Guru SD di Jepang Ditangkap Usai Nekat Makan Steak Tanpa Bayar Rp 5 Juta

Pihak Kepolisian Prefektur Fukuoka, Jepang, resmi menahan seorang guru sekolah dasar (SD) atas dugaan tindak pidana penipuan. Pria bernama Shinpei Tagawa (26) tersebut dilaporkan melakukan aksi makan tanpa bayar atau dine and dash di sebuah restoran mewah.
Total tagihan yang tidak dibayarkan mencapai hampir 50.000 yen atau setara dengan Rp 5 juta (kurs Rp 101 per yen).
Kronologi Kejadian di Kawasan Daimyo
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, insiden ini bermula saat Tagawa mengunjungi sebuah restoran di kawasan Daimyo, Fukuoka, pada 1 November 2025 malam. Saat itu, ia datang bersama seorang rekan wanita.
Keduanya memesan menu mewah berupa paket steak teppanyaki untuk dua orang serta botol wine. Total biaya santapan tersebut mencapai 44.980 yen.
"Saat itu ia memesan steak teppanyaki untuk dua orang serta wine dengan total tagihan mencapai 44.980 yen," ungkap sumber kepolisian, sebagaimana dikutip dari pemberitahuan resmi pada Kamis (26/3/2026).
Dalih Lupa Dompet dan Janji Palsu
Modus yang dilakukan pelaku adalah meninggalkan restoran dengan alasan klasik. Tagawa berdalih kepada staf restoran bahwa dirinya lupa membawa dompet dan berjanji akan segera kembali untuk melunasi tagihan.
Dua hari berselang, tepatnya pada 3 November 2025, Tagawa sempat kembali ke restoran tersebut. Namun, alih-alih membayar, ia kembali memberikan alasan serupa mengenai keberadaan dompetnya dan tetap tidak memberikan uang sepeser pun.
Setelah pelaku menghilang dan tidak dapat dihubungi lagi, pihak manajemen restoran akhirnya melaporkan kasus ini ke pihak berwajib atas dugaan penipuan.
Pengakuan Pelaku: Tidak Memiliki Uang
Setelah dilakukan penyelidikan, Kepolisian Prefektur Fukuoka akhirnya menangkap guru yang mengajar di Kota Kurume tersebut. Di hadapan penyidik, Tagawa mengakui semua perbuatannya.
"Saya hampir tidak memiliki uang," ujar Tagawa dalam proses pemeriksaan baru-baru ini.
Menanggapi kasus hukum yang menjerat pegawainya, Dinas Pendidikan Kota Kurume menyatakan keprihatinan mendalam. Pihak dinas menegaskan akan memperketat disiplin pegawai untuk mencegah perilaku memalukan serupa terulang kembali di masa depan.
Fenomena "Dine and Dash" dan Budaya Malu di Jepang
Kasus ini menarik perhatian publik Jepang karena pelaku merupakan seorang tenaga pendidik. Secara sosiologis, Jepang sangat memegang teguh shame culture atau budaya malu, di mana reputasi pribadi sangat dijunjung tinggi.
Secara hukum, aksi makan tanpa bayar di Jepang dikategorikan sebagai penipuan (fraud). Meski kasus seperti ini relatif jarang karena tingginya tingkat kepercayaan sosial (social trust), sanksi yang membayangi pelaku sangat berat.
Selain ancaman denda dan pidana penjara, konsekuensi sosial berupa pemecatan dan hilangnya kepercayaan masyarakat sering kali menjadi hukuman yang lebih berat bagi pelaku kriminal di Jepang
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Guru SD di Jepang Nekat Makan Steak Rp5 Juta Tanpa Bayar, Sempat Kembali Tapi Kabur Lagi
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang