Kondisi Ammar Zoni di Nusakambangan Bikin Keluarga Cemas: Lebih Menyedihkan dari yang Kalian Lihat
Kekhawatiran keluarga terus membayangi Ammar Zoni yang kini mendekam di Lapas Nusakambangan atas kasus narkoba. Kondisi fisik dan psikologis sang aktor disebut makin memprihatinkan, seperti diungkapkan oleh ibu angkatnya, Titik Haryanti, dan kekasihnya, Dokter Kamelia.
Titik Haryanti menuturkan bahwa Ammar mulai mengeluhkan kondisi tubuhnya selama menjalani masa tahanan. Di lapas dengan pengamanan super ketat itu, Ammar hanya diizinkan keluar sel selama satu jam setiap hari untuk menghirup udara segar. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
"Kakinya mulai kebas karena untuk keluar itu hanya 1 jam," jelas Titik Haryanti di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.
Sementara itu, Dokter Kamelia yang sempat berkomunikasi dengan Ammar melalui video call juga tak kuasa menahan haru melihat keadaan kekasihnya. Ia menyebut kondisi sebenarnya jauh lebih buruk daripada yang terlihat publik.
"Nanti coba minta rekaman sama Om Jon itu lebih, lebih menyedihkan sebenarnya dibanding yang tersebar sama kalian," ujar Kamelia.
"Aku sih cuma minta di Indonesia ini hukumnya jangan memilah-milah," tambahnya.
Ammar Zoni sendiri baru saja menjalani sidang secara daring di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis 6 November 2025. Dalam kesempatan itu, bintang sinetron 7 Manusia Harimau tersebut mengungkapkan sejumlah kesulitan yang ia alami selama berada di Nusakambangan.
Ia mengaku tidak memiliki akses memadai untuk menyiapkan nota pembelaan (eksepsi) bersama tim kuasa hukumnya.
"Bagaimana kami mau bisa melaksanakan sidang eksepsi kalau komunikasi saya dan penasihat hukum saja sangat dibatasi. Kami juga tidak dapat kertas dan pena untuk menuliskan eksepsi pribadi," ujar Ammar Zoni.
Ketika hakim menanyakan apakah ia bisa berkomunikasi dengan pengacaranya melalui video call atau telepon, Ammar dengan tegas menjawab belum pernah dilakukan.
"Belum, belum sama sekali, Yang Mulia. Belum," jawab Ammar dengan nada serius.
Keterbatasan itu membuat Ammar merasa frustrasi karena tak bisa berkoordinasi dengan baik dalam menyiapkan pembelaan dirinya.
"Jadi bagaimana kami bisa bikin eksepsi?" ucapnya penuh kebingungan.
Ammar pun berharap majelis hakim dapat mengizinkan persidangan dilakukan secara tatap muka agar proses komunikasi lebih efektif.
"Kami sekali lagi berharap bisa dihadirkan secara offline selama persidangan, Yang Mulia. Karena yang paling penting saat ini adalah komunikasi," katanya.
Menanggapi permohonan tersebut, Majelis Hakim menyatakan kemungkinan untuk menggelar sidang tatap muka masih terbuka, terutama jika kasus sudah masuk tahap pembuktian.
"Kami tidak menutup kemungkinan untuk sidang offline. Kalau memang perlu, majelis hakim akan mengeluarkan penetapan untuk sidang tatap muka," jelas Hakim Ketua.
Kondisi Ammar yang disebut makin menurun membuat keluarga berharap ada kebijakan yang lebih manusiawi dalam menjalani proses hukum, tanpa mengabaikan hak-haknya sebagai terdakwa.