PHK Besar-besaran Hantam Perusahaan Global, Amazon hingga Nestlé Pangkas Puluhan Ribu Karyawan

Ilustrasi PHK
Ilustrasi PHK

Ketidakpastian ekonomi global kembali memicu kekhawatiran di pasar tenaga kerja. Dalam beberapa bulan terakhir, kabar pemutusan hubungan kerja atau PHK terus bermunculan dari berbagai perusahaan besar dunia. 

Sejumlah faktor menjadi pendorong utama gelombang PHK ini. Mulai dari inflasi yang masih tinggi, perubahan pola belanja konsumen, kenaikan biaya produksi, hingga strategi perusahaan yang kini agresif mengalihkan investasi ke teknologi kecerdasan buatan atau AI. 

Selain itu, beberapa perusahaan juga masih melakukan penyesuaian setelah ekspansi besar saat era pandemi, ketika permintaan melonjak dan perekrutan dilakukan secara masif. Melansir dari AP News, Jumat, 30 Januari 2026, berikut daftar perusahaan besar yang baru baru ini mengumumkan PHK massal. 

Ilustrasi kantor Amazon

1. Dow

Perusahaan kimia Dow mengumumkan rencana pemutusan sekitar 4.500 karyawan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perampingan operasional serta peningkatan fokus pada otomatisasi dan AI. Sebelumnya, Dow juga telah memangkas ribuan posisi dalam setahun terakhir.

2. Amazon

Raksasa e commerce Amazon kembali melakukan PHK besar dengan memangkas sekitar 16.000 posisi korporat. Ini terjadi hanya beberapa bulan setelah pemangkasan puluhan ribu karyawan lainnya. Restrukturisasi organisasi dan investasi besar di AI disebut menjadi pendorong utama.

3. UPS

Perusahaan logistik UPS berencana mengurangi hingga 30.000 pekerjaan operasional tahun ini. Pengurangan ini dilakukan melalui program pensiun sukarela dan pengurangan alami tenaga kerja, seiring upaya efisiensi dan penyesuaian volume pengiriman.

4. Tyson Foods

Perusahaan pangan Tyson Foods menutup salah satu pabriknya yang berdampak pada ribuan pekerja. Selain itu, perusahaan juga mengurangi shift produksi di fasilitas lain, yang turut menambah jumlah PHK.

5. HP

Produsen komputer HP menyatakan akan memangkas antara 4.000 hingga 6.000 karyawan. Langkah ini bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas dan menyederhanakan operasional dengan dukungan teknologi.

6. Verizon

Perusahaan telekomunikasi Verizon mulai memberhentikan lebih dari 13.000 karyawan. Manajemen menilai penyederhanaan struktur organisasi diperlukan untuk menyesuaikan arah bisnis ke depan.

7. Nestlé

Perusahaan makanan dan minuman global Nestlé mengumumkan pengurangan sekitar 16.000 pekerjaan secara bertahap. Efisiensi biaya dan tekanan harga bahan baku menjadi alasan utama restrukturisasi.

8. Novo Nordisk

Perusahaan farmasi Novo Nordisk juga melakukan PHK ribuan karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi global, di tengah persaingan ketat di pasar obat diabetes dan obesitas.

9. Intel

Produsen chip Intel memangkas ribuan posisi untuk menekan biaya dan memperbaiki kinerja bisnis. Penyesuaian tenaga kerja ini dilakukan bersamaan dengan upaya transformasi perusahaan.

10. Procter and Gamble

Perusahaan barang konsumsi ini mengurangi hingga 7.000 pekerjaan dalam program restrukturisasi dua tahunan, sebagai respons terhadap tekanan biaya dan perubahan pasar.

11. Microsoft

Microsoft menjalankan beberapa gelombang PHK besar. Perubahan organisasi dan fokus investasi pada AI menjadi latar belakang keputusan tersebut.

Selain perusahaan-perusahaan tadi, ada beberapa lagi yang dilaporkan akan melakukan PHK. Di antaranya General Motors, Paramount, Target, ConocoPhillips, dan Lufthansa Group.