KPK Geledah Rumah Indah Pertiwi, Teman Dekat Dirut RSUD Ponorogo yang Terjerat Kasus Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyasar nama Indah Bekti Pertiwi, teman dekat Yunus Mahatma, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.
Setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Jumat (7/11/2025), tim penyidik KPK kembali bergerak ke Ponorogo untuk melakukan penggeledahan rumah mewah milik Indah Pertiwi di Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo, pada Rabu (12/11/2025).
KPK Datangi Rumah Mewah Indah Pertiwi
Berdasarkan pantauan Tribun Jatim Network, tim KPK tiba di rumah Indah sekitar pukul 16.25 WIB. Saat itu, Indah baru saja pulang bersama anaknya. Ia terlihat mengenakan kaus putih dan celana jins.
Tak lama setelah kedatangannya, gerbang rumah langsung ditutup dan dijaga ketat oleh polisi bersenjata lengkap. Aktivitas di dalam rumah pun tampak berhenti total.
Indah Pertiwi, atau dalam dokumen KPK disebut Indah Bekti Pratiwi (IBP), diketahui menjadi salah satu dari 13 orang yang diamankan dalam OTT KPK terkait kasus suap dan gratifikasi yang menyeret Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (SUG) dan sejumlah pejabat daerah.
Peran Indah Pertiwi dalam Transaksi Suap Rp 500 Juta
KPK menduga Indah berperan penting dalam proses pencairan dana Rp 500 juta yang digunakan dalam transaksi jual beli jabatan. Ia disebut berkoordinasi dengan pegawai Bank Jatim bernama Endrika (ED) untuk mencairkan uang tersebut atas permintaan Yunus Mahatma.
Uang hasil pencairan itu kemudian diserahkan kepada ipar Bupati Ponorogo, Ninik (NNK), yang bertugas menerima uang atas perintah langsung Sugiri Sancoko.
“Oknum bupati Ponorogo ini meminta kepada iparnya, Saudari NNK, untuk mewakili dia menerima uang. Kasarnya seperti ini, ‘tolong deh wakili saya untuk menerima uang,’” kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Asep menuturkan, setelah menerima uang tunai Rp 500 juta, Ninik mengirimkan pesan dan foto kepada Sugiri Sancoko sebagai tanda bahwa “perintah telah dilaksanakan”.
Indah Pertiwi Jadi Saksi Kunci Kasus Jual Beli Jabatan
Meski bukan pejabat pemerintah, peran Indah Pertiwi menjadi kunci dalam pengungkapan skandal korupsi jual beli jabatan tersebut.
Dari hasil OTT, Indah menjadi pihak pertama yang diamankan sebelum KPK berhasil menangkap Bupati Sugiri dan Dirut RSUD Yunus Mahatma.
“Dari IBP itu kemudian diminta supaya YUM (Yunus Mahatma) kembali menemui IBP. Nah setelah ketemu, baru kita konfirmasi,” ungkap Asep Guntur.
Pengakuan dari Indah inilah yang membuka jalan bagi tim KPK untuk menyita uang suap Rp 500 juta dan menetapkan para tersangka utama dalam kasus yang mengguncang Bumi Reog tersebut.
Kronologi Kasus Korupsi di Ponorogo
Kasus korupsi ini bermula dari isu mutasi dan rotasi jabatan di Pemkab Ponorogo yang membuat sejumlah pejabat khawatir kehilangan posisi. Salah satunya, Yunus Mahatma, yang menjabat sebagai Direktur RSUD dr Harjono.
Menurut Asep, Yunus berupaya “mengamankan” jabatannya dengan cara menyuap Bupati Ponorogo. Ia bahkan sempat berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono (AGP).
“Karena yang bersangkutan masih ingin menjadi direktur rumah sakit, makanya dia memperpanjang jabatannya,” kata Asep.
KPK telah memantau pergerakan para pihak sejak Oktober 2025. Rencana penyerahan uang sempat tertunda karena para pelaku panik mendengar adanya OTT KPK di Riau. Namun, transaksi akhirnya dilakukan pada 7 November 2025, dan langsung disergap tim penyidik.
Sosok Indah Bekti Pertiwi: Selebgram hingga Calon Wabup
Sosok Indah Bekti Pertiwi bukan nama asing bagi masyarakat Ponorogo. Ia dikenal sebagai selebgram lokal yang kerap membagikan keseharian di media sosial.
Bahkan, ia sempat dijuluki “crazy rich Ponorogo” karena gaya hidupnya yang glamor.
Selain aktif di dunia digital, Indah juga pernah dikenal sebagai pengusaha muda di bidang peternakan dan sempat membuka warung bakso dengan nama yang sama di Jalan Suromenggolo, meski akhirnya tutup setelah beberapa bulan.
Tak hanya itu, nama Indah juga pernah masuk bursa Calon Wakil Bupati (Cawabup) Ponorogo pada Pilkada 2024. Ia disebut dilamar oleh salah satu bakal calon bupati dan sempat viral di TikTok dengan slogan “Menuju Ponorogo Indah #ponorogoindah”.
Popularitas Indah disebut tak lepas dari pengaruh sang ayah, H. Tobron, tokoh budaya Reog Ponorogo.
Namun, kiprahnya di dunia politik belum berhasil menandingi popularitas pasangan petahana Sugiri Sancoko–Lisdyarita, yang akhirnya kembali terpilih untuk periode 2025–2030.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Rumah Indah Bekti Pertiwi, Teman Dekat Dirut RSUD dr Harjono Tersangka Suap Ikut Diobok-Obok KPK
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.