Top 6+ Penyebab Sering Lupa Menurut Ahli, Tak Hanya Soal Usia
Pernah lupa di mana menaruh kunci atau lupa menutup pintu kulkas? Contoh kelupaan tersebut wajar terjadi. Namun, kalau sudah sering lupa, apakah artinya otak mengalami penurunan fungsi?
Ternyata, lupa bukan cuma soal usia. Ada banyak faktor yang bisa membuat otak sulit fokus dan memproses ingatan.
Menurut spesialis rehabilitasi psikososial, Kendra Cherry, MS, lupa adalah hal wajar, tapi bisa menjadi tanda adanya beban berlebih di otak. Jika terjadi terlalu sering, tak ada salahnya waspada, dilansir dari Verywell Mind.
Berikut alasan kenapa orang sering lupa serta jenis-jenis kelupaan menurut ahli. Simak selengkapnya.
Apa saja penyebab sering lupa?
1. Efek samping obat
Ada banyak penyebab sering lupa yang dialami seseorang, apa saja? Simak selengkapnya, ditambah beberapa jenis lupa yang kerap terjadi.
Banyak orang tak sadar bahwa obat yang dikonsumsi bisa berdampak pada daya ingat.
"Beri tahu dokter Anda semua obat yang Anda konsumsi, bahkan jika itu obat bebas atau suplemen yang Anda anggap tidak berbahaya," kata Brenna Renn, Ph.D., asisten profesor psikologi di University of Nevada, Las vegas, dilansir dari Prevention.
Beberapa obat yang diketahui dapat memengaruhi memori, salah satunya Benzodiazepin (seperti Xanax, Valium) yang bisa menurunkan fungsi memori jangka pendek.
Ada pula Statin, obat kolesterol yang dalam beberapa kasus menimbulkan kebingungan. Ada juga Beta Blocker dan antidepresan tertentu yang dikaitkan dengan gangguan kognitif.
Kemudian, obat tidur seperti Ambien atau Lunesta juga dilaporkan dapat menyebabkan amnesia sementara.
2. Depresi dan kecemasan
Ada banyak penyebab sering lupa yang dialami seseorang, apa saja? Simak selengkapnya, ditambah beberapa jenis lupa yang kerap terjadi.
Lebih lanjut, masalah mental seperti depresi dan kecemasan juga bisa mengacaukan fokus dan memori.
"Saat Anda depresi, otak Anda tidak bekerja 100 persen. Otak tidak lagi memperhatikan hal-hal sebaik biasanya, dan area memori tidak berfungsi seperti biasanya," jelas Elise Caccappolo, Ph.D., neuropsikolog.
Saat otak sibuk memproses stres dan emosi negatif, kemampuannya untuk menyimpan dan mengambil informasi jadi menurun.
Stres kronis juga bisa memicu pelepasan hormon berlebih yang berujung pada penurunan fungsi kognitif.
3. Pola makan yang buruk
Ada banyak penyebab sering lupa yang dialami seseorang, apa saja? Simak selengkapnya, ditambah beberapa jenis lupa yang kerap terjadi.
Otak membutuhkan bahan bakar yang tepat. Makanan kaya flavonoid, seperti sayuran hijau, teh, dan tomat terbukti mendukung kesehatan neuron.
Sebaliknya, pola makan tinggi makanan olahan dan gula tambahan justru mempercepat penurunan daya ingat.
Sebuah studi juga menemukan bahwa konsumsi makanan ultraproses (ultra-processed food) bisa meningkatkan risiko demensia dan kesulitan fokus.
Dengan demikian, menjaga asupan makanan sehat tak hanya baik untuk tubuh, tapi juga penting untuk ingatan.
4.Kurang tidur dan masalah tidur
Ada banyak penyebab sering lupa yang dialami seseorang, apa saja? Simak selengkapnya, ditambah beberapa jenis lupa yang kerap terjadi.
Tidur yang cukup berperan besar dalam menguatkan ingatan jangka panjang.
Menurut National Institutes of Health (NIH), tidur adalah waktu ketika otak menyusun ulang dan “menyimpan” informasi dari hari sebelumnya. Kekurangan tidur bisa membuat seseorang mudah lupa dan sulit konsentrasi.
Pada laki-laki, kondisi seperti apnea tidur obstruktif (OSA) juga berisiko menurunkan memori karena otak kekurangan oksigen saat tidur.
5. Gangguan pendengaran
Ada banyak penyebab sering lupa yang dialami seseorang, apa saja? Simak selengkapnya, ditambah beberapa jenis lupa yang kerap terjadi.
Mungkin terdengar tak berhubungan, tapi ternyata gangguan pendengaran dapat memengaruhi cara otak memproses informasi.
Ketika otak bekerja keras hanya untuk memahami ucapan, kapasitas untuk menyimpan memori otomatis berkurang.
Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu dengar dapat menurunkan risiko penurunan kognitif hingga 19 persen.
6. Terlalu banyak multitasking
Ada banyak penyebab sering lupa yang dialami seseorang, apa saja? Simak selengkapnya, ditambah beberapa jenis lupa yang kerap terjadi.
Multitasking memang bikin waktu jadi efisien. Namun, hal itu bisa menurunkan kemampuan otak untuk fokus dan mengingat.
Sebuah studi di jurnal Nature menemukan, orang yang sering menggunakan beberapa perangkat sekaligus lebih mudah kehilangan konsentrasi dan kesulitan mengingat informasi.
"Seiring kecepatan pemrosesan kita melambat, kita juga akan melambat secara keseluruhan dalam hal berpikir dan bergerak," kata Caccappolo.
Apa saja jenis-jenis lupa?
1. Peluruhan memori
Salah satu alasan paling umum seseorang melupakan sesuatu adalah karena memori yang memudar seiring waktu, atau dikenal dengan teori peluruhan.
Jika informasi tidak digunakan atau diulang, otak secara alami akan "memangkasnya". Ini adalah proses adaptif, karena otak memilih menyimpan hanya informasi yang dianggap penting.
2. Gangguan interferensi
Pernah belajar sesuatu, tapi lupa karena teringat hal lain? Hal itu disebut interferensi. Dalam psikologi, ada dua jenis yakni interferensi proaktif atau ingatan lama mengganggu pembentukan ingatan baru.
Selanjutnya, ada interferensi retroaktif atau ingatan baru mengganggu memori lama.
Menurut Cherry, otak manusia rentan pada gangguan ini, apalagi jika informasi yang dipelajari mirip.
3. Gagal menyimpan informasi
Ada banyak penyebab sering lupa yang dialami seseorang, apa saja? Simak selengkapnya, ditambah beberapa jenis lupa yang kerap terjadi.
Terkadang ada informasi yang tidak pernah benar-benar terekam di memori jangka panjang. Hal ini disebut encoding failure.
Cherry mencontohkan eksperimen klasik yakni sebagian besar orang tidak bisa menggambar koin secara detail meski melihatnya setiap hari.
Sebab, manusia hanya menyimpan informasi yang dianggap penting, detail kecil seperti itu tidak pernah benar-benar masuk ke memori.
4. Lupa yang disengaja
Terkadang, seseorang memilih untuk melupakan sesuatu, biasanya pengalaman yang menyakitkan atau traumatis.
Menurut Cherry, hal ini bisa terjadi secara sadar atau tidak sadar. Meskipun ingatan tersebut tidak hilang sepenuhnya, otak menyamarkannya agar emosi yang menyakitkan tak muncul ke permukaan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.