Kronologi Guru SD di Tegal Jadi Korban Perampokan, Ditemukan Tewas di Hutan

Kasus pembunuhan, hari guru, pembunuhan guru, hari guru nasional 2025, hari guru 2025, kasus pembunuhan terbaru, kasus pembunuhan guru, Kronologi Guru SD di Tegal Jadi Korban Perampokan, Ditemukan Tewas di Hutan

Peringatan Hari Guru Nasional 2025 diwarnai duka setelah seorang guru asal Tegal, Jawa Tengah, Kusyanto (46), ditemukan meninggal dunia.

Korban ditemukan di kawasan hutan lindung Perhutani KPH Balapulang, Desa Songgom, Brebes.

Kusyanto yang merupakan warga Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, diduga dibunuh saat mencari penghasilan tambahan sebagai driver taksi online.

Sehari-hari, korban mengajar sebagai wali kelas 2 di SDN Kalinyamat Wetan 3. Sebelum tewas, ia berstatus sebagai guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Iya, sambilan jadi sopir online. Sehari-hari memang guru,” kata Iva, kerabat korban di Desa Tegalwangi, dikutip dari , Selasa (25/11/2025).

Kronologi Guru asal Tegal Ditemukan Tewas di Hutan

Kanit Reskrim Polsek Songgom Ipda Mashudi mengatakan bahwa Kusyanto diduga menjadi korban pembunuhan saat bekerja sebagai driver taksi online.

Ia menjelaskan bahwa polisi menemukan bekas luka memar di bagian belakang kepala korban.

Jenazah Kusyanto pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Ahmad Sobari alias Baron (42) pada Senin (24/11/2025).

Awalnya, Baron melihat sebuah mobil berwarna abu-abu masuk ke kawasan hutan jati menuju bekas tempat penimbunan kayu (TPK) pada Minggu (23/11/2025).

“Ada warga melihat mobil warna abu-abu masuk kawasan hutan dengan kecepatan tinggi menuju bekas TPK Songgom,” ujar Baron.

“Kejadiannya pas hujan deras sekitar pukul 20.00 habis Isya. Tiga menit kemudian, mobil itu keluar hutan dan pergi,” tambahnya.

Karena curiga mobil tersebut ditumpangi pencuri kayu, Baron kemudian menghubungi pihak Perhutani.

Pada Senin (24/11/2025), seorang warga bernama Nur menemukan jasad laki-laki di TPK Songgom saat membersihkan rumput.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan oleh Baron kepada polisi dan aparatur desa.

Sosok Kusyanto

Kusyanto yang ditemukan tewas di Brebes dikenal sebagai guru yang telah mengabdi selama puluhan tahun.

Ia baru diangkat menjadi guru PPPK pada 2021, namun tetap mencari penghasilan tambahan sebagai driver taksi online.

Kusyanto menikah dengan sesama guru ASN, Erfina Novianti (40), yang mengajar di SDN Randugunting 06 Tegal.

“Almarhum meninggalkan dua anak. Pertama, perempuan kelas 10 SMA dan yang kedua adalah laki-laki kelas 1 SMP," ujar kakak ipar korban, Luthfi Andi (45) dikutip dari Tribun Jateng, Selasa (25/11/2025).

Menurut Luthfi, adik iparnya dikenal ulet dan rajin mencari tambahan penghasilan melalui pekerjaan sambilan.

Korban menekuni pekerjaan sebagai driver taksi online sejak tiga tahun terakhir. Selain itu, Kusyanto juga memiliki usaha kecil beternak burung.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang