Penggunaan Truk Listrik Diklaim Bantu Turunkan Biaya Operasional

Adopsi Electric Vehicle (EV) semakin masif di Indonesia. Tidak hanya diandalkan untuk mengangkut penumpang saja, namun juga dipakai buat mengirim barang.

Kalista pun coba memanfaatkan kondisi tersebut. Mereka banyak memasarkan truk listrik untuk menjawab kebutuhan para pengusaha di Tanah Air.

Salah satu perusahaan pengguna truk listrik Kalista adalah Evershine Group yang bergerak di bidang tekstil.

Pemakaian kendaraan niaga setrum dinilai dapat membantu mereka. Terutama dalam menghemat biaya operasional pengiriman barang.

Kalista

“Jadi sebenarnya kita bandingkan dengan BBM Biosolar yang harga Rp 6.800, penghematannya Rp 1.000 per kilometer,” ungkap Michael Sung, Direktur Evershine Group di Jakarta, Rabu (20/05).

Menurut Michael, semenjak mereka menggunakan truk listrik sebagai armada pengiriman, perusahaannya berhasil berhemat hingga 50 persen.

Ditambah biaya perawatan atau maintenance, dana GPS dan lain-lain sudah ditanggung Kalista. Jadi mereka mampu lebih menghemat anggaran pengiriman barang.

“Kalau saya lihat itu mungkin lebih mendekati 70 persen dari total saving (termasuk biaya maintenance sampai alat GPS),” dia melanjutkan.

Di luar biaya yang irit, Michael menghitung emisi dihasilkan truk listrik mereka jauh lebih rendah.

Bahkan dia mengklaim mampu mencapai angka 40 persen. Sehingga dapat membantu mendorong pemerintah dalam upaya menurunkan emisi gas karbon.

“Jadi di luar saving BBM, cost dan lain-lain ada pengurangan emisi juga yang sangat signifikan. Karena perusahaan kami juga sudah target net zero by 2060, ini membantu kami mengurangi emisi dari sisi logistik,” tegas Michael.

Michael pun mengaku puas menggunakan truk listrik sebagai armada mereka, karena bisa membawa banyak dampak positif.

Terutama dalam hal biaya operasional dan menurunkan emisi karbon. Oleh sebab itu mereka akan lebih banyak mengadopsi truk listrik ke depan.

Sementara itu Albert Aulia Ilyas, Direktur Utama Kalista Group mengaku puas dengan apa yang dirasakan oleh konsumennya.

“Mungkin ini sudah saatnya kita melihat EV sebagai salah satu opsi untuk bisnis yang berbeda,” kata Albert.

Truk listrik

Kalista pun berharap dapat membantu para konsumen untuk terus berkembang, terutama dalam sektor logistik.

Dengan begitu adopsi truk listrik kian bertumbuh. Selain itu semakin banyak perusahaan yang menggunakan kendaraan ramah lingkungan.

“Jika ada penetrasi dari komersial logistik, itu bisa lebih cepat membantu pengembangan dari sisi teknologi,” Albert menutup perkataannya.