Kisah Heroik Dokter Aron dan Tim SAR Selamatkan Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny

Dokter Aron Simatupang, tim dokter penyelemat di tragedi di Ponpes Al Khoziny
Dokter Aron Simatupang, tim dokter penyelemat di tragedi di Ponpes Al Khoziny

 Peristiwa ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo masih menyisakan duka mendalam bagi banyak orang. Namun di balik tragedi memilukan itu, tersimpan kisah heroik dari para tenaga medis dan tim penyelamat yang telah berjibaku menyelamatkan korban. 

Salah satu sosok sedang disorot adalah Dokter Aron Simatupang, yang melakukan tindakan medis ekstrem di lokasi kejadian. Dalam sebuah program televisi yang dipandu Raffi Ahmad dan Irfan Hakim, sang dokter menceritakan bahwa keputusan untuk melakukan amputasi di tengah reruntuhan bukanlah hal mudah. 

Reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo

“Kami temukan saat itu korban sedang terhimpit beton sekian jam dari kejadian tersebut. Jika tidak dilakukan amputasi, nyawanya bisa hilang,” ungkap Dokter Aron yang dikutip dari YouTube pada Rabu, 8 Oktober 2025. 

Tindakan tersebut dilakukan di bawah tekanan waktu, dalam kondisi gelap, minim oksigen, dan tidak steril, situasi yang jauh dari standar ruang operasi rumah sakit. Namun, keselamatan nyawa korban menjadi prioritas utama bagi sang dokter. 

“Nyawa korban di atas segala-galanya. Kalaupun kami tidak keluar, kami selesai bersama dengan korban di situ,” ujarnya. .

Keputusan itu merupakan hasil koordinasi cepat antara berbagai pihak, termasuk RSUD Notopuro Sidoarjo. Bersama tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, PMI, hingga relawan lokal bahu-membahu mengevakuasi para korban.

Dokter Aron juga menjelaskan bahwa komunikasi dengan korban yang masih sadar menjadi bagian penting dalam proses medis di lokasi bencana. 

“Cara kami mengakses pasien adalah dengan mengajak bicara. Dari situ kami tahu apakah pernapasannya baik dan darah ke otak masih cukup. Sekaligus juga untuk menenangkan korban,” jelasnya.

Setelah melakukan amputasi darurat di lokasi, Dokter Aron bersama tim segera membawa korban ke rumah sakit untuk melanjutkan operasi lanjutan.

“Kami kembali ke rumah sakit untuk melakukan operasi lanjutan bersama dengan supervisi saya, Dokter Larona,” tambahnya.

Meskipun tindakan tersebut berisiko tinggi, hasilnya tidak sia-sia. Nyawa sang santri berhasil diselamatkan, dan tindakan cepat itu mendapat apresiasi luas dari masyarakat serta keluarga korban. 

Tak lupa, Dokter Aron juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa Ponpes Al Khoziny.

“Kami turut berduka terhadap keluarga korban, dan berterima kasih untuk setiap elemen yang bekerja keras dalam evakuasi ini. Semua bekerja solid sebagai satu tim,” ujarnya.