Viral Pernyataan Wakil DPR Cucun Soal Ahli Gizi, Begini Respon Tegas dr. Tan Shot Yet
Pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak membutuhkan ahli gizi menimbulkan beragam reaksi. Salah satunya datang dari ahli gizi komunitas, Tan Shot Yen.
Dalam Instagram miliknya, Tan Shot Yen mengungkap bahwa ahli gizi memiliki peranan penting dalam menentukan makanan yang bergizi untuk dikonsumsi penerima manfaat MBG.
”Ahli gizi itu menentukan mana makanan bergizi beneran mana enggak,” tulis dia di Instagram storiesnya, dikutip Selasa 18 November 2025.
Dia juga mengibaratkan profesi ahli gizi seperti pilot yang mana tidak bisa digantikan oleh petugas darat meski sudah diberi pelatihan 3 bulan untuk menerbangkan pesawat.
”Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tanpa ahli gizi: ibarat pesawat tanpa pilot. Cukup ground staff yang diberi les 3 bulan lalu suruh bawa Boeing atau airbus. Air crash tak terelakkan, tebak siapa yang dihujat?,” tulis dia di akun Instagramnya.
Tan Shot Yen juga menjelaskan bahwa tanpa ahli gizi, produk SPPG akhirnya lepas kontrol, hanya bagi-bagi kolabotasi industri dan BGN.
”Produk ultra proses melenggang bebas dan tunggu nyinyiran negara asing memertawakan program unggulan presiden: jadi proyek bagi-bagi cuan,” tegasnya.
Sebagai informasi, Wakil DPR RI Cuun Syamsurijal mendapat kritik keras dari pengguna media sosial setelah menyampaikan pendapatnya dalam dalam Forum Konsolidasi SPPG se-kabupaten Bandung. Hal ini bermula saat salah satu peserta wanita memberikan pandangannya terkait dengan sulitnya merekrut ahli gizi untuk ditempatkan di SPPG. Dia juga sempat memberikan beberapa rekomendasi atas permasalahan tersebut. Peserta tersebut mengusulkan agar Badan Gizi Nasional (BGN) tidak menggunakan istilah ahli gizi ketika tenaga yang direkrut tidak memiliki latar belakang keilmuan soal gizi.
Tak hanya itu saja, peserta perempuan itu juga memberikan rekomendasi lainnya. Termasuk kolaborasi antara BGN dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Sebab penanganan gizi untuk penerima manfaat program MBG ini harus ditanangi oleh tenaga ahli yang berkompeten di bidangnya.
Selain dengan PERSAGI, peserta tersebut juga merekomendasikan BGN untuk berkolaborasi dengan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia terkait dengan sanitas. Mengingat belakangan ini viral sejumlah video yang menggambarkan bagaimana penanganan terhadap tray bekas pakai.
Namun di tengah itu, wakil ketua DPR Cucun Syamsurijal memotong pembicaraan peserta wanita tersebut. Dia menyebut bahwa penjelasan yang disampaikan terlalu panjang dan menyita waktu.
”Terkait itu kan profesi kamu. Biar nggak panjang, kamu terlalu panjang yang lain kasian cukup ya. Udah cukup, nanti. Duduk dulu,” kata Cucun.
Dalam video yang beredar itu juga, Cucun juga menilai bahwa peserta tersebut bersikap arogan dalam memberikan pernyatannya dalam forum tersebut.
”Bapak ibu sekalian saya nggak suka anak muda arogan kayak gini. Mentang-mentang kalian sekarang dibutuhkan negara kalian bicara undang-undang. Membuat kebijakan itu saya,” kata dia.
Cucun juga menyebut bahwa nantinya dalam rapat dengan BGN pihaknya akan menyampaikan rencana pengubahan diksi ’ahli gizi’ dalam program MBG menjadi tenaga yang mengawasi gizi. Dari sini muncullah kata-kata ’tidak perlu ahli gizi’ yang viral di media sosial.
”Saya nanti ajak rapat BGN, akan merubah diksi dari ahli gizi ini adalah satu tenaga yang mengawasi gizi. Tidak perlu ahli gizi, cocok nggak? Nanti saya selesaikan di DPR, kalian nggak boleh arogan gitu. Bicara undang-undang. Semua diksi policy yang ada di republik ini misalnya pak Camat untuk menjadi camat harus dari STPDN nggak kan ya? Tapi harus memiliki ilmu pemerintahan,” kata dia.
Cucun juga sempat menyebut bahwa negara ini bukan milik ahli gizi. Dia juga sempat menyinggung terkait soal jabatannya di DPR.
”Kalau kalian ego kayak gini, ini lagi dalam rangka membangun bangsa bapak ibu sekalian boleh counter mereka dengan kesombongan seperti ini. Sorry republik bukan milik ahli gizi, betul nggak? Ketika saya di DPR ketika ketuk palu kita tidak perlu ahli gizi tidak perlu PERSAGI tapi yang diperlukan satu tenaga yang mengawasi gizi tidak perlu ahli gizi. Selesai kalian? Cocok?jangan bicara arogansi dengan saya, semua keputusan di republik ini saya tinggal pegang palu selesai, oke? Nggak boleh seperti ini, saya tidak mau dengar ada orang sombong karena saya ahli,” kata dia.
Sebelum menutup pernyataannya, Cucun juga sempat menyinggung bahwa tenaga ahli gizi juga bisa direkrut dari anak-anak yang baru lulus perkuliahan atau anak-anak lulusan SMA yang berprestasi. Nantinya mereka akan diberikan pelatihan selama tiga bulan untuk menjadi tenaga ahli gizi dalam program MBG.
”Nanti tinggal ibu kadinkes melatih orang bila perlu di kabupaten itu anak-anak yang fresh graduate anak SMA cerdas dilatih 3 bulan kasih sertifikasi, saya siapkan BSNP. Program MBG ini tidak perlu kalian yang sombong seperti ini, cocok nggak?,” kata dia menutup pernyataannya.