Peneliti Sebut Kedelai dan Kacang-kacangan Bantu Turunkan Risiko Darah Tinggi

legumes, kedelai, risiko hipertensi, tekanan darah, Peneliti Sebut Kedelai dan Kacang-kacangan Bantu Turunkan Risiko Darah Tinggi

Mengonsumsi makanan nabati, seperti kedelai dan legume (sejenis kacang-kacangan), membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi. Hal ini menurut penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal BMJ Nutrition Prevention & Health

"Kami melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis untuk mengkaji hubungan antara konsumsi legumes dan kedelai dengan risiko hipertensi," tulis para peneliti, dilansir dari laman BMJ Journals, Selasa (26/5/2026).

analisis terhadap 12 studi kohort prospektif ini, konsumsi kacang-kacangan dan kedelai dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah," tambah mereka. 

Temuan ini mendukung rekomendasi gizi untuk meningkatkan konsumsi kacang-kacangan di kalangan masyarakat umum.

Kedelai dan legumes bantu turunkan risiko darah tinggi

Harus dengan takaran yang tepat

legumes, kedelai, risiko hipertensi, tekanan darah, Peneliti Sebut Kedelai dan Kacang-kacangan Bantu Turunkan Risiko Darah Tinggi

Studi terbaru menunjukkan makanan nabati, seperti kedelai dan legume (kacang-kacangan), bantu turunkan risiko tekanan darah tinggi.

Para peneliti mengumpulkan data dari berbagai penelitian yang sudah ada sebelumnya. Hasilnya menunjukkan, konsumsi makanan dari kedelai dan legumes bermanfaat untuk tubuh, dengan catatan konsumsinya dalam jumlah harian yang pas.

Para peneliti menemukan, manfaat terbesar terkait dengan konsumsi sekitar 170 gram legumes setiap hari, termasuk kacang polong, lentil, buncis, dan kacang-kacangan lainnya. 

Tidak hanya itu, konsumsi 60 hingga 80 gram produk kedelai seperti tahu, susu kedelai, edamame, tempe, dan miso juga bermanfaat, dilansir dari SciTechDaily

Para peneliti menemukan, orang dengan asupan legumes tertinggi memiliki risiko 16 persen lebih rendah untuk mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang asupannya paling rendah.

Sementara itu, konsumsi kedelai yang tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko sebesar 19 persen.

Analisis ini juga melihat pengaruh jumlah makanan terhadap tingkat risiko tubuh. Konsumsi legumes menunjukkan penurunan risiko yang stabil mencapai 30 persen jika makan sekitar 170 gram per hari.

Untuk makanan berbahan kedelai, manfaat terbaik muncul pada tingkat konsumsi yang lebih sedikit. Manfaat sekitar 28 hingga 29 persen terlihat pada konsumsi 60 sampai 80 gram per hari. 

Mengapa makanan ini bisa bantu turunkan risiko hipertensi?

legumes, kedelai, risiko hipertensi, tekanan darah, Peneliti Sebut Kedelai dan Kacang-kacangan Bantu Turunkan Risiko Darah Tinggi

Ilustrasi tempe. Studi terbaru menunjukkan makanan nabati, seperti kedelai dan legume (kacang-kacangan), bantu turunkan risiko tekanan darah tinggi.

Ada beberapa alasan ilmiah mengapa makanan ini bermanfaat bagi tubuh. Tim peneliti menggunakan kriteria penilaian bukti dari World Cancer Research Fund untuk menyimpulkan adanya hubungan sebab-akibat yang kuat. 

Secara biologis, kacang-kacangan dan kedelai kaya akan nutrisi penting, seperti kalium dan magnesium. Keduanya juga mengandung serat makanan yang sangat tinggi serta sudah lama dikenal bisa membantu menurunkan tekanan darah.

Selain itu, proses fermentasi serat larut dalam tubuh menghasilkan asam lemak rantai pendek. Zat ini membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks.

Kedelai juga mengandung senyawa bernama isoflavon yang memberikan efek tambahan untuk menurunkan tekanan darah.


Tantangan dan dampak bagi masyarakat

legumes, kedelai, risiko hipertensi, tekanan darah, Peneliti Sebut Kedelai dan Kacang-kacangan Bantu Turunkan Risiko Darah Tinggi

Ilustrasi lentil. Studi terbaru menunjukkan makanan nabati, seperti kedelai dan legume (kacang-kacangan), bantu turunkan risiko tekanan darah tinggi.

Para penulis studi menyadari adanya beberapa batasan dalam analisis mereka, antara lain perbedaan jenis kacang-kacangan antar-studi yang mereka teliti, perbedaan tingkat konsumsi dan metode penyiapan makanan, serta perbedaan pola makan dan definisi tekanan darah tinggi di setiap negara.

Penelitian ini meninjau studi yang diterbitkan hingga Juni 2025. Peneliti menemukan 10 publikasi dengan data dari 12 studi observasional prospektif,  dengan para peserta studi berasal dari Amerika Serikat, Asia, dan Eropa.

Jumlah peserta berkisar antara 1.152 hingga 88.475 orang. Kasus tekanan darah tinggi yang dilaporkan berjumlah 144 hingga 35.375 kasus.

"Terlepas dari keterbatasan-keterbatasan ini, temuan meta-analisis ini memiliki implikasi besar bagi kesehatan masyarakat, mengingat peningkatan prevalensi hipertensi secara global yang mengkhawatirkan," tulis para peneliti.

Adapun konsumsi kacang-kacangan di Eropa dan Inggris saat ini masih sangat rendah, hanya delapan sampai 15 gram per hari.

Jumlah tersebut jauh di bawah rekomendasi kesehatan jantung sebesar 65 hingga 100 gram per hari.

"Meskipun masih diperlukan studi kohort berskala besar lainnya untuk mengonfirmasi temuan ini, hasil penelitian ini memberikan bukti tambahan yang mendukung rekomendasi gizi pada masyarakat agar memprioritaskan dan memasukkan kacang-kacangan, serta makanan berbahan dasar kedelai sebagai sumber protein sehat dalam pola makan," tulis para peneliti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang