Bunga Zainal dan Suami Jadi Sering Ribut Gegara Penipuan Bisnis Batu Bara Miliaran
Kasus dugaan penipuan berkedok investasi bisnis batu bara yang menimpa suami Bunga Zainal, Sukhdev Singh, ternyata tidak hanya menimbulkan kerugian materi. Peristiwa tersebut juga berdampak besar terhadap kehidupan rumah tangga pasangan ini hingga sempat memicu konflik berkepanjangan.
Bunga Zainal mengaku masih menyimpan rasa bersalah yang mendalam atas kasus yang kini sedang diproses secara hukum. Pasalnya, perempuan yang dikenal sebagai aktris dan presenter itu merupakan sosok yang pertama kali memperkenalkan DH, terduga pelaku penipuan, kepada sang suami.
Saat memberikan keterangan di Mabes Polri, Jakarta, Bunga menegaskan bahwa dirinya dan keluarga tidak merasa gentar menghadapi proses hukum yang berjalan. Menurutnya, mereka berada di posisi yang benar dan hanya berupaya memperjuangkan keadilan.
"Artinya dari pihak kami tuh enggak merasa takut ya Bang, ya. Karena memang kita posisinya merasa benar," kata Bunga Zainal di Mabes Polri, Jakarta, baru-baru ini.
Bunga Zainal menjelaskan bahwa dirinya telah mengenal DH selama kurang lebih satu dekade. Hubungan pertemanan yang terjalin lama membuatnya tidak pernah menaruh kecurigaan terhadap sosok tersebut. Karena itulah, ketika DH meminta dikenalkan kepada Sukhdev Singh dengan alasan ingin makan malam bersama, Bunga tidak menaruh curiga sedikit pun.
"Teman saya. Memang saya yang memperkenalkan saudari DH ke suami saya, dengan bujuk rayu karena sebenarnya saya temanan sudah 10 tahun. Tapi dalam 10 tahun itu saya enggak pernah sekalipun memperkenalkan DH ini ke suami saya," ungkap Bunga Zainal.
Seiring berjalannya waktu, dugaan penipuan itu terungkap dan menyeret keluarga mereka ke dalam proses hukum yang panjang. Situasi tersebut membuat Bunga semakin terpukul karena merasa menjadi pintu masuk yang mempertemukan pelaku dengan suaminya.
Menurut Bunga Zainal, dampak yang dirasakan tidak hanya soal kerugian finansial. Sang suami juga kehilangan banyak waktu dan tenaga karena harus fokus mengurus berbagai tahapan hukum selama hampir dua tahun terakhir. Akibatnya, aktivitas pekerjaan Sukhdev Singh ikut terganggu.
"Karena itu teman saya gitu lo, karena itu teman saya jadi saya merasa bahwa wah saya merasa bersalah juga. Jujur suami saya jadi terbuang waktu, tenaga, apalagi ngurus-ngurus begini juga pakai biaya. Jadi bukan lagi bukan hanya soal waktu dan tenaga tapi jadi enggak bisa kerja," jelasnya.
Tekanan akibat persoalan tersebut bahkan sempat mengguncang keharmonisan rumah tangga mereka. Sukhdev Singh mengakui bahwa dirinya dan Bunga beberapa kali terlibat pertengkaran yang berlangsung cukup lama karena persoalan tersebut.
"Ya kita sih ribut yang berkepanjangan itu saja ya," ungkap Sukhdev Singh.
Lebih lanjut, Sukhdev Singh mengungkapkan bahwa DH mengetahui secara langsung kondisi rumah tangga mereka yang sempat memanas. Bahkan, pelaku disebut pernah menyaksikan pertengkaran yang terjadi antara dirinya dan Bunga.
"Beliau juga tahu kita pernah terjadi keributan di depan beliau, di depan DH itu. Dia tahu tahu persis, di situ waktu itu. Nah yang paling terganggu, hubungan suami istri pasti terganggu," kata Sukhdev Singh.
Meski demikian, pasangan ini berusaha bangkit dari situasi sulit tersebut. Bunga kini memilih untuk terus mendampingi sang suami dalam setiap proses hukum yang dijalani. Ia ingin menjadi sumber dukungan dan kekuatan agar Sukhdev Singh tetap tegar menghadapi persoalan yang tengah berlangsung.
"Makanya hari ini Bunga punya beban moral yang sangat tinggi, ini dia cuma hadir sebagai saksi waktu itu diminta keterangan. Tapi, hari ini dia untuk menemani saya kemari, untuk memberikan support buat saya sebagai suaminya," terang Sukhdev Singh.
"Pokoknya aku sebagai istri ya support, support system gitu," Bunga Zainal menimpali.
Di tengah badai yang sempat mengguncang rumah tangga mereka, pasangan ini kini memilih bersatu menghadapi proses hukum yang berjalan. Dukungan Bunga kepada sang suami menjadi bukti bahwa mereka berupaya mempertahankan keharmonisan keluarga meski diterpa masalah besar akibat dugaan penipuan bisnis batu bara bernilai miliaran rupiah.