Top 7+ Fakta Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar, Tim SAR Kerahkan Drone hingga Anjing Pelacak
- 1. Kronologi Terpisah dari Rombongan
- 2. Pengerahan 200 Relawan dan 6 SRU
- 3. Penggunaan Teknologi Drone dan Pelacakan IMEI
- 4. Unit K9 Anjing Pelacak Diterjunkan
- 5. Kendala Cuaca Ekstrem dan Kabut Tebal
- 6. Perluasan Radius Pencarian hingga 600 Meter
- 7. Sosok Yasid: Lulusan Tekstil yang Sedang Menunggu Panggilan Kerja

Proses pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus (26), pendaki asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, terus diintensifkan.
Memasuki hari ketiga pada Selasa (20/1/2026), tim SAR gabungan memperluas radius pencarian dan mengerahkan berbagai teknologi.
Bukit Mongkrang yang terletak di Tlogodringo, Desa Gondosuli, Tawangmangu, memiliki ketinggian 2.194 Mdpl. Meski dikenal ramah bagi pendaki pemula, hilangnya Yasid menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan di alam bebas.
Berikut adalah 7 fakta terkini terkait hilangnya pendaki Yasid Ahmad Firdaus yang dirangkum oleh Kompas.com:
1. Kronologi Terpisah dari Rombongan
Peristiwa bermula saat Yasid mendaki bersama tiga rekannya, yakni Cahya, Salman, dan Riyan pada Minggu (18/1/2026). Rombongan mulai mendaki pukul 06.30 WIB dan mencapai puncak pukul 08.00 WIB. Masalah muncul saat perjalanan turun.
"Mereka terpisah di atas Pos 3, dengan formasi pertama Salman, kedua Cahya, ketiga survivor (Yasid), dan keempat Riyan. Salman dan Cahya menunggu di basecamp, namun yang datang hanya Riyan," jelas Kalak BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, Selasa (20/1/2026).
2. Pengerahan 200 Relawan dan 6 SRU
Hingga Selasa, pencarian besar-besaran melibatkan sekitar 200 relawan dan 160 personel inti yang terbagi dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Unsur yang terlibat meliputi TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Perhutani, pengelola Bukit Mongkrang, hingga warga sekitar.
"Kita berangkatkan enam SRU untuk pencarian hari ini. SRU 1 berjumlah 18 orang hingga SRU 6 terdiri dari 10 orang," tambah Hendro.
3. Penggunaan Teknologi Drone dan Pelacakan IMEI
Pihak kepolisian saat berkoordinasi dengan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarianYazid Ahmad Firdaus (26), Rabu (21/1/2025)
Selain penyisiran manual, Tim SAR menggunakan teknologi untuk menjangkau area sulit. Drone dari Diskominfo Kabupaten Karanganyar diterbangkan untuk memantau titik-titik yang tidak terpantau petugas.Tak hanya itu, petugas juga berupaya melacak keberadaan korban melalui IMEI dan nomor ponsel milik Yasid.
"Upaya teknis meliputi penggunaan drone, penyisiran jalur sungai Mranten, punggungan Pos 3, serta pelacakan IMEI ponsel korban," terang Hendro.
4. Unit K9 Anjing Pelacak Diterjunkan
Polres Karanganyar turut mengerahkan anjing pelacak (unit K9) untuk memaksimalkan pencarian di kawasan hutan dan jalur pendakian.
Kapolres Karanganyar, Arman Sahti, menyatakan pengerahan K9 bertujuan menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
"Pengerahan unit K9 dilakukan untuk memaksimalkan pencarian, khususnya di area yang tidak terpantau petugas," kata Arman, Rabu (21/1/2026).
5. Kendala Cuaca Ekstrem dan Kabut Tebal
Operasi SAR sempat mengalami hambatan serius akibat faktor alam. Hujan lebat dan kabut tebal yang menyelimuti Bukit Mongkrang membuat jarak pandang tim pencari menjadi sangat terbatas.
"Kendalanya hari ini hujan, kemudian cuaca kabut tebal, terbatasnya pandangan. Hal ini membuat upaya pencarian belum menuai hasil maksimal," ungkap Hendro Prayitno.
6. Perluasan Radius Pencarian hingga 600 Meter
Koordinator SAR Operasi dari Basarnas, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan bahwa radius pencarian kini diperluas. Jika sebelumnya fokus pada 400 meter dari titik hilang, kini melebar hingga 600 meter termasuk ke arah Bukit Mitis di sebelah barat.
"Perluasan area ini dilakukan berdasarkan evaluasi lapangan. Kami juga mempertimbangkan kemungkinan korban berpindah jalur," ujar Yohan.
7. Sosok Yasid: Lulusan Tekstil yang Sedang Menunggu Panggilan Kerja
Yasid Ahmad Firdaus diketahui merupakan lulusan Politeknik STTT Bandung. Ayah korban, Sapto Mulyadi (53), mengungkapkan bahwa anaknya baru saja terkena efisiensi kerja (layoff) dan tengah menunggu panggilan wawancara di Bandung.
"Yasid sempat kerja di Sritex namun kena layoff. Dia sudah melamar kerja lagi di pabrik tekstil di Bandung dan sedang menunggu panggilan interview," kata Sapto dengan nada haru di basecamp pendakian.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan di TribunSolo.com dengan judul Pendaki Bukit Mongkrang Karanganyar yang Hilang, Ternyata Eks Karyawan Sritex dan Terkena Layoff
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang