Minum Matcha Bisa Menurunkan Berat Badan, Mitos atau Fakta?

Timbangan berat badan
Timbangan berat badan

 Popularitas matcha terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bukan hanya sebagai minuman kekinian, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup sehat. 

Bubuk teh hijau asal Jepang ini kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan energi hingga mendukung kesehatan jantung. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pola makan sehat dan pengelolaan berat badan, matcha sering disebut sebagai salah satu minuman yang berpotensi membantu menurunkan berat badan. 

Namun, seberapa besar peran matcha sebenarnya, dan apa yang terjadi pada tubuh jika dikonsumsi secara rutin? Scroll untuk info lebih lanjut! 

Kandungan Matcha dan Kaitannya dengan Berat Badan

Ilustrasi membuat matcha

Matcha merupakan jenis teh hijau yang mengandung berbagai senyawa nabati dan antioksidan. Nutrisi tersebut dikenal membantu mengurangi peradangan, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta menjaga kesehatan kardiometabolik. Selain itu, kandungan ini juga disebut dapat membantu pengelolaan berat badan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa matcha berpotensi mendukung penurunan berat badan berkat kombinasi unik zat aktif di dalamnya. Matcha mengandung kafein dan epigallocatechin gallate (EGCG), yaitu katekin atau senyawa antioksidan kuat yang berasal dari tanaman.

“Kombinasi dinamis antara EGCG dan kafein dalam matcha bekerja secara sinergis untuk berpotensi meningkatkan metabolisme, meningkatkan oksidasi lemak, memperbaiki sensitivitas insulin, dan secara alami menekan nafsu makan,” kata ahli gizi terdaftar Stacey Woodson, sebagaimana dikutip dari Health, Kamis, 15 Januari 2026.

Selain itu, matcha juga disebut mendukung kesehatan mikrobioma usus. Sebuah uji klinis acak pada 2023 bahkan mengaitkan konsumsi matcha dengan penurunan kelelahan dan peningkatan adaptasi otot setelah latihan ketahanan, yang secara tidak langsung dapat mendukung upaya penurunan berat badan.

Meski bukti ilmiahnya menjanjikan, para ahli menegaskan bahwa matcha bukan solusi ajaib. Minuman ini tidak dapat menjadi satu-satunya faktor penentu penurunan berat badan. “Penurunan berat badan yang sehat paling baik didukung oleh pola makan seimbang, hidrasi yang cukup, dan aktivitas fisik yang teratur,” kata Woodson. “Meski tidak wajib, matcha dapat dinikmati sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh tersebut.”

Dosis Matcha yang Dianjurkan

Soal jumlah konsumsi, para ahli menyarankan pendekatan moderat. “Bagi kebanyakan orang, satu hingga dua porsi per hari, sekitar setengah hingga satu sendok teh bubuk matcha berkualitas tinggi, sudah cukup untuk merasakan manfaatnya tanpa berlebihan dalam asupan kafein,” ujar Jennifer Nicole Bianchini, ahli gizi fungsional dan pendiri Body to Soul Health.

Di pasaran, produk berbahan matcha tidak hanya hadir dalam bentuk minuman, tetapi juga suplemen. Namun, para ahli sepakat bahwa matcha sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk aslinya.

“Suplemen matcha mungkin menawarkan kepraktisan dan konsentrasi antioksidan, tetapi saya merekomendasikan tetap mengonsumsi matcha sebagai minuman tradisional,” kata Woodson. 

Ia menambahkan, bahwa beberapa penelitian mengaitkan konsumsi EGCG dosis tinggi, di atas 338 miligram per hari, dengan potensi cedera hati. Ini adalah risiko yang umumnya tidak ditemukan pada konsumsi matcha dalam bentuk alami atau minuman. 

Untuk kualitas terbaik, matcha dengan grade ceremonial dinilai sebagai pilihan paling aman karena merupakan bentuk whole food berkualitas tinggi. Namun, konsumen juga diingatkan untuk memperhatikan tambahan gula. Banyak minuman dan makanan berbahan matcha mengandung gula tambahan yang justru dapat menghambat tujuan penurunan berat badan.

Siapa yang Perlu Berhati-hati?

Secara umum, matcha tergolong aman untuk dikonsumsi. Namun, tidak semua orang cocok. Bagi individu yang sensitif terhadap kafein, konsumsi matcha sebaiknya dibatasi atau diganti dengan teh hijau biasa yang mengandung kafein lebih rendah.

Sebagian orang juga dapat mengalami gangguan pencernaan seperti perut kembung atau gas. Oleh karena itu, disarankan untuk memulai dengan porsi kecil, terutama bagi yang baru pertama kali mengonsumsi matcha.

Selain itu, kandungan katekin dalam matcha berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan resep, konsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi matcha menjadi langkah yang bijak.

Secara keseluruhan, matcha dapat menjadi pendukung dalam pengelolaan berat badan berkat kandungan kafein dan antioksidannya. Namun, minuman ini bukan jalan pintas untuk menurunkan berat badan. Tanpa perubahan gaya hidup secara keseluruhan, efek matcha akan sangat terbatas.