Top 6+ Penjahat Kakap Pernah Huni Lapas Nusakambangan, Ammar Zoni Jadi Artis Pertama?
Aktor Ammar Zoni resmi dipindahkan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba di Jakarta ke Lapas Karanganyar, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pemindahan mantan suami Irish Bella ini menjadi sorotan publik mengingat lokasi tersebut bukanlah penjara biasa.
Kepala Subdirektorat Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenimipas Rika Aprianti menyampaikan Ammar Zoni akan ditempatkan seorang diri di satu sel (one man one cell). Ammar dipindahkan bersama lima narapidana lainnya yang 'dilabeli' warga binaan berisiko tinggi (high risk).
Penempatan artis di Nusakambangan seperti Ammar Zoni merupakan kejadian langka. Biasanya para figur publik ini menjalani hukuman di lapas umum atau rutan kota besar dengan tingkat keamanan menengah, seperti Rutan Polda Metro Jaya, Rutan Salemba, Lapas Cipinang atau Lapas Pondok Bambu.
Hotel prodeo di Pulau Nusakambangan tersebut merupakan lapas yang termasuk kategori pengamanan sangat ketat (supermaximum security). Sehingga, narapidana yang menghuni lapas tersebut pun bukan 'penjahat' biasa.
Pulau yang dijuluki sebagai penjara paling angker di Indonesia ini menjadi rumah bagi para pelaku kejahatan kelas kakap. Mulai dari pembunuh berantai, gembong narkoba lintas negara, hingga teroris yang pernah mengguncang keamanan negeri.
Dikutip VIVA dari berbagai sumber, beberapa nama yang pernah mendekam di bui Nusakambangan dari teoris, mantan menteri hingga penjahat lintas negara.
1. Trio Bom Bali
Amrozi, Imam Samudra, dan Mukhlas menjadi tiga nama yang lekat dalam sejarah kelam Indonesia. Mereka merupakan otak di balik tragedi bom Bali 2002 yang menewaskan 202 orang. Ketiganya sempat mendekam di Lapas Nusakambangan sebelum akhirnya dieksekusi mati pada 2008.
2. Duo Bali Nine
Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, dua warga Australia yang dikenal sebagai bagian dari kelompok Bali Nine, juga menjalani hukuman di Nusakambangan. Mereka terlibat dalam penyelundupan 8,2 kilogram heroin dari Indonesia ke Australia. Setelah sempat ditahan di Lapas Kerobokan, keduanya dipindahkan ke Nusakambangan untuk menjalani eksekusi mati pada tahun 2015.
3. Johny Indo
Nama Johny Indo sempat menggemparkan publik di era 1970-an sebagai pimpinan kelompok perampok toko emas Pachinko. Aksinya di kawasan Cikini pada 1979 berakhir dengan hukuman 14 tahun penjara di Nusakambangan.
Laki-laki yang memiliki nama lengkap Johanes Hubertus Eijkenboom bahkan pernah mencoba kabur bersama 34 tahanan lain, namun upaya itu gagal setelah 12 hari pelarian. Setelah bebas, Johny Indo menempuh jalan baru sebagai pendakwah dan aktor bahkan membintangi film tentang kisah hidupnya sendiri.
4. Saman Hasan Zadeh Leli (Messi)
Kisah unik datang dari seorang tahanan asal Iran bernama Saman Hasan Zadeh Leili atau Messi. Pada 2016, ia berhasil kabur dari Lapas Nusakambangan dengan menyamar sebagai petugas, lengkap dengan seragam dan motor curian. Hingga kini, keberadaannya masih menjadi misteri.
5. Kadarmono
Terpidana kasus perampokan ini menjadi salah satu narapidana yang berhasil kabur saat menjalani program asimilasi di Nusakambangan. Pada 2017, Kadarmono memanfaatkan kesempatan saat menggembala sapi untuk melarikan diri. Dikenal memiliki kemampuan fisik kuat dan menguasai ilmu kanuragan, ia hingga kini belum ditemukan.
6. Bob Hasan
Mantan Menteri di era Presiden Soeharto ini sempat menjalani masa hukuman enam tahun penjara atas kasus korupsi. Meski berstatus narapidana, Bob Hasan tetap dikenal sebagai tokoh penting olahraga nasional yang memimpin PB PASI hingga 2008.