Cara Mudah Menyalakan Arang untuk Bakar Sate saat Idul Adha, Dijamin Berhasil!

Ilustrasi arang
Ilustrasi arang

 Momen Idul Adha hampir selalu identik dengan tradisi bakar sate bersama keluarga. Namun bagi banyak orang, satu hal yang sering bikin repot justru bukan mengolah dagingnya, melainkan menyalakan arang.

ilustrasi arang

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arang yang sulit menyala sering membuat proses membakar sate jadi lama dan melelahkan. Asap terlalu banyak, api cepat mati, hingga arang tidak panas merata menjadi masalah yang paling sering terjadi saat acara bakar-bakaran.

Padahal, ada beberapa cara sederhana yang bisa membuat arang cepat menyala dan tahan panas lebih lama tanpa perlu repot.

Pilih Jenis Arang yang Bagus

Langkah pertama yang paling penting adalah memilih arang berkualitas baik. Tidak semua arang mudah menyala.

Arang kayu keras biasanya lebih tahan panas dan menghasilkan bara lebih stabil dibanding arang yang terlalu ringan atau rapuh.

Ciri arang bagus:

  • Warna hitam pekat
  • Tidak mudah hancur
  • Ukuran cukup besar dan padat
  • Tidak terlalu lembap

Jika arang basah atau lembap, proses menyalakannya akan jauh lebih sulit.

Gunakan Kertas dan Minyak Goreng Bekas

Salah satu cara paling mudah menyalakan arang adalah menggunakan gulungan kertas yang diberi sedikit minyak goreng bekas.

Caranya:

  1. Remas beberapa lembar koran atau kardus tipis
  2. Teteskan sedikit minyak goreng bekas
  3. Letakkan di bawah susunan arang
  4. Nyalakan api perlahan

Minyak membantu api bertahan lebih lama sehingga bara lebih cepat menyebar ke seluruh arang.

Namun jangan menggunakan terlalu banyak minyak karena bisa menghasilkan asap berlebihan.

Susun Arang Seperti Piramida

Ilustrasi arang

Ilustrasi arang

Banyak orang asal menumpuk arang sehingga sirkulasi udara tertutup. Padahal oksigen sangat penting agar api cepat membesar.

Susun arang membentuk piramida atau menyisakan celah udara di tengah agar api lebih mudah menyebar.

Metode ini membuat bara muncul lebih cepat dan panas lebih merata saat digunakan membakar sate.

Gunakan Kipas atau Hair Dryer

Jika api mulai muncul tetapi arang belum benar-benar menyala, bantu dengan aliran udara tambahan.

Cara paling praktis:

  • Kipas tangan
  • Kardus
  • Kipas portable
  • Hair dryer

Udara membantu bara membesar lebih cepat karena suplai oksigen meningkat.

Namun jangan meniup terlalu keras karena abu arang bisa beterbangan ke makanan.

Jangan Langsung Dipakai Saat Api Besar

Kesalahan paling umum saat bakar sate adalah langsung memanggang ketika api masih besar.

Idealnya, tunggu sampai api berubah menjadi bara merah stabil. Bara seperti ini menghasilkan panas merata dan membuat sate matang sempurna tanpa gosong di luar.

Jika langsung digunakan saat api besar:

  • Daging cepat gosong
  • Bagian dalam belum matang
  • Asap lebih banyak
  • Gunakan Arang Secukupnya

Tidak perlu menggunakan terlalu banyak arang sekaligus. Selain boros, panas berlebihan justru membuat sate sulit matang merata.

Untuk acara keluarga kecil, arang sekitar 1–2 kilogram biasanya sudah cukup tergantung jumlah sate yang dibakar.

Tambahkan arang sedikit demi sedikit jika bara mulai berkurang.

Hindari Menggunakan Bensin atau Solar

Beberapa orang masih memakai bensin atau solar agar arang cepat menyala. Cara ini sangat berbahaya karena bisa memicu ledakan api dan meninggalkan aroma tidak sehat pada makanan.

Lebih aman menggunakan:

  1. Minyak goreng bekas
  2. Starter arang khusus BBQ
  3. Pemantik arang elektrik

Keamanan tetap harus menjadi prioritas saat memasak bersama keluarga.

Bara Stabil Bikin Sate Lebih Enak

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arang yang menyala sempurna menghasilkan panas stabil sehingga sate matang lebih merata, juicy, dan tidak mudah gosong.

Karena itu, proses menyalakan arang sebenarnya sangat menentukan hasil akhir masakan saat Idul Adha.