Tragedi Ponpes Al Khoziny, Korban Dimakamkan di Pasuruan dengan Iringan Tangis Warga  

Jawa Timur, Pasuruan, Al Khoziny, Ponpes Al Khoziny, Tragedi Ponpes Al Khoziny, Korban Dimakamkan di Pasuruan dengan Iringan Tangis Warga  

Pemandangan haru menyelimuti proses pemakaman M. Ghifari Chasbi di TPU Tamansari, Pasuruan, Jawa Timur. 

Santri berusia 15 tahun tersebut menjadi korban dalam bencana ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny

Proses pemakaman berlangsung pada Jumat (10/10/2025), di mana ratusan warga setempat memadati mushala Darul Aman Al Mansyuriah.

Mereka hadir untuk menyalatkan jenazah almarhum dan mengantarkan peristirahatan terakhirnya ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa.

Tidak hanya keluarga, tangisan haru warga pun mengiringi jenazah Ghifari dalam perjalanan menuju makam.

"Korban ini dikenal baik, sopan, dan rajin mengaji. Banyak warga dan teman-temannya merasa kehilangan," ujar Kepala Desa Tamansari, Mustain Romli.

Perasaan Orang Tua yang Kehilangan

Mustain menjelaskan bahwa orang tua korban, Ahmad Muhdlori dan Uswatul Hasanah, sudah lebih dari seminggu menunggu kabar tentang anaknya. 

Rasa kehilangan begitu mendalam saat mereka mengantarkan jenazah anak mereka ke makam. 

Usai salat jenazah, orang tua korban tampak lemas, namun dengan sepenuh hati tetap menghantarkan kepergian anaknya hingga ke makam.

Harapan Agar Kejadian Serupa Tak Terulang

Warga setempat berharap kejadian ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny tidak terulang.

Mereka mengingatkan agar pengelola pondok pesantren lebih memperhatikan keamanan dan kualitas bangunan agar keselamatan santri dapat terjamin.

"Semoga kejadian serupa tidak terulang dan insiden tersebut menjadi pelajaran," harap Mustain.

Identifikasi Korban Lainnya oleh Tim DVI

Dilansir dari Antara, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim mengungkapkan bahwa mereka telah berhasil mengidentifikasi delapan korban dari tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny, salah satunya M Ghifari Chasbi asal Pasuruan.

Dengan tambahan delapan korban yang teridentifikasi, total korban yang berhasil dikenali mencapai 48 dari 67 kantong jenazah yang ditemukan.

"Pada tanggal 9 Oktober 2025, tim DVI Polda Jatim telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap delapan kantong jenazah yang cocok dengan nomor antemortem," kata Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Khusnan Marzuki, dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Kamis malam.

Daftar Delapan Korban Ponpes Al Khoziny yang Telah Teridentifikasi

  1. Moch Adam Fidiansyah (12 tahun) – Masangan Kulon, Sidoarjo
  2. Muhamad Raihan Jamil (14 tahun) – Kemayoran, Surabaya
  3. Mohammad Abdul Rohman Nafis (15 tahun) – Pulungan, Sidoarjo
  4. M Ghifari Chasbi (15 tahun) – Tamansari, Pasuruan
  5. Moh Toni Afandi (14 tahun) – Sidotopo, Surabaya
  6. Ach. Ramzi Fariki (15 tahun) – Padurenan, Bogor
  7. Abdullah As Syadid (16 tahun) – Modung, Bangkalan
  8. Arif Afandi (15 tahun) – Wonorejo, Surabaya

Saat ini, masih terdapat 17 jenazah yang belum teridentifikasi, namun seluruh sampel DNA telah dikirim ke Laboratorium Cipinang, Jakarta untuk proses lebih lanjut.

Proses identifikasi dan operasi DVI masih terus berlangsung untuk menyelesaikan pendalaman antemortem dan postmortem terkait korban lainnya.

Sebagian artikel telah tayang di .

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.