Kisah Tim SAR Ponpes Al Khoziny: Mengevakuasi Sambil Menahan Tangis, Sempat Ajak Korban Bersholawat

Damkar Surabaya, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny buduran, evakuasi korban al khoziny, Kisah Tim SAR Ponpes Al Khoziny: Mengevakuasi Sambil Menahan Tangis, Sempat Ajak Korban Bersholawat, Kisah Aziz Jalankan Misi Kemanusiaan di Tengah Reruntuhan, Dengar Suara Rintihan Korban Selamat dari Bawah Reruntuhan, Detik-Detik Penyelamatan Haikal dan Yusuf, Usaha Aziz Menenangkan Korban di Tengah Kekacauan, Sempat Menahan Tangis Saat Melakukan Evakuasi

Abdul Aziz, anggota tim Rescue Peleton 1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, membagikan kisahnya saat terjun langsung dalam misi penyelamatan di lokasi ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo.

Video dirinya saat menenangkan korban selamat sempat terekam dan viral di media sosial, menggambarkan betapa berat dan emosionalnya situasi di lapangan.

Seperti diketahui, Damkar Kota Surabaya turut menjadi bagian dari tim SAR gabungan dalam proses evakuasi tragedi robohnya musala empat lantai Ponpes Al Khoziny pada Senin (29/9/2025).

Peristiwa itu menelan ratusan korban yang tertimbun reruntuhan, dengan puluhan di antaranya meninggal dunia setelah proses evakuasi berlangsung selama satu pekan.

Tim SAR gabungan terdiri dari berbagai unsur seperti Basarnas, DPKP, BPBD, TNI-Polri, BNPB, serta para relawan dari berbagai daerah.

Kisah Aziz Jalankan Misi Kemanusiaan di Tengah Reruntuhan

Dalam misi tersebut, Aziz yang baru 13 bulan bertugas sebagai anggota rescue ditugaskan masuk ke reruntuhan untuk mencari santri yang masih hidup.

"Tugas pokok tim rescue adalah penyelamatan. Kalau ada kebakaran, kita selamatkan korban terlebih dahulu," ujarnya kepada Suryamalang.com, seperti dikutip dari wawancara program Saksi Kata, Minggu (5/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa tim Damkar Surabaya tiba di lokasi pada pukul 14.30 WIB dan langsung berkoordinasi dengan Basarnas Jatim.

Di bawah pimpinan Danru Munir, tim Aziz mendapat tugas mendeteksi korban yang masih hidup di bawah reruntuhan.

"Saya masuk bersama Mas Neo menggunakan alat scam scan yang kami miliki," ujar Aziz.

Dengar Suara Rintihan Korban Selamat dari Bawah Reruntuhan

Aziz menyebut bahwa ruang gerak di dalam reruntuhan sangat terbatas, bahkan untuk merayap pun sulit.

"Kurang lebih space-nya hanya sebatas kepala saja. Kepala saya hanya bisa miring gini, bisa masuk," jelasnya.

Saat berada di dalam, Aziz mendengar suara tangis dan rintihan korban dari berbagai arah.

"Saya teriak di situ banyak suara rintihan. Sakit, tolong," ungkapnya.

Aziz kemudian memastikan keberadaan dua korban selamat yaitu Haikal, santri asal Probolinggo, dan Yusuf, santri asal Malang.

"Saya teriak-teriak, 'Halo, assalamualaikum. Siap. Masih ada yang hidup apa enggak?'" tutur Aziz.

Dari sela reruntuhan itu Aziz mendengar Haikal menjawab lirih, “Ada, Pak. Saya, Pak.”

Aziz lantas berbicara pelan untuk menenangkan Haikal yang terhimpit reruntuhan.

"Kamu yang sakit apa, Nak?" tanya Aziz.

"Semuanya sakit," jawab Haikal.

Dengan nada lembut, Aziz mencoba menghibur dan menenangkan Haikal.

“Sabar ya, Nak, aku Aziz dari Rescue Surabaya. Sabar ya.”

Sementara korban Yusuf berada sekitar 6–8 meter dari posisi Haikal ditemukan. Keduanya sama-sama terjepit reruntuhan, tetapi tidak mengalami luka berat.

"Saya mau masuk ke Haikal enggak bisa karena akses sangat sulit. Scam scan pun tidak bisa masuk, hanya bisa kontak suara," katanya.

Saat akan melakukan evakuasi korban, Aziz menggambarkan kondisi di dalam reruntuhan sebagai pemandangan yang memilukan.

"Di depan Haikal ada jenazah dalam posisi sujud. Mungkin si Haikal ini ketakutan," ujarnya.

Menurutnya, Haikal beruntung karena tubuhnya ditopang oleh jenazah yang ada di sampingnya. Jika tidak, nasibnya bisa saja berbeda.

Damkar Surabaya, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny buduran, evakuasi korban al khoziny, Kisah Tim SAR Ponpes Al Khoziny: Mengevakuasi Sambil Menahan Tangis, Sempat Ajak Korban Bersholawat, Kisah Aziz Jalankan Misi Kemanusiaan di Tengah Reruntuhan, Dengar Suara Rintihan Korban Selamat dari Bawah Reruntuhan, Detik-Detik Penyelamatan Haikal dan Yusuf, Usaha Aziz Menenangkan Korban di Tengah Kekacauan, Sempat Menahan Tangis Saat Melakukan Evakuasi

Petugas SAR gabungan saat mengevakuasi korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo,m

Detik-Detik Penyelamatan Haikal dan Yusuf

Proses evakuasi Haikal dan Yusuf berlangsung dalam tekanan waktu dan medan yang sulit.

Untuk menyelamatkan keduanya, tim menemukan celah kecil di dekat posisi Yusuf sehingga memutuskan fokus melakukan penyelamatan ke arah Yusuf terlebih dahulu.

Evakuasi dimulai pukul 22.00 WIB malam, di mana tim harus melubangi beton hingga pukul 02.00 WIB dini hari.

Setelah terbentuk celah, Mas Neo memberi makanan dan minuman terlebih dulu agar Yusuf tetap tenang dan tidak panik.

Suasana sempat berubah tegang saat proses pemotongan besi beton yang menghalangi.

Aziz sempat mengira Yusuf telah meninggal dunia karena hanya diam dalam posisi tidur sambil memegang Al-Qur’an dan mengenakan kopiah.

Suasana tersebut dirasa ganjil, karena suara pemotongan beton di sekitar korban sangat keras. Aziz mengaku sempat menangis menghadapi kondisi tersebut.

"Saya tarik kepalanya, saya goyang-goyang. ‘Yusuf, Yusuf’. Akhirnya dia kaget. 'Iya, Pak’. ‘Sabar ya, sebentar lagi kamu keluar’," kenang Aziz haru.

Aziz kemudian memberi Yusuf minum, sembari melanjutkan proses penyelamatan terhadap korban.

Setelah proses yang panjang, korban Yusuf akhirnya berhasil dievakuasi keluar dengan selamat.

Sementara itu, proses penyelamatan Haikal yang terhimpit lebih dalam berlangsung lebih lama.

Namun setelah perjuangan panjang, akhirnya Tim Basarnas Special Group (BSG) berhasil mengevakuasi Haikal pada Rabu sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Usaha Aziz Menenangkan Korban di Tengah Kekacauan

Dalam proses penyelamatan Yusf dan Haikal, Aziz sempat berbincang dan merekamnya untuk mengetahui kondisi korban.

Ketika ditanya tujuan petugas mengajak bicara korban dan bahkan mengajak bercanda, Aziz mengungkap bahwa hal tersebut termasuk dalam SOP.

“SOP nya seperti itu untuk menenangkan korban,” jelasnya.

Aziz menegaskan bahwa setiap percakapan dengan korban bukan hanya untuk kepentingan data semata, tetapi juga upaya psikologis agar korban yang berada di reruntuhan bisa tetap tenang.

"Semua orang pada saat insiden seperti itu akan ada di titik terendah. Dia akan depresi, pikirannya sudah kacau balau," ujarnya.

“Maka dari itu, saya menenangkan, bukan bermaksud meng-interview (wawancara) bukan. Tapi saya tanyakan dulu gimana, memastikan keadaannya,” jelasnya.

Tujuannya untuk mengetahui kondisi dan posisi korban sebagai strategi dalam merencanakan proses evakuasi korban selamat secepatnya.

“Kita butuh waktu yang sangat cepat, kan itu golden time kami untuk segera, cepat-cepat mengevakuasi korban tersebuti”, jelas Aziz.

Damkar Surabaya, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny buduran, evakuasi korban al khoziny, Kisah Tim SAR Ponpes Al Khoziny: Mengevakuasi Sambil Menahan Tangis, Sempat Ajak Korban Bersholawat, Kisah Aziz Jalankan Misi Kemanusiaan di Tengah Reruntuhan, Dengar Suara Rintihan Korban Selamat dari Bawah Reruntuhan, Detik-Detik Penyelamatan Haikal dan Yusuf, Usaha Aziz Menenangkan Korban di Tengah Kekacauan, Sempat Menahan Tangis Saat Melakukan Evakuasi

Petugas SAR Gabungan mengevakuasi korban reruntuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Selasa (30/9/2025)

Sempat Menahan Tangis Saat Melakukan Evakuasi

Ia mengaku, tim penyelamat pun sering menahan tangis saat mendengar suara korban yang meminta tolong dan merintih kesakitan.

"Jangankan si korban, saya saja dan teman-teman nangis, Pak. Nangis karena banyak suara rintihan” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Aziz sempat mengajak korban yang masih berada di reruntuhan untuk bersholawat.

“Tenang ya, Ayo sholawatan. Ayo kita berdoa. Jangan lupa sama Allah. Ayo berdoa’”.

Ia menyebut bahwa petugas evakuasi berusaha menguatkan diri agar tidak membuat korban yang dalam posisi tertimpa merasa semakin ketakutan.

“Terus terang kita nangis, cuma kita kuat-kuatin. Lah kalau saya nangis, terus didengar sama Haikal, sama Yusuf, sama korban-korban, mereka akan semakin ketakutan," ucapnya lirih.

Selain membagikan kisahnya, Aziz juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika proses penanganan terkesan lambat.

"Prosesnya dan obstakelnya ini sangat sulit,” ujarnya.

“Mohon maaf jika masyarakat menganggap kami ini lambat. Dalam penangganan, tapi kami sudah semaksimal mungkin, tenaga dan pikiran kami keluarin. Kita fokus menyelamatkan korban," Ucap Aziz.

Bagi Aziz, baginya pekerjaan ini dilakukan “lillahita’ala’ demi membantu para korban.

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul "Menangis Dalam Hati, Kisah Aziz Tim SAR Ponpes Al Khoziny Lihat Jenazah Sujud, Korban Bawa Alquran" dan di Youtube Harian Surya. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.