KM Dharma Kartika IX Miring di Semayang, Ini Identitas Korban Tewas dan Kesaksian Penumpang

Kapal feri Dharma Kartika IX miring, sesaat setelah bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026) pagi.
Dalam peristiwa itu sejumlah penumpang terjebak. Dan evakuasi sempat terkendala lantaran petugas harus menyeimbangkan posisi kapal terlebih dahulu hingga stabil.
Tim SAR menemukan tiga korban meninggal dunia dalam insiden itu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP)/Basarnas Balikpapan, Dody Setiawan mengatakan, korban terakhir yang ditemukan berjenis kelamin perempuan dan berada di dalam dek kendaraan kapal.
Menurut Dody, korban pertama bernama Idham Rapi (52) ditemukan dalam kondisi terjepit di kendaraan pribadinya pada Selasa siang.
Selang dua jam kemudian, tim SAR kembali menemukan satu korban perempuan yang tertindih boks peti berisi sayur-sayuran.
“Korban ketiga juga berada di lokasi yang sama dan dievakuasi beberapa menit setelah korban kedua ditemukan,” kata Dody, dilansir dari pemberitaan .
Menurutnya, dua korban perempuan tersebut diduga kuat masih memiliki hubungan keluarga.
Kronologi kejadian kapal miring
Insiden kemiringan KM Dharma Kartika IX terjadi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, sekitar pukul 05.50 Wita.
Kapal yang datang dari Parepare, Sulawesi Selatan tersebut dilaporkan miring saat sudah sandar di pelabuhan dan ketika akan membuka ramdor.
“Begitu ramdor dibuka, kapal mengalami kemiringan. Kendaraan besar di sampingnya kemudian menimpa mobil kecil,” kata Dody Setiawan.
Beberapa penumpang yang berada di bagian depan kapal berhasil turun, sementara penumpang dan kendaraan di bagian belakang terjebak.
Pukul 06.00 Wita evakuasi awal dimulai. Tim SAR gabungan tiba di lokasi, namun evakuasi terhambat karena posisi truk saling berimpitan.
“Muatan pasir dan sembako dipindahkan satu per satu karena posisi truk saling berimpitan. Proses ini memakan waktu dari pukul 06.00 hingga 12.20 Wita,” jelasnya.
Setelah beban berkurang, tim SAR gabungan melakukan proses ekstrikasi dengan memotong bagian kendaraan kecil agar korban dapat dievakuasi dengan aman.
Korban pertama yang ditemukan meninggal dunia merupakan laki-laki yang berada di posisi pengemudi dan terjepit di bagian kemudi mobil.
Sementara dua penumpang lain dalam kendaraan yang sama, yakni ibu dan anak, berhasil selamat.
Dua korban tambahan kemudian ditemukan tidak jauh dari lokasi korban pertama.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Balikpapan, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono, menyebut pihaknya menerima permintaan bantuan sekitar pukul 07.00 Wita.
TNI AL kemudian berkoordinasi dengan Basarnas, Polresta Balikpapan, serta Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang untuk membantu evakuasi korban, pengamanan area dermaga, dan kelancaran proses penanganan darurat.
Kesaksian penumpang
Salah satu kerabat korban, Sari Bulan, yang juga merupakan penumpang kapal, menceritakan detik-detik peristiwa nahas tersebut dengan pelan.
Ia mengaku sempat turun lebih dahulu sebelum menyadari kondisi kapal tidak normal.
“Ya, tadi turun, tapi tiba-tiba saya lihat kapal miring, langsung saya lari. Tapi kata mereka, keluarga saya tertinggal di belakang dan terjepit. Tidak terdengar suara apa pun,” ujar Sari Bulan sambil menahan tangis.
Ia menyebutkan bahwa dua korban meninggal dunia merupakan keluarga dekatnya, yakni tante kandung dan saudara kandung.
Saat kapal mulai miring, Sari Bulan berada di bagian depan kapal sedangkan keluarganya berada di bagian belakang.
Sari Bulan menuturkan, mereka saat itu menaiki kapal untuk menghadiri keperluan keluarga di Grogot, Kabupaten Paser.
Identifikasi korban tewas
Tak butuh waktu lama, Tim DVI Polda Kalimantan Timur langsung berhasil mengidentifikasi tiga korban meninggal dunia.
Pengumuman hasil rekonsiliasi disampaikan Plh Karumkit RS Bhayangkara Balikpapan, AKBP dr. I Made Suanda Menara, Sp.An., M.Biomed., pada pukul 16.25 Wita.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya para korban. Alhamdulillah, berkat kerja sama tim DVI, Inafis Polresta Balikpapan, dan Dokpol RS Bhayangkara, seluruh korban meninggal berhasil diidentifikasi,” ujarnya.
Identifikasi dilakukan berdasarkan data antemortem dan postmortem, meliputi data primer berupa sidik jari serta data sekunder berupa temuan klinis dan properti korban.
Adapun korban meninggal dunia yakni Idham Rapi (51), Nurlina (41), dan Nani (64).
“Ketiga korban teridentifikasi secara sah. Pemeriksaan hanya dilakukan secara luar, tanpa otopsi. Dugaan sementara, korban meninggal akibat tertindih muatan,” jelasnya.
Sementara itu, RS Bhayangkara Balikpapan juga mencatat tiga korban selamat yang mendapatkan perawatan medis, masing-masing Rosnaini asal Wajo, HJ Nurma asal Luwu, dan Nur Asisah, warga Balikpapan.
Truk dengan muatan logistik terdampak
Insiden kemiringan KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang berdampak pada sejumlah kendaraan angkutan barang yang berada di dalam kapal.
Salah satunya adalah empat unit truk pengangkut logistik yang mengalami kerusakan dan pergeseran muatan.
Seluruh truk diketahui membawa muatan beras dan telur.
Namun, hingga saat ini pihak pengelola belum menerima manifest resmi dari kapal, sehingga belum diketahui secara rinci data muatan maupun asal pengiriman seluruh kendaraan.
Meski demikian, sebagian muatan masih bisa diselamatkan, meskipun belum dapat dipastikan total kerugian akibat insiden tersebut.
KSOP akan mengusut tuntas
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, Capt. Waku Frederik Karuntu, membenarkan adanya insiden tersebut.
Ia menyampaikan bahwa Kantor KSOP Kelas I Balikpapan menerima laporan dari kru kapal.
Diketahui, KM Dharma Kartika IX sandar kanan di Pelabuhan Semayang Balikpapan pada pukul 05.25 Wita.
Capt. Waku menjelaskan, saat proses buka rampdor haluan untuk kegiatan bongkar kendaraan truk Golongan 4, 5, dan 6 di posisi cardeck 3, kapal terindikasi mengalami kemiringan ke sisi kanan.
“Sehingga memicu kendaraan truk muatan lain roboh,” ujarnya, Selasa.
Kantor KSOP Kelas I Balikpapan langsung berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Polsek Pelabuhan Semayang, Danlanal, Basarnas Balikpapan, serta pihak agen pelayaran.
“Kami juga telah mengirimkan tim PPNS untuk melakukan penyidikan terkait insiden tersebut, dan juga Marine Inspector diturunkan untuk mengecek kelaiklautan kapal,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang