Kondisi Medan Ekstrem, Tim SAR Bermalam di Jurang 200 Meter demi Jaga Jenazah Korban Pesawat Jatuh

Proses evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menghadapi kendala.
Sebanyak 10 petugas SAR gabungan terpaksa menginap di dalam jurang demi menjaga satu jenazah yang diduga korban kecelakaan pesawat tersebut, Minggu (18/1/2026).
Keputusan untuk membangun camp darurat ini diambil lantaran kondisi medan yang sangat curam serta cuaca buruk yang tidak memungkinkan proses evakuasi dilakukan pada malam hari.
Kendala Cuaca dan Jarak Pandang
Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa tim sebenarnya telah berhasil menjangkau lokasi penemuan jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut.
Namun, kabut tebal dan hujan deras memaksa tim untuk menghentikan operasi sementara waktu.
"Tadi sudah menemukan satu korban. Namun kami sampai saat ini belum bisa mengevakuasi korban karena terkendala dari kondisi cuaca," ujar Andi Sultan saat ditemui di Posko AJU Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Minggu.
Menurut Andi, jarak pandang (visibility) di lokasi jatuhnya pesawat hanya berkisar antara 3 hingga 5 meter akibat kabut pekat.
"Kondisi medan kurang bagus dan kabut di situ sekitar 3-5 meter. Kita sudah berupaya melakukan evakuasi J-trik (menarik mayat dari atas tebing), namun cuaca tidak memungkinkan," lanjutnya.
Kronologi Penemuan oleh Warga
Satu jenazah tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang warga Desa Tompobulu bernama Arman (38) sekitar pukul 14.00 Wita. Arman, yang turut membantu pencarian sejak pukul 07.00 Wita, menemukan korban di dalam jurang sedalam 200 meter.
"Posisinya tengkurap, laki-laki, masih utuh tapi pakaiannya sudah tidak ada saya lihat," kata Arman sambil menunjukkan foto korban di posko pencarian.
Selain jenazah, Arman juga menemukan sejumlah barang berharga dan dokumen yang diduga kuat milik korban di sekitar lokasi.
"Ada KTP, paspor, kartu ATM ada sekitar tiga. Ada hape juga tapi sudah hancur," beber Arman yang saat itu mengenakan jaket merah hitam.
Evakuasi Udara Dijadwalkan Hari Ini
Tim SAR gabungan menemukan puing-puing pesawat di kawasan kaki Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Minggu (18/1/2026). Proses pencarian diwarnai kabut tebal dan medan pegunungan yang terjal.
Hingga saat ini, total korban yang masih dalam proses pencarian berjumlah sembilan orang. Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengonfirmasi bahwa penemuan korban ini berada di sisi utara dari puncak lokasi serpihan pesawat ditemukan."Melalui komunikasi radio bahwa sudah ditemukan satu korban. Sekarang kita sedang berupaya mengevakuasi ke posko AJU Tompobulu," kata Mayjen Bangun Nawoko.
Rencananya, operasi evakuasi akan dilanjutkan pada Senin (19/1/2026) mulai pukul 05.00 Wita. Jika kondisi cuaca mendukung, tim SAR akan mengerahkan helikopter untuk mengangkat jenazah dari kedalaman jurang.
"Besok kami merencanakan kalau cuaca mendukung, kami akan melakukan evakuasi dengan udara," tegas Andi Sultan.
Saat ini, tujuh hingga sepuluh personel SAR masih berjaga di titik temuan guna memastikan keamanan jenazah sebelum diangkat ke titik evakuasi utama.
Data Manifest Penumpang dan Kru
Berdasarkan data passenger manifest yang diterima, terdapat 10 orang di dalam pesawat ATR 42-500 PK-THT, yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang. Berikut rinciannya:
Kru Pesawat:
- Andy Dahananto (Kapten/Pilot)
- Farhan Gunawan (Kopilot)
- Hariadi (Flight Operation Officer)
- Restu Adi P (Engineer)
- Dwi Murdiono (Engineer)
- Florencia Lolita (Awak Kabin)
- Esther Aprilita S (Awak Kabin)
Penumpang:
- Deden
- Ferry
- Yoga
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR terus berjuang menembus medan berat Gunung Bulusaraung guna mengevakuasi seluruh korban dan menemukan kotak hitam pesawat.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul 10 Petugas SAR Nginap di Jurang 200 Meter Jaga Mayat Korban Pesawat ATR 42-500 Belum Dievakuasi
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang