Britney Spears Ditangkap Polisi AS Usai Mengemudi Sambil Mabuk, Manajer Buka Suara
Pihak kepolisian setempat memberhentikan mobil Spears saat sedang melakukan patroli jalan raya (Highway Patrol) sekitar pukul 21.28 waktu sebelum. Pelantun lagu Baby One More Time ini langsung diborgol di lokasi kejadian lalu diamankan ke kantor kepolisian untuk menjalani proses administrasi penahanan.
Spears resmi dibekuk pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.02 waktu California. Ia dilepaskan tiga jam setelah menjalani pemeriksaan, tepatnya sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat.
Spears segera menghapus akun Instagram pribadinya tidak lama setelah dibebaskan oleh pihak kepolisian California. Padahal sebelumnya ia sempat mengunggah sebuah pesan yang menarik perhatian penggemar.
“Lagu ini mewakili kerapuhan. Hati-hati teman-temanku saat berurusan dengan sang ratu hati,” demikian tulisan unggahan terakhirnya sebelum dihapus Spears.
Britney Spears.
Manajer Spears, Cade Hudson, memberikan pernyataan terkait insiden tersebut. Ia menyebut kejadian ini sebagai peristiwa yang tidak dapat dibenarkan dan berharap para penggemar bisa memberikan dukungan kepada Spears dalam melalui masa-masa sulit.
“Ini adalah insiden yang sangat disayangkan dan sama sekali tidak bisa dibenarkan. Britney akan mengambil langkah yang benar dan mematuhi hukum. Kami berharap ini bisa menjadi langkah awal dari perubahan yang sudah lama diperlukan dalam hidupnya. Semoga dia mendapatkan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan di masa sulit ini,” ujar Hudson dikutip dari The Guardian, Kamis, 6 Maret 2026.
Penangkapan Spears terjadi beberapa hari setelah pengadilan mengabulkan permohonan restraining order terhadap seorang pria berusia 51 tahun asal Louisiana yang disebut telah mengganggunya sejak tahun 2013. Dalam dokumen pengadilan, Spears menyebut pria tersebut sempat mendatangi rumahnya di Los Angeles setelah membuat sejumlah unggahan media sosial yang dianggap mengganggu.
Spears bukan pertama kali berurusan dengan hukum karena kasus mengemudi di bawah pengaruh alkohol (DUI). Pada tahun 2007, ia sempat menghadapi empat dakwaan pelanggaran ringan setelah diduga menabrak mobil yang sedang terparkir di Los Angeles dan meninggalkan lokasi kejadian. Kasus tersebut dihentikan setelah Spears membayar ganti rugi kepada pemilik kendaraan.
Di tengah berbagai kontroversi dan masalah hukum, Spears diketahui menjual hak atas katalog musiknya dalam kesepakatan senilai sekitar US$200 juta kepada perusahaan penerbit musik, Primary Wave, pada tahun 2025. Kesepakatan Spears dengan Primary Wave memberinya hak kepemilikan atas lagu-lagu hitsnya termasuk Baby One More Time, Lucky, dan Everytime.
Keputusan besar dalam karier musiknya ini diambil beberapa tahun setelah Spears bebas dari sistem konservatorship yang mengontrol kehidupan dan menguras keuangannya selama 13 tahun. Dalam memoarnya berjudul The Woman in Me, Spears mengungkapkan perasaannya selama berada di bawah pengawasan hukum tersebut.
“Tiga belas tahun berlalu dan saya merasa seperti bayangan dari diri saya sendiri. Ayah saya dan orang-orang di sekitarnya mengendalikan tubuh serta uang saya. Itu membuat saya merasa muak,” tulis Spears.
Pada bulan Januari 2026, Spears mengumumkan dalam sebuah unggahan panjang di Instagram bahwa dia tidak akan tampil di Holywood lagi karena alasan yang sangat sensitif. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk tampil di panggung global.
"Saya berharap bisa duduk di atas bangku dengan mawar merah di rambut saya, dikepang, tampil bersama putra saya... di Inggris dan Australia segera," kata Spears.
Album studio terakhirnya adalah Glory yang dirilis pada 2016 dan sempat dianggap sebagai kebangkitan kariernya. Meski belum merilis album baru, Spears sempat meluncurkan beberapa single kolaborasi, seperti lagu Hold Me Closer bersama Elton John pada 2022 serta Mind Your Business bersama will.i.am pada 2023.