Mojtaba Khamenei Disebut Jalani 3 Kali Operasi hingga Tunggu Kaki Palsu
Kondisi Kesehatan dan keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei masih menarik perhatian publik. Sejak dilantik pada awal Maret lalu, hingga kini keberadaannya masih dipertanyakan.
Tak hanya keberadaannya saja, kondisi kesehatannya pasca menjadi korban serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari juga masih simpang suir. Banyak yang menyebut dirinya mengalami luka serius hingga harus menjalani operasi.
Melansir laman NDTV, Kamis 20 Mei 2026, banyak laporan menyebut Mojtaba Khamenei harus menjalani operasi plastik akibat luka bakar yang serius di wajah dan bibirnya. Tak hanya itu saja, ada juga laporan yang menyebut Mojtaba telah menjalami tiga kali operasi pada kakinya dan menunggu pemasangan kaki prostetik alias kaki palsu.
Di tengah kabar yang simpang siur terkait kondisi Mojtaba Khamenei, pihak Iran awal pekan ini membantah sejumlah tudingan terkait kondisi sang pemimpin. Disebut pihak Iran, Mojtaba Khamenei hanya mengalami luka kecil di belakang telinganya.
Dalam komentar resmi pertamanya terkait kondisi Khamenei, kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, menyebut sang pemimpin berada dalam kondisi sehat.
"Cedera punggungnya sudah membaik selama periode ini, dan cedera pada tempurung lututnya juga akan segera pulih. Ia dalam kondisi sehat sepenuhnya. Syukurlah, beliau dalam keadaan baik. Musuh menyebarkan berbagai rumor dan klaim palsu,"tulis kantor berita tersebut.
Iran juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing berbagai rumor yang beredar terkait kondisi Khamenei. Menurutnya, sang pemimpin akan muncul dan memberikan pernyataan ketika situasinya sudah tepat.
"Mereka ingin melihat dan menemukan beliau, tetapi masyarakat diminta bersabar dan tidak terburu-buru. Beliau akan berbicara pada waktu yang tepat,” tambahnya.
Direktur protokol kantor pemimpin tertinggi Iran, Mazaher Hosseini, juga mengatakan Khamenei hanya mengalami retakan kecil di belakang telinga.
Iran Sebut Tak Ada Cedera Serius
Pada Senin, kantor berita semi-resmi Iran lainnya, ISNA, mengutip pejabat Kementerian Kesehatan Iran yang mengatakan bahwa tidak ada hal serius yang terjadi pada Khamenei.
"Luka-luka ini bukan jenis luka yang akan merusak wajah pemimpin tertinggi, membuatnya cacat, ataupun menyebabkan amputasi anggota tubuh," kata kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour.
Ia menambahkan bahwa beberapa jahitan telah dilakukan pada luka tersebut.
"Salah satu area yang langsung diputuskan dokter untuk dijahit adalah bagian kaki," ujarnya.
Laporan NYT Sebut Khamenei Terluka Parah
Awal bulan ini, laporan The New York Times menyebut bahwa meski mengalami luka serius, kondisi mental Khamenei masih tajam dan tetap aktif.
Salah satu kakinya disebut telah dioperasi sebanyak tiga kali dan nantinya akan menggunakan kaki prostetik. Lengannya juga dikabarkan menjalani operasi dan perlahan mulai pulih.
Selain itu, wajah dan bibirnya disebut mengalami luka bakar cukup parah hingga membuatnya kesulitan berbicara. Beberapa pejabat bahkan menyebut ia kemungkinan membutuhkan operasi plastik.
Menurut laporan The Telegraph, Khamenei lolos dari maut hanya dalam hitungan detik.
Dalam pernyataan pribadi, Hosseini mengatakan Khamenei sempat keluar rumah untuk melakukan sesuatu ketika rudal balistik Blue Sparrow milik Israel menghantam kediamannya pada pagi hari tanggal 28 Februari.
"Ia sedang berada di luar dan hendak naik ke lantai atas ketika rudal menghantam bangunan tersebut. Istrinya, Nyonya Haddad, gugur seketika," kata Hosseini.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan dirinya bertemu Khamenei di lokasi rahasia pada Kamis lalu.
"Hal yang paling berkesan bagi saya dalam pertemuan itu adalah visi serta sikap rendah hati dan ketulusan pemimpin tertinggi revolusi Islam," ujar Pezeshkian.