Sebelas Korban Ledakan SMAN 72 Mayoritas Jalani Operasi Debridemen di RS Islam Cempaka Putih
Peristiwa ledakan hebat di masjid SMAN 72 Jakarta, di Kompleks TNI AL Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat 7 November sekitar pukul 12.30 WIB, masih menyisakan luka.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh tvOnenews.com di Posko Pelayanan RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu 8 November, setidaknya ada 11 pasien yang harus dioperasi.
11 pasien tersebut tak pelak merupakan korban ledakan di SMAN 72 yang terjadi pada saat hendak menunaikan ibadah salat Jumat.
Dari 11 pasien yang dioperasi, mayoritas menjalani operasi debridemen alias tindakan pembedahan atau prosedur untuk mengangkat jaringan mati (nekrotik), jaringan terinfeksi, dan benda asing dari sebuah luka untuk mempercepat penyembuhan.
Lebuah ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading
Selain itu, ada pula yang menjalani operasi fraktur pada lengan kangan atau tindakan untuk menyatukan kembali tulang dan mengamankannya menggunakan implan seperti batang, sekrup, atau pelat. Selain itu juga ada yang menjalani operasi non vent dan operasi tanpa keterangan lebih lanjut.
Pasien yang harus menjalani tindakan operasi rata-rata berusia 14-17 tahun, yang merupakan siswa dari SMAN 72.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi bahwa aparat kepolisian telah mengantongi identitas terduga pelaku di balik ledakan di Musala SMAN 72 Jakarta, Kompleks TNI AL Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jumat 7 November, Sigit menyebut pelaku kini tengah didalami oleh tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Densus 88.
“Sementara untuk terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan, anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami,” ujar Sigit.
Publik digegerkan dengan ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada Jumat siang sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan keterangan sejumlah siswa, sesosok pria terlihat mengenakan kaus putih, celana bahan gelap, dan sepatu pantofel hitam di sekitar lokasi kejadian, dengan senjata laras panjang di dekatnya.
Saat ini, polisi masih mendalami motif pelaku, termasuk kaitan antara ledakan dan keberadaan senjata di lokasi. Tim gabungan terus melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti dan saksi-saksi di lapangan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian yang menggemparkan sekolah tersebut.
tvOnenews/Abdul Gani Siregar