Pesawat ATR 400 Hilang Kontak, Tim SAR Sisir Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung
Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).
Pesawat yang seharusnya tiba di Bandar Udara Sultan Hassanudin Makassar pukul 12.20 WIB.
Namun hingga waktu yang disebutkan, pesawat belum mendarat di bandara tujuan.
Sebelum dinyatakan hilang kontak, posisi terakhir pesawat diperkirakan berada di wilayah Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kawasan ini dikenal sebagai daerah karst dengan medan terjal dan hutan lebat. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Lantas, bagaimana pencarian berlangsung mengacu pada posisi terakhir pesawat?
Lokasi terakhir di kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman S. Laisa, membenarkan laporan hilang kontak pesawat tersebut.
"Betul," ujar dia, dikutip dari pada Sabtu (17/1/2026).
Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 12.20 WIB, namun tidak tiba sesuai rencana.
Basarnas Makassar menerima laporan hilang kontak pada Sabtu siang.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyebut koordinat terakhir pesawat berada di sekitar Kabupaten Maros.
“Saat ini tim telah menuju lokasi yang mana titik koordinatnya diberikan oleh Airnav Makassar. Berdasarkan koordinat, lokasinya (berada) di sekitar Leang-Leang, Maros,” ujar Andi dikutip dari Kompas.id, Sabtu.
Berdasarkan data AirNav Indonesia Cabang Makassar, titik tersebut berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung yang membentang di wilayah Maros dan Pangkep.
Medan karst jadi tantangan pencarian
Kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung dikenal memiliki bentang alam karst dengan menara batu kapur dan perbukitan curam.
Kondisi ini dinilai menyulitkan proses pencarian melalui jalur darat.
Selain medan terjal, area pencarian juga mencakup hutan lebat dan wilayah dengan akses terbatas. Tim SAR menyesuaikan strategi pencarian dengan kondisi geografis di lapangan.
Basarnas kerahkan puluhan personel dan drone
Basarnas Makassar langsung mengerahkan dua tim rescue ke lokasi. Tim pertama terdiri dari lima personel untuk asesmen awal, disusul tim kedua dengan 15 personel.
"Berikutnya akan kami berangkatkan bersama potensi-potensi yang ada sekitar 40 orang," kata Andi.
Selain personel, Basarnas menyiagakan satu unit mobil truk, satu unit mobil rescue, serta satu unit drone untuk membantu pemantauan dari udara.
Pesawat ATR tersebut mengangkut total 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.id dengan judul "Pesawat Air Transport Hilang Kontak di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang