Iran Ungkap Isi Memorandum dengan AS, Konflik di Lebanon hingga Sanksi Disebut Masuk Agenda Perdamaian

Ilustrasi Bendera Iran, Konflik di Semua Front Disebut Akan Berakhir, AS Disebut Akan Menghormati Kedaulatan Iran, Negosiasi Akan Berlangsung dalam Dua Tahap, Selat Hormuz dan Aset Iran yang Dibekukan, Sikap Iran Soal Uranium yang Diperkaya, Menunggu Persetujuan Akhir
Ilustrasi Bendera Iran

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkap sejumlah poin penting dalam usulan memorandum kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang disebut dapat menjadi langkah awal menuju berakhirnya berbagai konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Araghchi, dokumen yang dikenal sebagai Memorandum Kesepahaman Islamabad itu tidak hanya menjadi dasar normalisasi hubungan kedua negara, tetapi juga membuka jalan bagi penghentian konflik di berbagai front, termasuk Lebanon, serta pembahasan mengenai pencabutan sanksi dan program nuklir Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Iran IRIB, Araghchi menyatakan bahwa memorandum tersebut akan menjadi penanda resmi berakhirnya perang yang selama ini melibatkan berbagai pihak di kawasan.

Konflik di Semua Front Disebut Akan Berakhir

Araghchi mengatakan salah satu poin utama dalam memorandum tersebut adalah deklarasi resmi berakhirnya konflik di berbagai wilayah yang selama ini menjadi sumber ketegangan.

"Berakhirnya perang akan diumumkan di semua front, termasuk Lebanon," kata Araghchi.

Pernyataan itu menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kesepakatan yang tengah dirundingkan tidak hanya menyentuh hubungan bilateral Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga berpotensi memengaruhi dinamika keamanan regional yang lebih luas.

Selain itu, memorandum tersebut disebut memuat komitmen kedua negara untuk tidak memulai perang, tidak mengancam penggunaan kekerasan, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing.

AS Disebut Akan Menghormati Kedaulatan Iran

Dalam penjelasannya, Araghchi menegaskan bahwa draf memorandum juga memuat komitmen saling menghormati kedaulatan negara masing-masing.

Ia menyebut terdapat poin yang dianggap bersejarah oleh Teheran karena untuk pertama kalinya dalam hampir lima dekade, Amerika Serikat secara eksplisit menyatakan penghormatan terhadap kedaulatan Republik Islam Iran.

Menurut Araghchi, klausul tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam membangun kepercayaan antara kedua negara setelah puluhan tahun hubungan yang diwarnai ketegangan politik dan keamanan.

Negosiasi Akan Berlangsung dalam Dua Tahap

Araghchi menjelaskan proses menuju kesepakatan final akan berlangsung dalam dua fase.

Tahap pertama adalah penandatanganan nota kesepahaman yang menjadi landasan awal bagi kedua negara. Setelah itu, proses akan berlanjut ke tahap kedua berupa negosiasi rinci untuk mencapai kesepakatan akhir.

Sejumlah isu strategis yang akan dibahas pada fase kedua meliputi:

  • Pencabutan sanksi terhadap Iran
  • Program pengayaan uranium Iran
  • Pengelolaan persediaan uranium yang diperkaya
  • Dana rekonstruksi untuk Iran

Menurut Araghchi, putaran kedua perundingan diperkirakan berlangsung selama 60 hari. Namun, periode tersebut masih dapat diperpanjang apabila kedua pihak menilai terdapat kemajuan dalam proses negosiasi.

Ia juga menegaskan bahwa apabila tidak tercapai kesepakatan akhir, masing-masing pihak dapat kembali ke posisi sebelumnya.

Selat Hormuz dan Aset Iran yang Dibekukan

Selain isu politik dan keamanan, memorandum tersebut juga mencakup pembahasan mengenai aspek ekonomi dan maritim.

Araghchi mengatakan Iran menginginkan perubahan dalam pengelolaan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Menurut dia, Selat Hormuz berada di bawah kedaulatan Iran dan Oman. Karena itu, kedua negara disebut akan mengeluarkan pernyataan bersama terkait mekanisme pengelolaan jalur perairan tersebut di masa depan.

Iran juga mengaku tengah melakukan konsultasi dengan sejumlah mitra, termasuk China dan Oman, mengenai pengaturan lalu lintas maritim di kawasan itu.

Meski menegaskan tidak akan mengenakan bea transit, Araghchi mengatakan Iran tetap akan menerapkan biaya layanan tertentu dalam pengelolaan aktivitas pelayaran.

Di sisi lain, Teheran juga menuntut pencabutan penuh blokade maritim yang selama ini dikenakan terhadap Iran.

Ia menyebut seluruh aset Iran yang dibekukan harus dibebaskan dan tidak boleh kembali diblokir apabila memorandum tersebut disepakati.

Sikap Iran Soal Uranium yang Diperkaya

Mengenai isu nuklir yang menjadi salah satu poin sensitif dalam negosiasi, Araghchi menegaskan bahwa posisi Iran belum berubah.

Menurut dia, apabila terdapat pembahasan mengenai uranium dengan tingkat pengayaan tinggi, maka satu-satunya metode yang dapat diterima Iran adalah pengenceran yang dilakukan di dalam wilayah Iran.

Ia menambahkan bahwa pihaknya masih berupaya mencari formulasi bahasa yang tepat dalam perundingan agar prinsip tersebut dapat tercermin dalam dokumen akhir.

Araghchi juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai batas tingkat pengayaan uranium maupun jumlah cadangan uranium yang diperkaya yang akan dimiliki Iran.

Lebih lanjut, Araghchi mengungkapkan bahwa seluruh proses negosiasi berada di bawah pengawasan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Menurutnya, setiap ketentuan dalam draf memorandum telah ditinjau secara menyeluruh oleh lembaga tersebut. Meski terdapat sejumlah perbedaan pandangan di kalangan pejabat Iran, keputusan akhir akan diambil secara kolektif.

Ia menjelaskan bahwa dokumen memorandum yang sedang dirundingkan memiliki panjang kurang dari dua halaman dan telah dibahas secara rinci kata demi kata oleh kedua pihak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika seluruh tahapan negosiasi akhir berjalan lancar, memorandum tersebut disebut dapat ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.

Araghchi mengatakan proses penandatanganan nantinya akan dilakukan secara digital dan jarak jauh. Namun, ia menegaskan Iran tidak akan melanjutkan ke tahap kedua negosiasi apabila pihak lain gagal menjalankan komitmen yang telah tertuang dalam memorandum tersebut.