Saat ini kami masih belum mengetahui secara pasti besaran kerugian yang dialami masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Karena kita masih berada pada kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang cukup tinggi, kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan,” ujar Wabup Fauzi.

Ribuan Rumah Terdampak, Pendataan Masih Berjalan

Berdasarkan informasi sementara, banjir bandang melanda Kecamatan Tebing Tinggi dan Halong, serta banjir di Kecamatan Awayan, pada Sabtu (27/12/2025) pagi.

Peristiwa tersebut dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi yang terjadi sejak Jumat (26/12/2025) malam.

Data terakhir dari Polres Balangan mencatat sebanyak 1.466 rumah dan 1.615 kepala keluarga terdampak banjir bandang di delapan desa di Kecamatan Tebing Tinggi.

Sementara itu, wilayah lainnya masih dalam proses pendataan oleh petugas gabungan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang