Menggali Potensi Pangan Fungsional Berbasis Kearifan Lokal untuk Kesehatan dan Ketahanan Pangan Nasional

Ilustrasi Makanan Sehat, Seremoni MoU Program IRN, Antusiasme Mahasiswa Meningkat, Konsisten Dukung Riset Mahasiswa Selama Dua Dasawarsa, Fokus pada Pangan Fungsional Berbasis Potensi Lokal, Pendampingan dan Penguatan Kapasitas Peneliti Muda, Empat Peneliti Terbaik IRN 2024–2025
Ilustrasi Makanan Sehat

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat, muncul konsep pangan fungsional, yaitu sumber pangan yang tidak hanya memberikan energi dan gizi, tetapi juga memiliki manfaat tambahan bagi kesehatan. Pangan fungsional dapat membantu mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup jika dimanfaatkan secara tepat.

Melihat potensi besar tersebut, riset di bidang ini terus berkembang, termasuk di kalangan mahasiswa. Salah satu bentuk dukungan terhadap inovasi pangan fungsional datang dari Program Indofood Riset Nugraha (IRN) yang kembali menyalurkan bantuan dana penelitian bagi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi Indonesia.

Sebanyak 96 proposal penelitian mahasiswa memperoleh bantuan dana dari Program Indofood Riset Nugraha (IRN) tahun 2025–2026 yang mengusung tema “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal.” Para penerima IRN merupakan mahasiswa program sarjana (S1) yang sedang menyelesaikan studi akhir dan berasal dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Penyerahan bantuan dana dilakukan secara simbolis melalui Penandatanganan MoU di Jakarta, menandai dimulainya perjalanan penelitian mereka di bidang pangan fungsional yang berakar pada kekayaan lokal Indonesia.

Seremoni MoU Program IRN, Seremoni MoU Program IRN, Antusiasme Mahasiswa Meningkat, Konsisten Dukung Riset Mahasiswa Selama Dua Dasawarsa, Fokus pada Pangan Fungsional Berbasis Potensi Lokal, Pendampingan dan Penguatan Kapasitas Peneliti Muda, Empat Peneliti Terbaik IRN 2024–2025

Seremoni MoU Program IRN

Antusiasme Mahasiswa Meningkat

Hingga batas akhir penerimaan proposal IRN 2025–2026 pada 31 Agustus 2025, Indofood menerima 735 proposal penelitian dari 135 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut kemudian diseleksi secara ketat melalui dua tahap: seleksi administrasi dan seleksi substansi, yang melibatkan sembilan pakar lintas disiplin ilmu.

Para pakar tersebut berasal dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari Teknologi Pangan, Sosial Ekonomi Pertanian, Budidaya Pertanian, Peternakan, Gizi dan Kesehatan, Perikanan dan Kelautan, hingga Genetika dan Bioteknologi Molekuler, serta praktisi dari sektor industri.

Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Indrayana, mengungkapkan bahwa jumlah proposal yang masuk mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini kami menerima 735 proposal dan meloloskan 96 proposal penelitian. Angka ini naik sekitar 20% dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan antusiasme mahasiswa meningkat untuk melakukan penelitian, khususnya di bidang pangan fungsional dari berbagai aspek keilmuan. Kami berharap, hadirnya program IRN dapat semakin memberdayakan para peneliti muda untuk berinovasi dan berkontribusi bagi pengembangan pangan lokal, yang pada akhirnya akan turut memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Konsisten Dukung Riset Mahasiswa Selama Dua Dasawarsa

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2006, Program IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai sekitar 1.200 proyek riset mahasiswa. Menjelang dua dekade perjalanannya, program ini terus konsisten mendorong minat riset mahasiswa dalam bidang pangan, inovasi pangan, dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Upaya ini sejalan dengan misi peningkatan ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui pengembangan komoditas lokal bernilai gizi tinggi agar memberi dampak sosial dan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Fokus pada Pangan Fungsional Berbasis Potensi Lokal

Ketua Tim Pakar IRN, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, menjelaskan bahwa tema IRN tahun ini sangat relevan dengan tantangan pangan di Indonesia.

“Tahun ini, IRN kembali hadir dengan tema ‘Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal’. Tema ini sangat relevan dengan kondisi sekarang, mengingat masih banyak sumber pangan fungsional bernilai gizi tinggi di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, jika berbicara tentang pangan lokal, pemanfaatannya juga berpotensi besar untuk pengembangan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Prof. Purwiyatno juga menekankan bahwa pangan fungsional memiliki posisi strategis dalam mendukung pola makan bergizi seimbang dan dapat menjadi solusi terhadap masalah gizi ganda, yakni kekurangan gizi sekaligus meningkatnya konsumsi pangan tinggi kalori di masyarakat modern.

Secara umum, pangan fungsional didefinisikan sebagai sumber pangan yang tidak hanya berperan sebagai sumber energi dan gizi, tetapi juga memiliki khasiat tertentu yang dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat.

Pendampingan dan Penguatan Kapasitas Peneliti Muda

Selain bantuan dana penelitian, setiap penerima IRN juga akan mendapatkan pendampingan langsung dari Tim Pakar IRN. Para pakar akan memberikan bimbingan dalam menghadapi berbagai tantangan penelitian melalui dua tahapan audit, agar penelitian berjalan sesuai kaidah ilmiah dan menghasilkan temuan yang dapat diterapkan.

Tak hanya itu, program IRN juga memberikan pelatihan soft skill untuk membentuk karakter peneliti muda yang tangguh, profesional, dan berintegritas — bekal penting bagi generasi riset Indonesia di masa depan.

Empat Peneliti Terbaik IRN 2024–2025

Pada kesempatan yang sama, IRN juga memberikan penghargaan bagi empat mahasiswa yang meraih predikat Peneliti Terbaik dan Terpilih Program IRN 2024–2025. Penilaian dilakukan berdasarkan lima kriteria: proses penelitian, mutu hasil, teknik presentasi, penguasaan materi, dan sikap peneliti.

Mereka yang terpilih adalah:

  1. Hamzah Akram Maulana – Universitas Tanjungpura
    Judul penelitian: Dairy-Free Imitation Cream Cheese Dengan Fat Replacer Pada Berbagai Konsentrasi Koagulan Gluconic Acid-Δ-Lactone Sebagai Plant-Based Food Berbasis Potensi Lokal Kalimantan Barat.
  2. Kalisha Nirmala Chandra – Universitas Gadjah Mada
    Judul penelitian: Designing Functional Eggs: Peningkatan Kualitas Telur dan Ekspresi Gen Antioksidan Ayam Petelur Melalui Inovasi Suplemen Pakan Berbahan Selenium Organik.
  3. Rosdiana Anjelina – Institut Teknologi Bandung
    Judul penelitian: Analisis Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman, Kualitas Biomassa, Serta Dinamika Kandungan Nitrogen Pada Sistem Three Sisters Dengan Penggunaan Pupuk Vermikompos.
  4. Zhafa Nesya Salsabila – Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
    Judul penelitian: Isolasi, Seleksi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Teri Fermentasi (Rusip) sebagai Kandidat Kultur Starter dan Penghasil Bakteriosin.

“Selamat kepada empat peneliti terbaik dari program IRN tahun 2024/2025,” kata Indrayana.