Victoria Care Indonesia Tunda Bangun Pabrik Baru Imbas Pasar Lesu
Emiten barang konsumer perawatan tubuh dan produk rumah tangga, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), memperkirakan belum mampu membukukan pertumbuhan dua digit sepanjang tahun 2025. Perseroan menyoroti sejumlah faktor yang menyebkan penjualan berpotensi mengalami stagnasi dibandingkan tahun sebelumnya.
Faktor perekonomian dan persaingan industri yang kurang kondusif sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja perseroan. Selain itu, meningkatnya tantangan dan kompetisi pasar serta tekanan beban operasional diperkirakan turut menekan pertumbuhan perseroan.
Indikator-indikator tersebut disinyalir memberikan dampak signifikan terhadpa kinerja perseroan secara keseluruhan di tahun 2025. Dengan memperhatikan berbagai faktor penghambat, Manajemen VICI melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Salah satu keputusannya adalah memutuskan untuk menunda rencana pembangunan perluasan pabrik. Keputusan ini merupakan bagian dari langkah strategis manajemen yang diambil dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan usaha, serta sebagai upaya untuk memperkuat struktur bisnis jangka panjang di tengah kondisi pasar yang kurang kondusif.
Ilustrasi Pabrik Kosemetik
“Dalam kondisi perekonomian dan pasar yang masih penuh dengan tantangan dan kurang kondusif, perseroan memutuskan untuk menunda rencana ekspansi pabrik sebagai langkah mitigasi risiko," ujar Direktur Utama VICI, Sumardi Widjaja, dikutip dari keterangan resmi pada Kamis, 15 Januari 2026.
Sumardi Widjaja menambahkan, sata ini perseroan fokus untuk menjaga stabilitas usaha, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat struktur bisnis untuk menghadapi dinamika pasar. Manajemen akan terus memantau perkembangan kondisi pasar dan melakukan peninjauan kembali atas rencana ekspansi secara berkala dengan memperhatikan dinamika dan prospek pasar ke depan.
Saat ini laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2025 masih dalam proses diaudit oleh Kantor Akuntan Publik.
Lebih lanjut, perseroan memperkirakan bahwa kinerja Perseroan di tahun 2026 masih akan dihadapkan pada berbagai tantangan. Sehingga perseroan akan menjalankan usaha dengan pendekatan yang penuh kehati-hatian serta tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika pasar yang berlanjut.