Mengenal Senam Ergonomik, Olahraga Ringan yang Bisa Bantu Kontrol Asam Urat Hingga Kurangi Stres
Menjaga tubuh tetap aktif menjadi salah satu kunci penting untuk mempertahankan kesehatan, terutama saat memasuki usia lanjut. Salah satu aktivitas fisik yang kini mulai banyak diminati adalah senam ergonomik, olahraga ringan dengan gerakan sederhana yang disebut memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
Senam ergonomik dikenal sebagai jenis latihan yang mengutamakan gerakan alami tubuh sehingga relatif aman dilakukan berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga lansia. Gerakannya dirancang ringan dan terstruktur untuk membantu melancarkan peredaran darah, menjaga fleksibilitas otot dan sendi, hingga membantu tubuh terasa lebih rileks. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Instruktur senam Roida menjelaskan bahwa senam ergonomik sangat cocok dilakukan secara rutin, khususnya bagi lansia yang sering mengalami keluhan nyeri sendi atau kadar asam urat tinggi.
“Senam ergonomik ini dirancang agar aman dan mudah diikuti oleh semua usia, khususnya lansia. Jika dilakukan secara rutin, minimal 2–3 kali dalam seminggu, dapat membantu mengurangi keluhan nyeri sendi serta menjaga kestabilan kadar asam urat,” jelas Roida dalam keterangannya, dikutip Senin 18 Mei 2026.
Menurut Roida, durasi ideal senam ergonomik berkisar antara 20 hingga 40 menit dalam satu sesi. Agar manfaatnya lebih optimal, latihan disarankan dilakukan secara rutin sebanyak dua hingga empat kali dalam seminggu.
Tak hanya membantu meredakan nyeri sendi, senam ergonomik juga disebut memiliki banyak manfaat lain untuk kesehatan tubuh. Mulai dari membantu memperbaiki postur tubuh, menjaga kebugaran, meningkatkan kualitas tidur, hingga membantu menjaga stamina sehari-hari.
“Selain itu, gerakan yang teratur juga dapat membantu memperbaiki pola pernapasan dan membuat tubuh terasa lebih rileks serta bertenaga,” lanjut Roida.
Menariknya, manfaat olahraga ternyata tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mental. Aktivitas bergerak seperti senam diketahui mampu membantu tubuh melepaskan hormon endorfin dan serotonin yang sering dijuluki sebagai hormon kebahagiaan.
“Benar sekali. Saat seseorang aktif bergerak atau berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon seperti endorfin dan serotonin yang sering disebut sebagai hormon kebahagiaan. Hormon ini membantu memperbaiki suasana hati, mengurangi stres, dan membuat pikiran terasa lebih tenang,” ujar Roida.
Ia menambahkan, gerakan ringan dan ritmis dalam senam ergonomik membantu tubuh menjadi lebih rileks sehingga peserta biasanya merasa lebih segar dan bersemangat setelah berlatih.
Kesadaran menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik juga terlihat dalam kegiatan senam ergonomik yang digelar di kawasan Jakarta Selatan baru-baru ini dalam rangka menyambut Hari Lanjut Usia Nasional. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 150 peserta, mayoritas lansia dari wilayah Ragunan.
Selain sesi olahraga bersama, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat untuk membantu mencegah peningkatan kadar asam urat, seperti menjaga pola makan rendah purin, mempertahankan berat badan ideal, dan pentingnya rutin beraktivitas fisik.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap gaya hidup sehat di masyarakat.
“Melalui program Holywings Peduli, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang langsung dirasakan. Senam ergonomik ini menjadi salah satu upaya kami dalam mendukung gaya hidup sehat, khususnya bagi para lansia,” ujar Andrew Susanto.