Studi Ungkap Olahraga Intensitas Tinggi Bisa Turunkan Risiko Penyakit
Aktivitas fisik kini tidak lagi terbatas pada olahraga terstruktur, tetapi bentuk gerakan sehari-hari juga termasuk. Meski demikian, tidak semua jenis aktivitas memberikan dampak yang sama terhadap kesehatan.
Studi berjudul Volume vs intensity of physical activity and risk of cardiovascular and non-cardiovascular chronic diseases menemukan bahwa aktivitas dengan intensitas tinggi dapat memberikan manfaat lebih besar dalam menurunkan risiko penyakit kronis.
Penelitian yang dipublikasikan dalam European Heart Journal ini menganalisis data dari lebih dari 96.000 orang yang menggunakan pelacak aktivitas untuk membandingkan manfaat aktivitas intensitas tinggi dan rendah.
Peneliti menemukan, bahkan aktivitas intens dalam durasi singkat tetap berkaitan dengan penurunan risiko penyakit.
“Temuan ini mendukung pentingnya memprioritaskan aktivitas dengan intensitas lebih tinggi dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular,” tulis peneliti dalam kesimpulan studi tersebut, dikutip dari Prevention, Rabu (8/4/2026).
Mengapa Bisa Menurunkan Risiko Penyakit?
Dalam studi tersebut, aktivitas fisik intens dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit kronis, mulai dari penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga demensia.
Peneliti juga mencatat bahwa individu dengan tingkat aktivitas tinggi memiliki risiko lebih rendah mengalami berbagai kondisi tersebut dalam periode tujuh tahun.
Ahli jantung intervensi Cheng-Han Chen menjelaskan bahwa olahraga intens dapat meningkatkan denyut jantung sehingga membantu jantung bekerja lebih efisien.
Menurutnya, kondisi ini memungkinkan tubuh mendistribusikan oksigen dan nutrisi dengan lebih optimal ke seluruh jaringan.
Selain itu, aktivitas dengan intensitas tinggi juga membantu melemaskan pembuluh darah sehingga dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi.
“Hal ini membantu sistem tubuh bekerja lebih efisien, yang pada akhirnya dapat memperbaiki berbagai indikator risiko penyakit,” jelasnya.
Penyakit yang Risikonya Bisa Diturunkan
Studi ini menemukan bahwa aktivitas fisik intens berkaitan dengan penurunan risiko beberapa penyakit kronis utama, termasuk penyakit kardiovaskular, gangguan irama jantung, diabetes tipe 2, penyakit inflamasi berbasis imun, penyakit hati, gangguan pernapasan kronis, penyakit ginjal, hingga demensia.
Peneliti juga melihat bahwa pada beberapa kondisi, seperti penyakit inflamasi, intensitas aktivitas memiliki peran yang lebih besar dibandingkan durasi.
Sementara itu, pada kondisi seperti diabetes dan penyakit ginjal, kombinasi antara durasi dan intensitas tetap berpengaruh menurunkan risiko.
Seperti Apa Olahraga Intensitas Tinggi?
Olahraga intensitas tinggi merupakan aktivitas yang membuat napas menjadi lebih cepat dan berat, serta meningkatkan denyut jantung secara signifikan.
Ahli kebugaran Albert Matheny menjelaskan bahwa saat melakukan aktivitas ini, seseorang biasanya akan merasa terengah-engah dan sulit berbicara dengan lancar.
Ia menyarankan agar aktivitas intens tidak harus selalu dilakukan secara terpisah, tetapi bisa disisipkan dalam rutinitas yang sudah ada.
“Jika sudah melakukan aktivitas tertentu, cukup tingkatkan intensitasnya,” kata Matheny.
Misalnya, seseorang dapat mempercepat langkah saat berjalan, memilih jalur menanjak, atau menambah kecepatan saat bersepeda.
Dengan cara ini, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan secara fleksibel tanpa harus mengubah rutinitas secara drastis.
Pada akhirnya, meningkatkan intensitas aktivitas, meski dalam waktu singkat, dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang