Update Pesawat Jatuh di Pangkep, Tim SAR Temukan Potongan Tubuh dan Mesin di Gunung Bulusaraung

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan potongan tubuh (body part) korban dan bagian mesin pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) bernomor registrasi PK-THT, Minggu (18/1/2026) siang.
Pesawat yang disewa oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).
Puing-puing pesawat ditemukan tersebar di lereng curam Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kronologi Penemuan Korban dan Bagian Mesin
Berdasarkan laporan terbaru dari Basarnas di Media Center Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, proses pencarian pada Minggu siang menunjukkan perkembangan signifikan namun memilukan:
- Pukul 13.43 WITA: Tim Puncak melaporkan penemuan sejumlah body part korban yang berada di bawah tebing. Lokasi penemuan berada di koordinat 04°55’44’’ LS dan 119°44’48’’ BT.
- Pukul 13.56 WITA: Tujuh personel tim aju mulai melakukan evakuasi korban dengan menyusuri jalur pendakian yang sangat terjal.
- Pukul 13.57 WITA: Unit SRU 3 menemukan kepingan pesawat, tangga, dan kursi penumpang di sekitar area pencarian.
- Pukul 14.23 WITA: Tim berhasil menemukan bagian mesin pesawat ATR 42-500 di area jatuhnya pesawat.
Kesaksian Pendaki, Detik-detik Pesawat Tabrak Tebing
Ilustrasi Gunung Bulusaraung di Sulawesi Selatan. Pendakian ke Gunung Bulusaraung termasuk salah satu aktivitas wisata andalan di Desa Wisata Tompo Bulu yang masuk 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Dua pendaki, Reski (20) dan Muslimin (18), menjadi saksi mata kunci dalam tragedi ini. Saat berada di puncak Gunung Bulusaraung pada Sabtu siang sekitar pukul 13.00 WITA, mereka melihat pesawat melintas sangat rendah."Sekitar jam 1 siang. Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan," tutur Reski saat ditemui di rumahnya di Labbakkang, Pangkep, Minggu pagi.
Reski, yang merupakan alumnus Pondok Pesantren DDI Tobarakka, menyebutkan jarak ledakan hanya sekitar 100 meter dari posisi mereka berdiri.
Meski kejadian berlangsung sangat cepat, ia sempat merekam serpihan badan pesawat yang memuat logo Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai bukti awal.
Analisis KNKT: Pesawat Masih dalam Kontrol Pilot
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, menduga pesawat menabrak tebing atau lereng pegunungan.
“Kemungkinan tabrak tebing atau lereng, tapi pesawat masih dalam kontrol pilot,” kata Soerjanto dalam konferensi pers di Bandara Sultan Hasanuddin yang dihadiri pimpinan TNI, Polri, dan Basarnas.
Data penerbangan menunjukkan pesawat PK-THT berangkat dari Yogyakarta (Bandara Adisoetjipto) pukul 08.08 WIB dengan tujuan Makassar.
Berdasarkan data Flightradar24 dan AirNav, pesawat hilang kontak sepenuhnya pada pukul 13.17 WITA. Pesawat tersebut membawa total 10 orang, yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.
Tantangan Evakuasi di Lereng Curam
Kepala BPBD Kota Makassar, Muh Fadli, menyatakan pihaknya menambah personel khusus vertical rescue untuk memperkuat operasi. Medan yang dihadapi berupa lereng gunung karst yang ekstrem dengan vegetasi lebat.
"Kita akan tambah tim dari BPBD untuk vertical rescue karena pencarian terus berlangsung dan membutuhkan peralatan serta personel vertikal yang lebih banyak," ujar Fadli.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca di lokasi dilaporkan tidak bersahabat dengan jarak pandang hanya 5-10 meter akibat kabut tebal dan hujan.
Tim SAR gabungan tetap bersiaga untuk mengevakuasi seluruh korban ke posko utama.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Ditemukan Potongan Tubuh dan Mesin Pesawat ATR Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang