Top 14+ Jembatan dan 12 Titik Jalan Nasional di Aceh Putus Imbas Banjir dan Longsor

BPJN, bencana Hidrometeorologi, dampak banjir Aceh Utara, banjir longsor aceh, 14 Jembatan dan 12 Titik Jalan Nasional di Aceh Putus Imbas Banjir dan Longsor

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Perwakilan Aceh mencatat kerusakan parah pada infrastruktur jalan dan jembatan akibat bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir.

Total 26 titik terdampak, terdiri atas 14 jembatan dan 12 titik jalan nasional yang putus di berbagai lintas utama Aceh.

"Sampai sore ini terdapat 14 jembatan yang terputus (dua di lintas timur, 11 lintas tengah, satu di lintas barat)," kata Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro saat dikonfirmasi di Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025) dikutip dari Antara.

Kerusakan ini membuat mobilitas warga terganggu dan memperlambat distribusi logistik serta upaya evakuasi ke sejumlah wilayah yang terdampak parah.

Bagaimana Upaya Penanganan Darurat Jembatan dan Jalan?

Heri menjelaskan bahwa terdapat dua metode utama dalam menangani jembatan yang terputus.

Pertama, penimbunan jalan pendekat yang rusak menggunakan boulder, sandbag, dan material timbunan.

Kedua, pemasangan jembatan darurat tipe bailey yang diperkuat di bagian samping abutment.

Untuk kerusakan jalan nasional, terdapat 12 titik longsor yang tersebar di lintas timur, tengah, dan barat Aceh.

BPJN telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan sementara untuk memastikan jalur transportasi bisa segera dilewati kembali.

Langkah tersebut meliputi pemasangan rambu-rambu darurat, penempatan petugas PPK, mobilisasi alat berat, perkuatan lereng secara darurat, dan pelebaran badan jalan di titik kritis.

BPJN, bencana Hidrometeorologi, dampak banjir Aceh Utara, banjir longsor aceh, 14 Jembatan dan 12 Titik Jalan Nasional di Aceh Putus Imbas Banjir dan Longsor

Salah satu akses jalur transportasi darat di Kabupaten Aceh Tengah tertimbun longsor sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Apakah Kondisi Banjir Mulai Surut?

BPJN Aceh mengungkapkan bahwa terdapat 10 titik banjir pada badan jalan nasional yang kini mulai surut.

Setelah air surut, petugas langsung melakukan pembersihan lumpur dan material debris yang menumpuk di badan jalan.

"Kemudian, kita membersihkan dan melancarkan kembali saluran drainase, mengalirkan air secepatnya ke saluran pembuangan, dan menginventarisir kerusakan jalan atau lubang baru," ujar Heri.

Ia menambahkan bahwa estimasi kerugian akibat rusaknya jembatan dan jalan nasional belum dapat dipastikan.

"Kami belum sampai menghitung volume dan biaya penanganannya. Harus kami lakukan hati-hati agar tidak terdeviasi terlalu jauh perencanaan dan realisasi," katanya.

Apa Instruksi Gubernur Aceh dalam Penanganan Bencana?

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan bahwa penanganan banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh dilakukan secara cepat, terukur, dan tanpa jeda.

Tokoh yang akrab disapa Mualem ini menjelaskan bahwa pembukaan akses darat merupakan prioritas utama agar logistik dapat segera menjangkau warga terdampak, terutama di desa-desa yang terisolasi.

“Pastikan seluruh personel memahami tugas masing-masing. Buka akses, buka jalan, dan percepat pengantaran logistik. Semakin cepat logistik sampai ke lokasi bencana,” kata Mualem dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).

Mualem mengungkapkan bahwa kondisi di beberapa wilayah masih sangat kritis. Sejumlah gampong (desa) masih terjebak banjir dan tidak dapat dijangkau melalui jalur darat.

Hal ini membuat upaya evakuasi dan penyaluran bantuan sangat bergantung pada cuaca serta kesiapan peralatan dan personel.

"Aceh seakan mengalami tsunami kedua. Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan," tegasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang