Kesaksian Warga Maros Saat Pesawat Jatuh, Kampung Mendadak Riuh Ambulans dan Tim SAR

Gunung Bulusaraung, pesawat jatuh, Maros, Kesaksian Warga Maros Saat Pesawat Jatuh, Kampung Mendadak Riuh Ambulans dan Tim SAR

Suasana tenang di Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, berubah mencekam pada Sabtu (17/1/2026).

Kampung yang terletak di kaki Gunung Bulusaraung ini mendadak ramai setelah tersiar kabar jatuhnya pesawat Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-THT.

Pesawat jenis ATR 42-500 tersebut dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Adi Soecipto, Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pesawat diduga jatuh di kawasan hutan karst yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Warga Terkejut dan Jalanan Macet Parah

Akses jalan menuju lokasi di Leang-Leang yang hanya memiliki lebar sekitar tiga meter kini dipadati oleh kendaraan tim evakuasi, TNI, Polri, hingga ambulans.

Kondisi ini membuat mobilitas di kaki Gunung Bulusaraung lumpuh karena kendaraan harus bergantian melintas.

Sakkare (55), salah seorang warga setempat, mengaku terkejut dengan kedatangan ratusan kendaraan yang secara tiba-tiba memadati kampungnya sejak sore hari.

"Barusan kampung ini ramai sekali. Tiba-tiba banyak yang datang pakai mobil, motor. Tadi kami kaget, kami kira ada yang meninggal di kampung. Kabarnya ada pesawat jatuh," ujar Sakkare saat ditemui di lokasi, Sabtu.

Hingga malam hari, belasan ambulans dari berbagai instansi seperti TNI, Polri, Kementerian Sosial, hingga Dompet Dhuafa tampak menyemut di sepanjang jalan desa.

Daftar Penumpang dan Kru Pesawat

Gunung Bulusaraung, pesawat jatuh, Maros, Kesaksian Warga Maros Saat Pesawat Jatuh, Kampung Mendadak Riuh Ambulans dan Tim SAR

Tim SAR Gabungan menunjukkan serpihak pesawat ATR 42-500 diisekitar lokasi kecelakaan jatuhnya pesawat naas tersebut di wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulsaraung Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).

Berdasarkan manifest penerbangan, pesawat tersebut mengangkut total 11 orang, yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. Ketiga penumpang tersebut merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sedang melaksanakan misi pengawasan udara (air surveillance).

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, mengonfirmasi identitas ketiga pegawainya tersebut:

  • Ferry Irrawan (Analis Kapal Pengawas)
  • Deden Mulyana (Pengelola BMN)
  • Yoga Nauval (Operator Foto Udara)

Sementara itu, pihak Indonesia Air Transport melalui Dirut Tri Adi Wibowo merilis daftar kru yang bertugas:

  • Capt. Andy Dahananto (Pilot)
  • Yudha Mahardika
  • Hariadi
  • Franky D Tanamal
  • Junaidi
  • Florencia Lolita
  • Esther Aprilita S

Medan Ekstrem dan Kendala

Evakuasi Tim SAR gabungan yang terdiri dari 476 personel menghadapi tantangan berat untuk mencapai titik jatuhnya puing pesawat. Lokasi di ketinggian sekitar 1.353 mdpl tersebut dikenal memiliki medan yang sangat terjal, berhutan lebat, dan sering tertutup kabut tebal.

Andi Sultan, salah satu koordinator lapangan, menjelaskan bahwa tim harus menggunakan peralatan mountaineering untuk menembus lokasi.

  1. "Akses untuk turun ke badan pesawat ini cukup terjal, maka dari itu kita harus menghitung safety-nya dulu. Kami menggunakan peralatan mountaineering dan tetap melalui jalur pendakian karena akarnya memudahkan pergerakan," jelas Andi.

Untuk mendukung komunikasi di area blank spot, tim evakuasi menggunakan teknologi satelit Starlink portable dan mengerahkan Helikopter Caracal dari Lanud Sultan Hasanuddin untuk pemantauan udara.

Saat ini, posko terpadu telah didirikan di Kantor Desa Tompobulu untuk mengoordinasikan proses pencarian dan evakuasi dari dua arah, yakni Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Warga Kaget Tiba-tiba Banyak Ambulans di Leang Leang, Sakkare: Katanya Ada Pesawat Jatuh

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang