Satu Orang Tewas Imbas Banjir di Jakarta Timur

Personel Gabungan Evakuasi Korban Banjir di Jakarta Timur
Personel Gabungan Evakuasi Korban Banjir di Jakarta Timur

 Banjir pada Minggu , 18 Januari 2026 ternyata menyebabkan seorang remaja laki-laki inisial RP (18) meninggal dunia diduga karena terseret arus di sisi kolong Jembatan Kirana Tol JORR, Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur.  

"Korban inisial RP (18) beralamat RT 09/08 Kelurahan Cakung. Ditemukan 18 Januari 2026 sore di Kali Cilincing, Jakarta Utara oleh petugas gabungan," kata Kapolsek Cakung Kompol Widodo Saputro saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.

Kali Ciliwung Meluap, Sebabkan Banjir 15 RT di Jakarta Timur

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, RZ (26), korban RP yang memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter (cm) ini pada Minggu, 18 Januari 2026 berada di pinggir kali yang sedang banjir.

Lalu, saksi mengobrol dengan warga yang sedang melintas, setelah itu saksi berbalik badan ke arah korban, ternyata korban sudah tidak ada lagi di pinggir kali.

"Saat banjir menggenangi lokasi sisi kolong jembatan tol Kirana Rorotan, berbatasan dengan RT 09/08 Kelurahan Cakung Barat. Korban terlihat oleh saksi, korban terjatuh dan tenggelam," jelas Widodo.

Ia menyebut, proses evakuasi dilakukan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kecamatan Cakung, pemadam kebakaran (damkar) kelurahan Cakung Barat.

Evakuasi dilakukan dengan menurunkan tiga unit perahu karet, empat unit mesin pompa air milik damkar, Satuan Pelaksana (Satpel) SDA Kecamatan Cakung dan satu unit ambulans.

"Korban sudah diserahkan ke keluarga, MH," ucap Widodo.

Sebelumnya, pada Minggu, 18 Januari 2026 banjir melanda sejumlah permukiman warga di Kelurahan Cakung Barat akibat luapan Kali Cakung, Kali Cakung Drain, serta keterbatasan kapasitas sistem drainase lingkungan.

Banjir berdampak signifikan terhadap beberapa rukun warga (RW), sedikitnya RW 03, RW 06, RW 07, dan RW 08 yang terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter (cm) hingga mencapai 120 cm di titik terparah.

Banjir menyebabkan aktivitas warga lumpuh total. Sejumlah ruas jalan lingkungan tidak dapat dilalui kendaraan, sementara akses menuju fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah dan pusat layanan masyarakat turut terhambat.

Warga terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, bahkan sebagian memilih mengungsi demi keselamatan.

Saat itu, banjir dilaporkan tidak ada laporan korban jiwa, tetapi menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit, terutama bagi warga yang rumahnya terendam lebih dari satu meter.

ilustrasi genangan banjir di jalan (Dok. TMC Polda Metro Jaya)

ilustrasi genangan banjir di jalan (Dok. TMC Polda Metro Jaya)

Berdasarkan pendataan sementara, jumlah warga terdampak banjir di Cakung Barat mencapai lebih dari 1.000 jiwa, dengan rincian RW 03 sekitar 300 jiwa mengungsi di mushalla, lalu RW 06 sekitar 300 jiwa, mengungsi di Musala At-Taqwa.

Lalu, RW 08 sekitar 600 jiwa terdampak banjir, sementara 50 jiwa lainnya telah mengungsi di Gereja GBI Kampung Baru. (ant)