Top 5+ Manfaat Minum Teh Hitam, Bantu Turunkan Kadar Gula Darah

Terdapat beragam manfaat minum teh hitam (black tea) bagi kesehatan, tak hanya membantu menurunkan kadar gula darah, tapi juga membantu meningkatkan kesehatan usus.
Sebagai informasi, teh hitam termasuk jenis teh yang banyak dijumpai di Indonesia. Dikutip dari Real Simple, Selasa (29/4/2025), daun teh hitam telah teroksidasi dalam waktu lama guna mengembangkan rasanya sebelum proses pengeringan.
Manfaat minum teh hitam untuk kesehatan
1. Menurunkan kadar gula darah
Minum teh hitam bisa membantu mengurangi kadar gula darah setelah makan atau ngemil. Dengan catatan, teh hitam diminum tanpa ditambah gula.
Dilansir dari Healthline, sebuah studi tahun 2017 mempelajari efek minum teh hitam terhadap kadar gula darah setelah mengonsumsi minuman tinggi gula.
Sebanyak 24 peserta penelitian, baik dengan maupun tanpa prediabetes, mengonsumsi minuman tinggi gula bersama dengan teh hitam dosis rendah atau tinggi atau plasebo.
Mereka yang minum teh hitam dalam dosis rendah atau tinggi disebut memiliki gula darah yang jauh lebih rendah setelah makan dibandingkan dengan mereka yang minum plasebo.
2. Meningkatkan fokus
3. Meningkatkan kesehatan jantung
Dilansir dari UCLA Health, teh hitam juga bermanfaat bagi kesehatan jantung. Teh hitam mengandung satu kelompok polifenol bernama theaflavins yang berkembang selama proses oksidasi.
Penelitian menunjukkan, minum teh hitam setiap hari dapat membantu menurunkan tekanan darah, risiko serangan jantung dan stroke, serta ancaman kematian akibat penyakit jantung.
4. Mengurangi risiko stroke
Ilustrasi teh hitam. Minum teh hitam memiliki banyak manfaat, salah satunya membantu menurunkan risiko stroke.
Penelitian menunjukkan, orang yang minum dua cangkir teh hitam setiap hari membantu mengurangi risiko terkena stroke sekitar 16 persen dibandingkan dengan orang yang tidak minum teh.
5. Mengurangi risiko kanker
Para peneliti menyatakan, teh juga berkaitan dengan risiko yang lebih rendah dari kanker lainnya, termasuk kanker saluran pencernaan, kanker payudara, kanker ovarium, kanker paru-paru, dan kanker tiroid.