Marathon Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny, Tim SAR Jalani Kerja 24 Jam Tanpa Henti

BNPB, Basarnas, sidoarjo, tim SAR, Al Khoziny, al khoziny buduran sidoarjo, ponpes al khoziny ambruk, ponpes al khoziny buduran, al khoziny sidoarjo, ponpes al khoziny buduran sidoarjo, al khoziny buduran, bangunan ponpes al khoziny sidoarjo ambruk, bangunan ponpes al khoziny ambruk, ponpes al khoziny roboh, ponpes al khoziny runtuh, al khoziny ambruk, Marathon Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny, Tim SAR Jalani Kerja 24 Jam Tanpa Henti, Kerja 24 Jam, Tim SAR Dijaga Staminanya, Kendala di Lapangan dan Dukungan Teknis, Ancaman Penyakit dan Mitigasi Kesehatan, Layanan Psikososial dan Pemulihan Emosional

— Memasuki hari ketujuh pascaruntuhnya gedung musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, tim SAR gabungan terus bekerja tanpa henti.

Di tengah upaya pencarian korban yang masih berlangsung, stamina para personel menjadi perhatian utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dinas terkait.

Hingga Minggu (5/10/2025) siang, tim pencarian dan pertolongan gabungan berhasil menemukan 12 jenazah tambahan dan satu potongan tubuh manusia dari balik reruntuhan bangunan empat lantai tersebut.

Dengan demikian, total korban meninggal dunia mencapai 37 orang, sementara dua potongan tubuh masih dalam proses identifikasi.

Jumlah korban yang masih dinyatakan hilang tercatat 26 orang, berdasarkan daftar absensi santri yang dirilis pihak pondok pesantren. Namun, BNPB menegaskan angka itu masih bersifat sementara.

“Data ini kami peroleh dari pihak pondok pesantren. Hasil akhirnya baru bisa dipastikan setelah seluruh proses pembersihan dan evakuasi selesai hingga ke lantai dasar,”ujar Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, Minggu (5/10/2025) dalam rilis tertulis yang diterima Kompas.com.

Kerja 24 Jam, Tim SAR Dijaga Staminanya

Operasi SAR di lokasi ambruknya musala telah berlangsung nonstop selama tujuh hari. Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan bekerja dalam sistem bergantian setiap tiga jam untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah kondisi medan yang berat.

Namun, intensitas tinggi di bawah panas matahari dan paparan debu membuat sebagian anggota tim mulai mengalami penurunan stamina dan gangguan kesehatan ringan, seperti gatal-gatal dan kelelahan ekstrem.

Untuk menjaga ketahanan fisik para personel, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menambah dukungan medis di lokasi.

Pelayanan meliputi pemberian suplemen vitamin, pemeriksaan berkala, serta penanganan gejala gatal-gatal yang dialami beberapa relawan SAR.

Kendala di Lapangan dan Dukungan Teknis

Proses pembersihan puing kini telah mencapai lebih dari 60 persen, namun tim menghadapi kendala teknis.

Salah satu bagian beton diketahui menempel pada bangunan di sebelahnya, sehingga pembersihan harus dilakukan hati-hati agar tidak merusak struktur lain.

Untuk memastikan keamanan, BNPB menggandeng tim ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) guna melakukan investigasi forensik struktur bangunan dan memberikan rekomendasi teknis bagi tim pembersihan.

“Beton ada yang terhubung dengan bangunan lain. Kami sudah meminta tim ITS untuk meneliti dan memberikan panduan agar tidak merusak gedung di sekitarnya,” kata Budi Irawan.

Ancaman Penyakit dan Mitigasi Kesehatan

BNPB, Basarnas, sidoarjo, tim SAR, Al Khoziny, al khoziny buduran sidoarjo, ponpes al khoziny ambruk, ponpes al khoziny buduran, al khoziny sidoarjo, ponpes al khoziny buduran sidoarjo, al khoziny buduran, bangunan ponpes al khoziny sidoarjo ambruk, bangunan ponpes al khoziny ambruk, ponpes al khoziny roboh, ponpes al khoziny runtuh, al khoziny ambruk, Marathon Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny, Tim SAR Jalani Kerja 24 Jam Tanpa Henti, Kerja 24 Jam, Tim SAR Dijaga Staminanya, Kendala di Lapangan dan Dukungan Teknis, Ancaman Penyakit dan Mitigasi Kesehatan, Layanan Psikososial dan Pemulihan Emosional

Proses evakuasi korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo pada Minggu (5/10/2025) dini hari

Selain menjaga stamina petugas, potensi penyakit dari pembusukan jenazah yang sudah memasuki hari ketujuh juga menjadi perhatian serius.

BNPB menjelaskan, jenazah korban bencana tidak menularkan penyakit berbahaya secara langsung. Namun, risiko kesehatan bisa muncul jika cairan pembusukan mencemari sumber air bersih di sekitar lokasi.

Untuk mencegah hal itu, BNPB bersama Pusat Krisis Kesehatan RI, Dinkes, dan BPBD Jawa Timur memperkuat upaya mitigasi dengan penyemprotan disinfektan dan insektisida di area reruntuhan.

Selain itu, petugas juga dibekali alat pelindung diri (APD) lengkap seperti masker, sarung tangan, sepatu boots, dan kacamata pelindung.

“BNPB akan menambah dukungan APD, kacamata, dan semua perlengkapan yang diperlukan sesuai standar keselamatan kerja,” ujar Budi.

Layanan Psikososial dan Pemulihan Emosional

BNPB juga menyoroti pentingnya dukungan psikososial bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Banyaknya lalu lintas ambulans dan kendaraan berat di sekitar lokasi dikhawatirkan memicu trauma, terutama bagi keluarga santri yang masih menunggu kabar.

Sebagai langkah pemulihan, Dinas Kesehatan dan Pusat Krisis Kesehatan RI membuka posko layanan psikososial yang memberikan layanan konseling gratis, pijat refleksi, dan bekam tradisional bagi keluarga korban serta warga terdampak.

BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan seluruh elemen yang terlibat dalam operasi kemanusiaan di Ponpes Al Khoziny terus memohon dukungan masyarakat agar proses pencarian dapat segera tuntas.

“Kami mohon doa agar seluruh tim diberi kekuatan dan stamina untuk menyelesaikan tugas kemanusiaan ini sebaik-baiknya,” ujar Abdul Muhari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.