Makan Telur Bisa Jadi Rahasia Memori Lebih Tajam, Menurut Studi Terbaru
Selama ini kita sering mendengar anjuran untuk mengonsumsi makanan sehat demi menjaga tubuh tetap bugar.
Namun, bagaimana dengan kesehatan otak? Selain sayuran hijau, ikan, atau dark chocolate, kini ada satu makanan yang kembali mencuri perhatian para peneliti: telur.
Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa makanan sarapan favorit banyak orang ini ternyata bisa menjadi kunci mempertahankan daya ingat dan kemampuan belajar seiring bertambahnya usia.
Temuan studi: Telur bantu perlambat penurunan kognitif
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada Agustus 2024 menemukan hubungan kuat antara konsumsi telur dan fungsi kognitif pada peserta usia lanjut, terutama perempuan.
Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang makan dua hingga empat butir telur per minggu mengalami penurunan fungsi kognitif yang lebih lambat dalam empat tahun dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsi telur sama sekali.
Bukan hanya itu, para pengonsumsi telur secara rutin juga mendapatkan skor lebih baik dalam:
- Memori semantik (kemampuan mengingat kata, konsep, dan informasi umum)
- Fungsi eksekutif (kemampuan memecahkan masalah, beradaptasi, dan mengambil keputusan)
Temuan ini menunjukkan bahwa rutin makan telur dapat memberikan efek nyata dalam mempertahankan kesehatan otak.
Mengapa telur baik untuk kesehatan otak?
Berikut ini adalah alasan kenapa telur baik untuk kesehatan otak:
1. Kaya vitamin penting untuk otak
Telur mengandung vitamin B6, B12, dan folat—tiga nutrisi penting yang berperan dalam menjaga saraf tetap sehat dan membantu proses pembentukan neurotransmitter.
2. Sumber choline terbaik untuk memori
Satu butir telur besar mengandung sekitar 147 mg kolin, sementara kebutuhan harian perempuan adalah sekitar 425 mg.
Ilustrasi telur ayam.
Kolin berperan penting dalam:
- Produksi asetilkolin, neurotransmitter yang berhubungan dengan memori dan pembelajaran
- Menjaga struktur sel otak
- Mendukung proses perkembangan otak
Selain telur, kolin juga terdapat pada hati (jeroan), beberapa jenis jamur, dan kedelai. Namun telur tetap menjadi salah satu sumber terbaik yang mudah dikonsumsi sehari-hari.
3. Mengandung lutein dan zeaxanthin
Biasanya dua carotenoid ini dikenal untuk kesehatan mata, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa keduanya juga memiliki efek protektif pada sel-sel otak.
Lutein dan zeaxanthin dapat:
- Mengurangi risiko penurunan kognitif
- Melindungi otak dari stres oksidatif
- Berpotensi memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer
Telur, menu sederhana yang bisa lindungi otak
Meski begitu, menjaga kesehatan otak tentu tidak hanya mengandalkan satu jenis makanan. Kombinasi antara pola makan seimbang, olahraga rutin, stimulasi mental, dan interaksi sosial tetap menjadi kunci utama.
Namun kabar baiknya, menambahkan telur ke menu harian adalah cara yang mudah, lezat, dan bergizi untuk mendukung kesehatan otak.
Mau disajikan orak-arik, direbus, atau dipanggang dalam kue favorit, telur bukan hanya mengenyangkan—tapi juga bisa menjadi pertahanan alami untuk menjaga memori tetap tajam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang