Evakuasi Mushala Al Khoziny: 2 Pasien Jalani Operasi di RSUD Notopuro
Hingga Kamis (2/10/2025), atau hari keempat setelah musibah robohnya mushala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, sebanyak 13 korban masih menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo.
Dari jumlah tersebut, dua pasien sedang menjalani operasi, yakni Wahyudi untuk tulang selangka dan Syaifur Rosi Abdillah untuk kaki.
Sebanyak 13 korban terdiri dari lima orang yang baru dievakuasi pada Rabu (1/10/2025) dan delapan pasien yang memang masih dirawat sejak beberapa hari sebelumnya.
Salah satu yang masih dirawat adalah Syehlendra Haical, santri yang sempat viral karena percakapannya dengan petugas saat evakuasi.
"Kalau Haikal kondisinya terus membaik," kata sumber RSUD Notopuro.
Sejumlah pejabat pusat dan daerah terus berdatangan ke RSUD Notopuro untuk menjenguk korban. Mereka di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Tidak Ada Korban Hidup Lagi di Lokasi
Tim SAR gabungan memastikan tidak ada lagi tanda kehidupan di balik reruntuhan mushala.
Korban terakhir, sekaligus korban ke-18, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat pada Rabu (1/10/2025) sekitar pukul 20.22 WIB.
Pemantauan menggunakan drone thermal tidak menemukan tanda kehidupan tambahan.
"Secara ilmu pengetahuan itu tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan. Kami memberi waktu dari sore kemarin sampai tadi pagi," ujar Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, Kamis (2/10/2025).
Sejak Rabu malam, area TKP telah disterilkan untuk memastikan suara-suara kecil dari korban yang mungkin masih hidup dapat terdeteksi alat. Namun, hasilnya nihil.
Fase Evakuasi Beralih ke Pengangkatan Reruntuhan
Setelah koordinasi dengan tim SAR gabungan, petugas memutuskan mengalihkan fase evakuasi dari penyelamatan ke pengangkatan reruntuhan menggunakan alat berat berupa lima crane.
"Tahap evakuasi pencarian dengan menggunakan alat berat tentu saja risikonya tidak mempertimbangkan lagi apabila ada yang masih selamat," jelas Suharyanto.
Sebelum penggunaan alat berat, petugas berdiskusi dengan pihak keluarga korban, yang menyatakan setuju agar evakuasi dilanjutkan dengan alat berat.
"Beberapa keluarga memang sedih, tetapi tidak ada satu pun yang meminta kami melanjutkan pencarian terhadap korban yang hidup. Mereka memutuskan agar kami mengevakuasi menggunakan alat berat," tambahnya.
Penyebab Runtuhnya Bangunan
Berdasarkan analisis tim SAR gabungan, penyebab ambruknya mushala adalah kegagalan konstruksi akibat ketidakmampuan menahan beban sesuai kapasitas seharusnya.
Dari total 108 korban yang tercatat, 18 berhasil dievakuasi, lima meninggal dunia, dan 103 selamat.
Sementara itu, 59 orang masih dalam proses pencarian, dengan beberapa korban masih menjalani perawatan di RSUD Notopuro, Rumah Sakit Siti Hajar, dan Rumah Sakit Delta Surya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny, BNPB: Tak Ditemukan Tanda Kehidupan Lagi.