Ucapan “Tak Perlu Ahli Gizi” Cucun Syamsurijal Disorot, Dokter Tan Shot Yen: Dia Tidak Paham

Badan Gizi Nasional, Tan Shot Yen, makan bergizi gratis, Program MBG, Cucun Syamsurijal, Ucapan “Tak Perlu Ahli Gizi” Cucun Syamsurijal Disorot, Dokter Tan Shot Yen: Dia Tidak Paham

Dokter dan ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen menyoroti pernyataan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Cucun Syamsurijal yang menilai bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memerlukan tenaga ahli gizi.

Pernyataan tersebut disampaikan Cucun saat menanggapi usulan dari salah satu peserta dalam Forum Konsolidasi Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Bandung.

Selain itu, Cucun juga menilai peserta yang memberikan masukan bersikap arogan. 

Ia menambahkan bahwa fresh graduate dan lulusan SMA pun dapat dilatih untuk mengisi posisi ahli gizi di SPPG.

Dokter Tan Sebut Cucun Tidak Paham Profesi Ahli Gizi

Menurut Tan, pernyataan Cucun yang menyebutkan bahwa SPPG tidak memerlukan ahli gizi adalah hal yang tidak masuk akal. Ia menilai Cucun tidak memahami profesi ahli gizi.

Tanggapan tersebut disampaikan Tan menyoroti ucapan Cucun yang sebelumnya mengatakan bahwa fresh graduate dan lulusan SMA dapat dilatih untuk menjadi ahli gizi.

“Ibarat pilot diganti dengan petugas darat yg dilatih simulasi tiga bulan tahu-tahu menerbangkan pesawat,” ujar Tan kepada Kompas.com, Selasa (18/11/2025).

“Dia juga ga paham beda jabatan struktural dan fungsional,” tambahnya.

Tan juga menanggapi komentar warganet di media sosial yang menyoroti jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai didominasi oleh purnawirawan TNI/Polri.

Menurut Tan, publik sebenarnya tidak mempermasalahkan keberadaan purnawirawan TNI/Polri sebagai pimpinan BGN selama tata kelola Program Makan Bergizi (MBG) dijalankan dengan benar.

Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut hanya berlaku pada aspek kepemimpinan atau pengelolaan, bukan pada jabatan yang membutuhkan kompetensi teknis tertentu.

“Bukan tenaga fungsional ahli gizi,” tandas Tan.

Tan merujuk pada penjelasan akun Instagram @sahabatgizi, Senin (17/11/2025), bahwa untuk menyajikan makanan yang benar-benar bergizi dibutuhkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi ilmiah dalam penyusunan dan penyajian makanan.

Ahli gizi berperan penting dalam menyusun menu sesuai kebutuhan anak sekolah, melakukan perhitungan gizi secara akurat, menjaga kualitas serta keamanan pangan, hingga mengawasi implementasi menu di lapangan.

Selain itu, ahli gizi juga berfungsi memberikan edukasi gizi kepada orangtua dan siswa, serta melakukan monitoring terhadap dampak Program Makan Bergizi (MBG).

Tan menegaskan, jika MBG dijalankan tanpa supervisi ahli gizi, maka menu berpotensi tidak sesuai kebutuhan anak, porsi tidak memenuhi standar gizi seimbang, serta risiko keamanan pangan dan kontaminasi dapat meningkat.

Ketiadaan ahli gizi juga dapat menyebabkan edukasi gizi menjadi salah kaprah, dampak program tidak terukur, serta masalah gizi tidak mengalami perbaikan meski program tersebut mengusung konsep makan bergizi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.