Bursa Asia Ambruk Usai AS-Iran Gagal Damai, Kospi Paling Terpukul
Presiden AS, Donald Trump dilaporkan untuk melanjutkan serangan udara terhadap Iran. Pada pekan lalu, Trump menyetujui gencatan senjata selama dua minggu sebagai imbalan atas izin Teheran agar kapal-kapal dapat melewati selat Hormuz dan sebelumnya, sempar mengancam akan membom setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran.
Kegagalan ngosiasi selama yang dilaksanakan di Islamabad sontak memicu kekhawatiran bahwa perang AS-Iran akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Proyeksi ini menyebabkan kenaikan harga minyak dunia naik dan membebani perekonomian di seluruh dunia.
Presiden AS, Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei
Melansir CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 0,84 persen. Sementara indeks Topix merosot 0,42 persen.
Di Korea Selatan, indems Kospi terkoreksi 1,83 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil melemah lebih parah, yakni sebesar 1,43 persen.
Di Australia, S&P/ASX 200 tergerus amblas 0,74 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka berada di angka 25.964.
Bursa AS juga menunjukkan kinerja negatif. Indeks berjangka Dow Jones Industrial Average turun 517 poin atau 1,1 persen.
Indeks berjangka S&P 500 kehilangan 1,1 persen. Begitu pula indeks berjangka Nasdaq 100 yang mencatat penurunan drastis sebesar 1,2 persen.