Saat Pakaian Jadi Kunci Mengungkap Identitas Korban Mushala Al Khoziny Sidoarjo

ponpes al khoziny sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, data korban ponpes al khoziny, mushala ponpes al khoziny ambruk, korban ponpes al khoziny sidoarjo, update ponpes al khoziny sidoarjo, Saat Pakaian Jadi Kunci Mengungkap Identitas Korban Mushala Al Khoziny Sidoarjo, Proses identifikasi yang penuh tantangan, Perpaduan data antemortem dan postmortem, Pencocokan data korban , Pendampingan bagi keluarga korban

Proses identifikasi korban ambruknya bangunan mushala Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus berlangsung hingga Sabtu (4/10/2025).

Sebagian besar korban merupakan santri anak-anak dan remaja yang belum memiliki dokumen identitas resmi, sehingga tim gabungan harus mengandalkan metode ilmiah dan observasi detail untuk memastikan keakuratan identitas.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Satgas Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, PMI, Dinas Sosial, Pemadam Kebakaran, Dinas PU-SDA, dan relawan terus melanjutkan operasi pencarian dan identifikasi korban hingga hari keenam, Sabtu (4/10/2025).

Berdasarkan data terbaru BNPB per pukul 12.00 WIB, tercatat 167 orang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Dari jumlah itu, 118 orang berhasil ditemukan, terdiri atas 104 orang selamat dan 14 meninggal dunia.

Sebanyak 49 orang masih dalam proses pencarian.

Proses identifikasi yang penuh tantangan

ponpes al khoziny sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, data korban ponpes al khoziny, mushala ponpes al khoziny ambruk, korban ponpes al khoziny sidoarjo, update ponpes al khoziny sidoarjo, Saat Pakaian Jadi Kunci Mengungkap Identitas Korban Mushala Al Khoziny Sidoarjo, Proses identifikasi yang penuh tantangan, Perpaduan data antemortem dan postmortem, Pencocokan data korban , Pendampingan bagi keluarga korban

Potret Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur dari tahun ke tahun.

Setiap jenazah yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke posko DVI (Disaster Victim Identification) untuk menjalani proses identifikasi.

Tim menghadapi kesulitan karena kondisi sebagian besar korban yang tertimpa material bangunan dan mengalami luka berat.

Selain itu, mayoritas korban yang masih berusia belasan tahun belum memiliki KTP atau dokumen identitas resmi, sehingga pencocokan data tidak bisa dilakukan dengan cara administratif.

Sebagai gantinya, tim DVI mengandalkan data sekunder seperti pakaian terakhir yang dikenakan korban, catatan medis, serta tanda fisik khusus seperti bekas luka, kondisi gigi, dan tanda lahir.

Apabila hasil pencocokan visual dan dokumen belum cukup, metode forensik seperti uji DNA juga diterapkan untuk memastikan keakuratan identitas.

“Proses DVI ini memegang peranan penting dalam penanganan darurat insiden mushala Al Khoziny. Banyak korban ditemukan dalam kondisi sulit dikenali akibat tertimpa material dan luka berat, sehingga diperlukan metode identifikasi ilmiah untuk memastikan keakuratan data,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam rilisnya, Sabtu.

Perpaduan data antemortem dan postmortem

ponpes al khoziny sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, data korban ponpes al khoziny, mushala ponpes al khoziny ambruk, korban ponpes al khoziny sidoarjo, update ponpes al khoziny sidoarjo, Saat Pakaian Jadi Kunci Mengungkap Identitas Korban Mushala Al Khoziny Sidoarjo, Proses identifikasi yang penuh tantangan, Perpaduan data antemortem dan postmortem, Pencocokan data korban , Pendampingan bagi keluarga korban

Tim SAR gabungan mencari korban bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025) malam. Berdasarkan data Badan SAR Nasional terdapat 100 orang santri menjadi korban dalam peristiwa itu, 99 orang berhasil diselamatkan dimana delapan orang dievakuasi tim SAR gabungan dan 91 orang melakukan evakuasi mandiri setelah kejadian, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/tom.

Muhari menjelaskan, metode DVI dilakukan dengan menggabungkan data antemortem, seperti catatan medis, sidik jari, ciri fisik, atau DNA dari keluarga, dengan data postmortem yang diperoleh dari hasil pemeriksaan jenazah.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan identitas korban secara sah, sekaligus menjaga martabat para korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu di posko.

“Melalui cara ini, setiap korban dapat diidentifikasi dengan benar sehingga keluarga dapat menerima kepastian, melakukan prosesi pemakaman sesuai keyakinan, dan negara dapat memenuhi kewajiban kemanusiaannya,” katanya lagi.

Muhari juga menegaskan bahwa proses ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut aspek etika dan kemanusiaan.

“Proses identifikasi bukan sekadar pencocokan data, tetapi bentuk penghormatan kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.

Pencocokan data korban 

Di lapangan, tim identifikasi bekerja dengan hati-hati.

Mereka mencatat setiap potongan informasi yang bisa membantu mengenali korban, termasuk pakaian yang masih melekat di tubuh korban saat ditemukan di reruntuhan.

Dalam beberapa kasus, data sekunder seperti ijazah atau dokumen pendidikan juga menjadi rujukan untuk mencocokkan identitas.

“Sebagian besar korban masih anak-anak dan remaja, jadi kami banyak menggunakan data dari keluarga, seperti ciri fisik, kondisi gigi, hingga rekam kesehatan. Jika belum cukup, kami lakukan uji DNA,” kata Muhari.

Pendekatan ini memungkinkan proses identifikasi tetap berjalan cepat meski dihadapkan pada keterbatasan dokumen kependudukan.

Tim juga bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan data yang diperoleh valid dan sah secara hukum.

Pendampingan bagi keluarga korban

ponpes al khoziny sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, data korban ponpes al khoziny, mushala ponpes al khoziny ambruk, korban ponpes al khoziny sidoarjo, update ponpes al khoziny sidoarjo, Saat Pakaian Jadi Kunci Mengungkap Identitas Korban Mushala Al Khoziny Sidoarjo, Proses identifikasi yang penuh tantangan, Perpaduan data antemortem dan postmortem, Pencocokan data korban , Pendampingan bagi keluarga korban

Keluarga santri saat mendesak proses evakuasi korban runtuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jumat (3/10/2025).

BNPB bersama BPBD Jawa Timur telah menyiapkan posko pelaporan dan pengaduan di Rumah Sakit Bhayangkara.

Posko ini menjadi pusat informasi resmi sekaligus tempat bagi keluarga untuk memberikan data dan memperoleh perkembangan terbaru.

Selain itu, disediakan pula tenda khusus dengan fasilitas dasar seperti tempat istirahat, layanan medis, konsumsi, dan dukungan psikososial dari tim konselor.