Guru SD di Jambi Jadi Korban Penyekapan di Travel Gelap, Menangis Histeris dan Trauma Berat

perampokan, travel gelap, Guru SD di Jambi Jadi Korban Penyekapan di Travel Gelap, Menangis Histeris dan Trauma Berat

Kasus kriminalitas yang menyasar tenaga pendidik kembali terjadi. Seorang guru Sekolah Dasar (SD) berinisial RS (39) di Kabupaten Batang Hari, Jambi, dilaporkan menjadi korban penyekapan dan perampokan di dalam sebuah mobil yang diduga merupakan travel gelap atau ilegal.

Peristiwa mencekam tersebut terjadi pada Selasa (3/1/2026), saat korban hendak pulang mengajar. Video yang memperlihatkan kondisi RS mengenakan seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam keadaan menangis histeris sempat viral di media sosial dan menyita perhatian publik.

Kronologi Kejadian, Modus Travel Penuh

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat RS bersama seorang rekannya menunggu kendaraan umum di Simpang Lubuk Ruso untuk pulang menuju Muara Bulian. Tak lama kemudian, sebuah mobil pribadi berhenti dan menawarkan tumpangan.

Diduga terdapat tiga orang pelaku di dalam mobil tersebut, termasuk sopir. Namun, pelaku melancarkan siasat agar korban naik sendirian.

"Mereka hanya mengizinkan guru tersebut yang naik, sementara temannya tidak dibolehkan dengan alasan mobil sudah penuh," ungkap informasi di lapangan.

Setelah berada di dalam kendaraan, RS langsung disekap. Pelaku kemudian merampas barang-barang berharga milik korban, di antaranya satu unit ponsel iPhone dan sejumlah uang tunai.

Tak hanya itu, para pelaku sempat membawa korban berkeliling dari kawasan Jembatan Mas hingga Muaro Bulian sebanyak tiga kali untuk mencari mesin ATM guna menguras rekening korban.

Korban akhirnya diturunkan oleh para pelaku di depan Masjid Asaadah, Jembatan Mas, Kabupaten Batang Hari, dalam kondisi syok.

Kondisi Korban: Trauma Psikologis Berat

Pasca-kejadian, RS kini berada di kediaman orang tuanya di Muara Bulian. Berdasarkan pantauan, pihak keluarga masih menutup diri dan belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut karena korban mengalami trauma psikologis yang mendalam.

Ibu korban mengungkapkan bahwa anaknya kini harus menjalani pemulihan dan bantuan medis untuk menenangkan diri.

"Anak saya ada di dalam, sedang tidur dan istirahat. Tadi juga sudah minum obat," ujar ibu korban dengan suara bergetar sambil menangis, Rabu (4/2/2026).

Diketahui, RS merupakan seorang guru yang baru lulus seleksi PPPK dan telah mengajar di wilayah Pemayung selama kurang lebih dua tahun.

Rekan dan tetangga mengenal korban sebagai sosok yang terbiasa menggunakan jasa travel untuk pulang-pergi mengajar.

Sempat Takut Melapor ke Polisi

Meski menjadi korban kejahatan serius, RS awalnya sempat enggan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib. Diduga, hal ini disebabkan oleh rasa takut dan adanya potensi ancaman dari pelaku.

Namun, berkat dukungan dan saran dari para tetangga, korban akhirnya memberanikan diri membuat laporan resmi ke Polres Batang Hari pada Rabu (4/2/2026).

Kasi Humas Polres Batang Hari, Iptu Simbang Tetap, membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana perampokan guru SD tersebut.

"Laporan sudah masuk dan saat ini sedang ditangani oleh Polres Batang Hari," tegas Iptu Simbang Tetap.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memburu ketiga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kriminal tersebut. Kepolisian juga belum merinci detail perkembangan pengejaran terhadap mobil travel gelap yang digunakan pelaku.

Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Berkat Dukungan Tetangga, Guru RS Berani Lapor Polisi Pascadisekap dan Dirampok di Batang Hari

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang