Bursa Asia Ambruk Pagi Ini, Tuduhan Ketua Parlemen Iran ke AS Hantam Pasar

Bursa Asia
Bursa Asia

Ghalibaf menuding AS melanggar kesepakatan gencatan senjata berupa penolakan hak Republik Islam untuk memperkaya uranium dan serangan Israel yang terus berlanjut terhadap Lebanon. I juga menyoroti penentangan AS atas masuknya pesawat tak berawak ke wilayah udara Iran. 

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal Presiden AS, Donald Trump, telah mengumumkan gencatan senjata dua sisi pada Rabu, 8 April 2026. Keputusan ini diambil perang Iran-AS berkecamuk lebih dari satu bulan setelah Trump menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar untuk negoisasi.

"Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social miliknya. 

Bendera AS-Iran

Mengutip CNBC Internasional pada Jumat pagi, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,73 persen menjadi 55.895,32. Indeks Topix melemah 0,90 persen ke level 3.741,47.

Di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 1,61 persen menjadi 5.778,01. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil terkoreksi 1,27 persen menjadi 1.076.

Indeks CSI 300 Tiongkok daratan merosot 0,64 persen menjadi 4.566,22. Indeks Hang Seng Hong Kong menyusut 0,71 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

IndeksNifty 50 India kehilangan 0,89 persen dan indeks 30 saham BSE Sensex tergerus 0,96 persen pada pukul 4:00 pagi ET.  

Indeks S&P/ASX 200 Australia berhasil melawan tren yang lebih luas. Indeks acuan Australia ini ditutup naik 0,24 persen ke level 8.973,2.